Solok, SuhaNews – Korban terakhir longsor tambang emas di Sungai Abu kecamatan Hiliran Gumanti Kabupaten Solok berhasil dievakuasi tim gabungan, Minggu (29/9) pagi.
“Korban diketahui bernama Sugeng, namun data lengkapnya nanti akan dilakukan identifitasi terlebih dahulu,” ujar Kalaksa BPBD Kabupaten Solok Irwan Efendi yang ikut bersama tim gabungan di posko induk.
Jenazah korban digotong dengan menggunakan tandu melewati medan yang lumayan sulit ditempuh dengan jalan kaki dari lokasi penemuan hingga ke posko induk di Muaro.
“Denngan ditemukan korban ini, berarti sudah 13 korban meninggal dunia dan 12 orang luka-luka,” ulas Irwan .
Sebelumnya, sejak peristiwa longsor tambang emas ini terjadi, tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kabupaten Solok, Kabupaten Solok Selatan, Basarns, TNI, POLRI, Damkar Kabupaten Solok, PMI dan masyarakat berjibaku mencari dan mengevakuasi para korban.
Jarak dari posko Induk ke lokasi sekitar empat sampai enam jam berjalan kaki. Longsor ini sendiri diperkirakan terjadi akibat curah hujan tinggi dilokasi sebelum kejadian yang mengakibatkan material di lokasi menjadi labil. Nop | Moentjak
Berita Terkait :
- MAN 1 Solsel Berduka, Walimuridnya Salah Satu Korban Tambang Sungai Abu
- ini Data 18 Korban Longsor Tambang di Sungai Abu yang Sudah Dievakuasi
- Damkar dan PMI Kab. Solok Ikut Tim Gabungan Evakuasi Korban Longsor Tambang di Sungai Abu
- Sudah 18 Korban Longsor Tambang Sungai Abu Berhasil Dievakuasi, 11 Meninggal Dunia
- 3 Korban Meninggal Tambang Longsor di Sungai Abu Merupakan Warga Talang Babungo
- Tambang di Sungai Abu Longsor, 11 Orang Dilaporkan Meninggal
- Longsor, Akses Sungai Abu ke Talang Babungo Putus Total
- Pui, Warga Sungai Abu, Hiliran Gumanti Hilang Diseret Arus Sungai



Facebook Comments