Memancing di Batang Pulakek, Sudah 4 Hari, Buyung Belum Ditemukan

Solok Selatan, SuhaNewsPergi memancing ke Batang Pulakek, Kecamatan Sungai Pagu Kabupaten Solok Selatan sejak Sabtu (28/12) malam, Rusdianto alias Buyung belum pulang hingga Rabu (1/1) ini. Diduga korban hanyut terseret arus deras Batang Pulakek ini.

“Pencarian sudah dilakukan hingga ke Ulu Bangko,” ujar Henri, warga Solok Selatan.

Kapolres Solok Selatan melalui Kapolsek Sungai Pagu Harry Mariza Putra, menjelaskan, begitu menerima informasi adanya warga yang hilang, setelah pergi memancing ke Batang Pulakek, ia bersama anggota langsung turun ke lokasi, menelusuri keberadaan korban sebelum hilang.

“Korban diduga hanyut terseret Batang Pulakek,” jelas Harry Mariza.

Rusdianto, panggilan Buyung, (45) merupakan warga jorong Pulakek Tangah, Nagari Pulakek, Kecamatan Sungai Pagu. Ia memang sering pergi memancing. Pada Sabtu malam itu ia pergi sendirian. Ia meningggalkan rumah sekitar pukul 20.00 WIB. Ia sering memilih lokasi memancing di sungai yang berlokasi  di Jorong Ampalu, Nagari Alam Pauh Duo, Kecamatan Pauh Duo.

“Sampai Minggu (29/12) pagi Rusdianto tidak kembali,” ujar Staf ahli Bupati Solok Selatan, Novrizon.

Karena tidak kunjung pulang, orang tua dan istrinya cemas. Informasi ketidakpulangan Buyung usai memancing menyebar dengan cepat. Kepolisian, BPBD dan masyarakat pun segera menelusuri perjalanan Buyung.

“Sudah empat hari, belum ditemukan keberadaan Buyung,” jelas beberapa warga Solok Selatan.

Hingga sekarang, yang bisa dijadikan barang bukti bahwa yang bersangkutan pergi memancing hanya sepeda motor korban yang biasa dititip di rumah  temanya, Peri. Kendaraan tersebut masih terparkir di sini. Sementara Buyung pergi memancing sendirian. Sehingga tidak ada saksi mata, yang menyatakan bahwa Buyung terseret Batang Bulakek.

Sementara Kabid  Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Solok Selatan, Rusdi Harmen yang ditemukan secara terpisah mengatakan bahwa hilangnya dengan belum ditemukannya Buyung, berarti sudah empat korban jiwa akibat luapan air di Solok Selatan.

BACA JUGA  Kelompok Tahsin Ath-Phayyibah Binaan PAI Bukittinggi Gelar Khatam Tahsin

Sebelumnya seorang peburu  babi hutan, Irda Wahyudi ditemukan tidak bernyawa setelah terseret batang sangir. (baca: Berusaha  Menyelamatkan Anjing, Peburu Tewas Terseret Arus Sungai Batang Sangir).

Tidak jauh dari lokasi korban menitipkan sepeda motornya, terdapat sebuah jembatan besi. Jembatan berlantai kayu ini terlihat licin. Di bawahnya, arus sungai mengalir deras, apalagi pada malam itu debit air terpantau tinggi.

“Kita masih melakukan pencarian,” ujar Kapolres Solok Selatan melalui Kapolsek Sungai Pagu AKP Harry Mariza Putra.

reporter : ARD  editor Leto  

Baca Juga :

Facebook Comments

Google News