H. Zulkifli, Jemaah Haji Tidak Usah Lagi Membawa Beras dari Tanah Air

Arosuka, SuhaNews – Ikut melepas secara resmi jemaah haji Kabupaten Solok tahun 1445 H, Minggu (26/5) di Balairung Rumah Dinas Bupati di Arosuka, Kepala Kantor Kemenag H. Zulkifli menympaikan untuk tahun ini jemaah mendapat jatah makan 84 kali.

“Berbeda dengan tahun sebelumnya, dimana tiga hari menjelang dan pasca Armuzna, jemaah tidak lagi mendapat layanan makan, maka untuk musim haji 1445 ini jemaah tetap mendapat makan, jadi tidak usah lagi membawa beras,” ujar H. Zulkifli dalam laporannya.

Dijelaskan oleh H. Zulkifli, selain layanan makan, peningkatan pelayanan pada jemaah haji oleh Kementerian Agama adalah dibidang kesehatan, administrasi dan yang utama tetap memprioritaskan jemaah Lansia baik di tempat ibadah maupun di pemondokan dan perjalanan. zulkifli zulkifli

Selain itu, fasilitas yang disediakan oleh PPIH juga ramah Lansia, mulai dari transportasi bus shalawat maupun bus antar kota dari Makkah Madinah serta Makkah ke Arafah hingga fasilitas di hotel.

Sedangkan Smart Card yang diberikan pada jemaah harus dibawa bersama dengan identitas diri. Hal ini dilakukan untuk memudahkan jemaah itu sendiri terutama saat puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah dan Mina.

Kakan Kemenag mengatakan untuk tahun ini jemaah haji Kabupaten Solok berjumlah sebanyak 160 orang yang terbagi dalam dua kloter, yakni 140 orang kloter 15
20 orang kloter 17. Untuk kloter XV masuk asrama pada Selasa 28 Mei 2024 dan terbang menuju Jeddah keeskokan harinya. Sedang Kloter XVII masuk asrama pada Kamis 30 Mei 2024 dan terbang keeskokan harinya.

“Untuk persiapan keberangkatan ini, bisa dikatakan sudah final, tinggal jemaah dan panitia menyesuaikan tahapan sesuai jadwal,” pungkas H. Zulkifli.

BACA JUGA  Membahagiakan Ibu Lebih Utama daripada Haji Sunah

Sekda Medison atas nama Pemerintah Kabupaten Solok mengawali sambutannya dengan ucapan selamat kepada jemaah haji yang menjadi orang terpilih sebagai duyufurrahman tahun ini dan berkesempatan menjejakan kaki di tanah suci.

“Selamat untuk Bapak Ibu warga Kabupaten Solok yang dipanggil Allah hadir ke Baitullah, semoga menjadi haji yang mabrur,” ujar Medison.

Sekda juga berpesan, agar jemaah untuk memaksimalkan waktu di tanah suci untuk beribadah dan jangan memaksakan diri. “Sampai ke tanah suci sudah menjadi rahmat yang luar biasa, jangan memaksakan diri untuk selalu ke Masjidil Haram menjelang ke Arafah karena dapat membuat fisik menjadi lelah,” sampai Medison.

Menutup arahannya Sekda mengajak jemaah untuk mendoakan Ranah Minang yang tengah berduka setelah beberapa nagari ditimpa bencana Galodo pada 11 Mei 2024 yang lalu.

Acara ini juga diiisi dengan tausiah yang disampaikan oleh H. Syahrul Wirda mantan Kakanwil Kemenag Sumbar. Dalam ceramahnya mantan Kakan Kemenag Kabupaten Solok mengingatkan jemaah bahwa datang ke Tanah Suci bukan untuk mengangkat martabat di mata tetangga dan masyarakat, akan tetapi untuk beribadah kepada Allah menunaikan rukun Islam ke lima.

“Luruskan niat, datang ke tanah suci untuk beribadah karena Lillahi Ta’ala sekaligus momentum meningkatkan kualitas diri melalui penyempurnaan ibadah setelah berkesempatan menjejakan kaki di Baitullah,” H. Syahrul Wirda mengingat jemaah.

02604 haji kab solok d

Putra Sariak Alahan Tigo ini juga mengingatkan dalam beribadah tidak boleh memperturutkan nafsu. Artinya meski telah berada di Makkah, jangan memaksakan diri untuk selalu datang ke Masjidl Haram. Meski menggunakan bus shalawat dari hotel, dengan sesaknya suasana Masjidil Haram dapat menguras energi yang sangat dibutuhkan pada puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah dan Mina nantinya.

BACA JUGA  Ketua PMI Pasbar Buka Rakor Lanjutan Persiapan Peringatan HUT PMI ke-77 Tahun 2022 

“Yang terpenting, adalah ikut petunjuk dari Ketua Kloter, Ketua Rombongan dan Ketua Regu serta mematuhi rambu dan aturan yang telah ditetapkan oleh Kerajaan Saudi maupun PPIH yang ada disana nantinya,” tutup H. Syahrul Wirda

Usai mendengar tausiah, pelepasan secara resmi dilakukan dengan pemasangan Scraft warna hijau berlogo Kabupaten Solok sebagai identitas jemaah haji dari Ranah Lima Danau. Diawali oleh Sekda Medison, Kakan Kemenag Kabupaten Solok H. Zulkifli dan Ketua TP PKK Kabupaten Solok Hj. Emiko Epyardi Asda yang pada kesempatan tersebut juga memberikan cendera mata berupa kain sarung pada setiap jemaah haji. Fendi

Berita Terkait :

Facebook Comments

Google News