Aisyah, Lulusan MAN 1 Padang Panjang Lulus Kuliah di Turki

Aisyah, Lulusan MAN 1 Padang Panjang Lulus Kuliah di Turki
SuhaNews.  Aisyah Raudhatul Ilmi adalah sosok tageh tamatan MAN 1 Kota Padang Panjang Tahun 2021 dari jurusan Keagamaan, kelas XII IK Satu. Si bungsu dari tiga bersaudara ini berasal dari Pincuran Tinggi, Panyalaian, Sepuluh Koto, Kabupaten Tanah Datar.

Darah Aisyah gigih merupakan warisan ibundanya yang seorang pendidik di SMKN 1 di kota Padang Panjang. Sementara sikap rendah hatinya tertoreh dari sang ayah yang sehari hari bekerja mengelola pertanian. Gadis belia ini pantang menyerah dan berkemauan bagai baja.

Untuk memperoleh ilmu lebih, Aisyah mau mengikuti les Bahasa Inggris sampai ke Bukittinggi. Bukan itu saja, dia juga seorang Hafidzul Quran dan cerdas berbahasa Arab. Bermodalkan hasrat ingin dapatkan pengalaman luar negeri, Aisyah tidak mengikuti jalur SPAN-PTKIN untuk melanjutkan pendidikannya. Dia kukuh dengan keinginan kuliah ke Luar Negeri.

Sebuah kegigihan yang patut diacungkan jempol, dari test delapan Perguruan Tinggi luar Negeriegeri yang diikutinya, empat diantaranya menyatakan ia diterima. Dengan segala pertimbangan maka jatuhlah pilihannya pada Jurusan Ilmu Politik Perguruan Tinggi Kastamonu di Turki. Bukankah ini sebuah perolehan yang luar biasa?

Kentalnya semangat menuntut ilmu pada Aisyah akan jadi suplemen tersendiri bagi teman sebayanya, begitu juga dengan pembaca dan saya. Dapatkah kita bayangkan, dia tiga bersaudara, ketiganya perempuan. Kakak sulungnya tengah menuntut ilmu di STAI Assunah Medan, Tanjung Morawa, yang kedua juga tengah menuntut ilmu di Al Azhar. Kini si Bontot juga akan melangkah ke mancanegara meninggalkan keluarganya.

Ketika ditanya, betapa Aisyah sagat berterima kasih pada sokongan ayah bundanya. Orang tua yang berjibaku mendorong ketiga anaknya untuk menuntut ilmu ke negeri orang.

Ada sebulir butiran bening mengambang disudut kelopak matanya saat kami membicarakan ini. Berjuta kata yang tak bisa dia ungkap. Bertumpuk makna yang disiratkan bola matanya ketika ia pamit ke Madrasah yang ia cintai, MAN 1 Kota Padang Panjang yang telah mengantarkannya sampai titik ini.

BACA JUGA  Dinas Pangan dan Pertanian Lakukan Pemeriksaan Terhadap 528 Ekor Hewan Qurban 

Bertepatan pada Sabtu 21 Agustus 2021 ia berpamitan pada gurunya di Madrasah. Ketika mengucap salam, ada rasa haru dan kagum dengan sikap anak ini. Berpuluh pasang mata merasa bangga pada pencapaiannya. Makanya kepala MAN 1 Kota Padang Panjang, H. Julpiadi Hutabarat, yang didampingi oleh Kaur TU, Masri dan para Wakil Kepala, saat dikunjungi di ruang kerja tak sungkan merogoh kantong, menyerahkan sekepal uang tuk bekal di perjalanan. Bahkan Majelis guru pun berbuat hal yang sama meski dengan cara sembunyi-sembunyi.

Ketika berpamitan Julpiadi berpesan dan menyemangati Aisyah agar sungguh sungguh belajar.

” Tuntutlah ilmu setinggi bintang di langit, namun rendahkanlah hatimu serendah mutiara di dasar laut,” ujarnya.

Semoga ilmu yang didapat menjadi berkah. Berguna bagi bangsa dan negara. “Satitiak kok untuang jadi lauik, sakapa kok untuang jadi gunuang. Bia pinjaik nak jadi kapak. Untuang babuah simawang jantan. Untuang tabangkik batang tarandam,” tukas Julpiadi. Adi|Moentjak

Berita Terkait :

Facebook Comments

loading...
Artikel sebelumyaKuasai Kemampuan Ini Jika Ingin Berhasil Di Era Society 5.0
Artikel berikutnyaGubernur Sumbar Harap “Randang” Masuk Warisan Budaya Takbenda Dunia UNESCO