Kegigihan Fadel Membawanya Menuntut Ilmu ke Rumania

Kegigihan Fadel Membawanya Menuntut Ilmu ke Rumania
SuhaNews. Fadel Muhammad Zikrillah (20), adalah salah satu putra Padang Panjang yang beruntung. Kegigihannya dalam belajar dan mengusahakan apa yang diimpikannya, mengantarkan anak dari pasangan warga Kelurahan Ganting, Kecamatan Padang Panjang Timur, Syafril Ahmad Dini dan Roha Nauli itu, menginjakkan kaki di Rumania. Bukan untuk wisata, tapi menuntut ilmu di negeri Eropa Tengah itu.

Belajar di luar negeri, memang impian terbesar bagi alumni SMAN 1 Padang Panjang ini. Beberapa kali ia mencoba peruntungan untuk itu, sempat gagal karena ketentuan umur dan akhirnya malah diterima di Rumania. Sebelum tembus ke Rumania, Fadel rajin mencari info beasiswa dan ikut seminar terkait kuliah di luar negeri.

Hasilnya, tidak main-main, ia mendapat beasiswa pemerintah Rumania bertajuk Romanian Government Scholarship pada 2020 lalu. Kuliah di Transylvania University Brasov, Jurusan Renewable Energy System Engineering. Pilihannya berkuliah di jurusan itu ia memang ingin mengeksplor lebih banyak tentang energi terbarukan nantinya di Indonesia.

“Kebetulan prosedur untuk kuliah di Rumania ini simpel. Hanya seleksi administrasi berupa ijazah rapor dan paspor. Setelah dinyatakan lulus seleksi, Fadel mengurus pendaftaran ke Kedutaan Besar Rumania di Jakarta. Selain Fadel, ada empat orang lagi. Satu dari Padang, Bali dan dua dari Jakarta,” ceritanya kepada Kominfo melalui WhatsApp.
Kendati simpel, Fadel tentu harus punya bekal untuk bisa kuliah di sana. Bekal itu, kepandaian berbahasa Inggris. Karena tahun pertama kuliah, menggunakan bahasa internasional itu sebagai pengantar. Dan selama setahun di situ, dia sudah harus bisa menguasai bahasa Rumania. Karena sebagai penerima beasiswa penuh pemerintah Rumania, persyaratan utamanya memang harus pandai berbahasa negara tersebut.
Setahun berada di Rumania, Fadel mengaku betah di negeri yang berada di utara Semenanjung Balkan dan berbatasan dengan Laut Hitam itu.
“Orang di sini ramah-ramah. Dan akses apa-apa juga lebih gampang. Yang susah itu soal makanan. Agak sulit mencari bahan makanan Indonesia di sini,” kata Fadel yang kini bekerja part time untuk mengisi kegiatan di negeri itu.
Untuk anak-anak Padang Panjang yang ingin mengikuti jejaknya kuliah di luar negeri, Fadel menyebutkan persiapan kuliah ke luar negeri itu lebih ke persiapan mental dan surviving skills (kemampuan bertahan-red).
“Lebih ke bagaimana cara adaptasi dengan lingkungan yang dinamis dan selalu berubah. Karena at the end, yang bisa bikin nyaman lingkungan belajar kita ya balik ke kita sendiri. Saran buat adik-adik yang sedang memperjuangkan pendidikannya, cuma satu, jangan berhenti. Terus cari informasi, terus belajar, jangan pernah berhenti. Karena pendidikan itu rata bagi semua orang, tidak memandang ekonomi, agama, ras, dan sebagainya. Selama kita berusaha pasti ada jalannya,” pesannya.
Ditambahkannya, kalau semisalnya kita gagal, terkadang kegagalan itu juga harus ditinjau berulang lagi. Mana tahu dengan kegagalan itu, salah satu jalan Allah untuk menghindarkan kita dari hal-hal buruk di masa depan. Karena yang terbaik menurut kita, belum tentu terbaik di mata Allah SWT.

Facebook Comments

loading...
Artikel sebelumyaPeserta SKD CASN di Kota Solok, Dapatkan Swab Antigen dan Vaksin Covid-19 Gratis
Artikel berikutnyaCovid-19 Kab. Solok: 1 Warga Koto Baru Meninggal, 2 Guru PPPK Terkonfirmasi