SuhaNews – Kemenangan tipis 1-0 atas Lecce, cukup bagi AC Milan untuk tetap menempel Inter Milan di puncak klasemen sementara Liga Italia. Skuad Massimiliano Allegri masih berpeluang meraih scudeto usai mengamankan tiga poin penting saat menjamu Lecce pada pekan ke-21 Liga Italia 2025/2026 di San Siro, Senin (19/01/2026).
Satu-satunya gol Rossoneri dalam laga ini dilesakkan oleh Niclas Fullkrug di menit ke-76. Hasil ini terasa krusial karena Milan sempat kesulitan membongkar pertahanan Lecce sepanjang laga. Tekanan besar diberikan sejak awal, tetapi gol baru tercipta di babak kedua.
Baca juga: Serie A: Hantam Como 3-1, AC Milan Kokoh di Posisi Runner-up
Laga ini sempat memunculkan kekhawatiran akan terulangnya masalah lama Milan saat menghadapi tim papan bawah. Namun, skuat asuhan Massimiliano Allegri menunjukkan kematangan yang berbeda.
Selain soal hasil, pertandingan ini juga menyimpan sejumlah pelajaran penting bagi Milan dalam persaingan musim ini. Dari solidnya pertahanan hingga efektivitas pergantian pemain, semuanya terlihat jelas.
Clean Sheet
Salah satu catatan paling menonjol dari laga ini adalah keberhasilan Milan menjaga gawang tetap perawan. Clean sheet ini menjadi angin segar setelah beberapa laga sebelumnya Rossoneri kerap kebobolan.
Lecce nyaris tidak memberi ancaman berarti sepanjang pertandingan. Mike Maignan menjalani laga yang relatif tenang karena lini belakang Milan tampil disiplin dan terorganisir.
Pujian juga layak diberikan pada sang defender anyar yakni Koni De Winter. Bek muda asal Belgia itu melanjutkan performa apiknya setelah laga melawan Como.
Pada usia 23 tahun, De Winter mulai menunjukkan bahwa dirinya bisa menjadi aset penting Milan. Ketenangannya dalam membaca permainan membantu Milan meredam serangan lawan.
Jempolan dari Allegri
Massimiliano Allegri patut mendapat pujian atas caranya mengelola pertandingan ini. Milan tampil agresif di awal laga sebelum menurunkan tempo secara terkontrol di pertengahan babak pertama.
Pendekatan ini membuat Milan tetap dominan tanpa kehilangan keseimbangan. Di babak kedua, intensitas kembali ditingkatkan dengan sejumlah peluang berbahaya tercipta.
Meski ada peluang yang terbuang, termasuk dari Christian Pulisic, Allegri tetap tenang membaca situasi. Ia menunggu momen yang tepat untuk melakukan perubahan.
Keputusan krusial datang sekitar menit ke-73 saat Allegri memasukkan Niclas Fullkrug. Hanya tiga menit berselang, pergantian itu langsung berbuah gol penentu kemenangan.
Sinyal Positif Jashari
Ardon Jashari perlahan mulai menunjukkan kualitas yang diharapkan sejak kedatangannya. Setelah sempat terganggu cedera, laga melawan Lecce menjadi salah satu penampilan terbaiknya musim ini.
Gelandang muda itu tampil kuat dalam duel dan cermat dalam merebut bola. Perannya dalam melindungi lini belakang terlihat sangat penting.
Jashari juga menunjukkan visi bermain yang menjanjikan lewat beberapa umpan progresif. Meski belum sepenuhnya berani mengambil risiko, kontribusinya terasa signifikan.
Pergerakannya tampak semakin tajam dan percaya diri. Ini menjadi sinyal positif jelang rangkaian laga berat melawan tim-tim papan atas.
Saelemaekers Bersinar
Alexis Saelemaekers kembali menunjukkan peran pentingnya di sisi sayap. Pemain asal Belgia itu tampil lebih ofensif dibandingkan beberapa pekan terakhir.
Ia aktif melakukan dribel dan menciptakan ruang di sepertiga akhir lapangan. Kreativitasnya menjadi salah satu sumber utama tekanan Milan ke pertahanan Lecce.
Namun, kontribusi terbaiknya datang pada momen krusial. Saelemaekers mengirimkan umpan matang yang diselesaikan Fullkrug menjadi gol kemenangan.
Performa ini menunjukkan potensinya saat diberi kebebasan menyerang. Tapi sayangnya Milan kini harus ketar-ketir setelah sang pemain tampak mengalami cedera hingga paha kirinya harus dikompres es. Pasalnya Saelemaekers tak punya pelapis yang sepadan.
Fullkrug, Solusi Milan Hadapi Tim-tim Papan Bawah

Niclas Fullkrug kembali membuktikan mengapa ia dibutuhkan Milan. Masuk dari bangku cadangan, striker Jerman itu langsung memberi dampak nyata.
Ia hanya membutuhkan satu peluang bersih untuk mencetak gol. Kehadirannya di kotak penalti memberikan dimensi berbeda dalam serangan Milan.
Selama ini, Milan kerap kesulitan menghadapi tim-tim papan bawah dengan pertahanan rapat. Fullkrug menawarkan solusi lewat fisik dan insting golnya.
Gol ini menjadi kontribusi penting dalam perburuan gelar. Jika terus tampil efektif, Fullkrug bisa menjadi pembeda dalam laga-laga krusial.
Baca juga: Serie A: Hantam Torino 2-0, Paulo Dybala Kembali Sumbang Gol untuk AS Roma
Sumber: Bola.net



Facebook Comments