Khutbah Ied, Ketua MUI Agam: Puasa Datangkan Kebahagiaan

agam
Lubuk Basung, SuhaNews – Ketua MUI Agam, Dr. M. Taufiq, M.Pd menjadi khatib shalat ied 1443 H di Masjid Agung Nurul Falah Lubuk Basung, Senin (2/5).

M. Taufiq mengatakan bahwa banyak kebahagiaan yang diperoleh umat muslim saat mampu menjalankan ibadah puasa dengan khusyuk. Kebahagiaan yang pertama adalah keberhasilan melawan hawa dan nafsu.

Baca juga: Khutbah Arafah dari Masjid Namirah 9 Dzulhijah 1442 H

“Puasa Ramadan mendatangkan banyak kebahagiaan bagi mereka yang betul-betul menghayati makna yang terkandung di dalamnya. Puasa adalah hari kemenangan bagi mereka yang mampu mengendalikan diri,” ujar M. Taufiq.

Semua amal yang dilakukan anak adam, jelasnya, untuk diri sendiri, kecuali puasa. Puasa adalah untuk Allah. Berbahagialah mereka yang merayakan kemenangan dari hawa nafsu.

Menurutnya, kemuliaan orang yang berpuasa adalah mereka akan masuk ke pintu tersendiri yakni pintu surga baburrayyan.

“Kebahagian orang berpuasa selanjutnya adalah Allah jadikan puasa dan alquran sebagai bantuan di saat sempit. Puasa dan alquran memberikan syafaat di hari akhir kelak,” terangnya.

Untuk itu sambungnya lagi, bergembiralah mereka yang berpuasa dan membaca alquran. Maka selayaknyalah hari ini merupakan kemenangan bagi kita semua.

Ia menyampaikan, sesungguhnya Ramadan ibarat pesantren yang mengajarkan banyak makna yang akan kita terapkan pada sebelas bulan kedepan.

Pertama, puasa mengajarkan empati kepada sesama, puasa mengajarkan peduli kepada sesama, orang yang tidak berpunya. Kedua, puasa mengajarkan umat Islam meninggalkan perbuatan maksiat.

“Kita senantiasa diawasi olah Allah dan malaikat. Ada tiga yang selalu mengawasi kita yakni semua anggota tubuh kita, malaikat, dan Allah,” sebutnya.

Menurutnya, tak ada yang tersembunyi bagi Allah baik yang ada di bumi ataupun di langit. Hal ini mengingatkan kepada manusia bahwa dirinya selalu berada dalam pengawasan.

BACA JUGA  Resmikan Masjid, Bupati Solok Lakukan Dialog dengan Masyarakat Limau Lunggo

“Ketiga, puasa mengajarkan kita saling mengingatkan dalam ketaatan. Bahwa dalam menjalani kehidupan kita butuh hidup dengan saling mengingatkan dalam ketaatan dan ketaqwaan,” jelas Dr. M. Taufiq.

Menurutnya, semua orang akan merugi kecuali orang yang beriman, beramal saleh dan yang mau memberi dan menerima nasehat.

Bilamana semangat dan makna ramadan tidak kita jalankan ucapnya, maka umat manusia tinggal menunggu kehancuran.

“Mari kita tingkatkan kesalehan individu. Disaat kita tidak mampu mengendalikan diri kita, disaat itulah keimanan kita runtuh,” ujarnya.

Bupati Agam, Dr. H. Andri Warman beserta keluarga ikut menunaikan Salat Idul Fitri 1443 hijriah, di Masjid Agung Nurul Falah Lubuk Basung, Kabupaten Agam.

“Ramadan 1443 H ini, kita juga dapat melaksanakan berbagai kegiatan seperti safari Ramadan, MTQ, bazar murah dan lainnya,” ujar Bupati Agam.

Bupati mengajak masyarakat menerapkan nilai Ramadan dalam kehidupan sehari-hari, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan menjaga ketertiban di tengah masyarakat.

“Demi kemajuan Agam di masa datang, kita harapkan dukungan dan partisipasi dari semua pihak, baik yang berada di ranah maupun perantauan,” harap Andri Warman. (*)

Baca juga: Jadi Khatib Idul Fitri, Gubernur Mahyeldi Sampaikan Tiga Pesan Penting

Facebook Comments

loading...
Artikulli paraprakSitinjau Lauik Kembali Makan Korban, 2 Balita Meninggal, 30 Orang Luka-luka
Artikulli tjetërIdul Fitri di 50 Kota, Kakan Kemenag jadi Khatib dan Imamnya AnggotaTNI