SuhaNews | Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak umat Islam menjadikan Ramadan sebagai momentum untuk mengevaluasi kualitas keimanan dan memperkuat kepedulian sosial. Hal itu disampaikan Menag saat mengisi kuliah subuh di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya, Sabtu (7/3/2026).
Menag mengatakan bahwa keimanan seorang Muslim memiliki tingkatan. Karena itu, Ramadan perlu dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas iman sebagaimana dianjurkan Nabi Muhammad SAW. “Di bulan Ramadan mari kita mengevaluasi tingkatan martabat kita. Orang beriman itu levelnya bertingkat-tingkat. Seperti yang dianjurkan Rasulullah SAW, mari kita upgrade keimanan kita,” ujar Menag.
Kualitas keimanan juga ditandai dengan bagaimana seseorang menyikapi rasa syukurnya kepada Allah. Ia menekankan bahwa rasa syukur tidak cukup hanya diucapkan, tetapi perlu diwujudkan melalui kepedulian terhadap sesama. Menurutnya, seseorang baru dapat disebut bersyukur apabila mampu berbagi dengan orang lain.
“Baru bisa kita disebut bersyukur jika kita berbagi,” katanya. umat umat umat
Menyikapi rasa syukur juga, lanjut Menag, perlu ada kelapangan hati menerima segala takdir yang diberikan oleh Allah SWT. termasuk menerima segala penderitaan, penyakit, musibah, karena seorang muslim percaya bahwa segala sesuatu yang baik maupun yang kurang baik hanya datang dari Allah semata.
“Tidak mungkin ada sesuatu yang buruk yang bersumber dari yang Maha Baik. Karena itu, syukuri apapun dari Allah,” lanjut Menag menerangkan makna syukur.
Selain itu, Menag mengingatkan pentingnya kesucian lahir dan batin dalam menjalankan ibadah. Ia menilai kebersihan fisik saja belum cukup jika tidak disertai dengan kebersihan hati.
“Kalau hanya fisik bersih tetapi hati atau batinnya belum bersih maka belum disebut thaharah (suci),” ujarnya.
Melalui momentum Ramadan, Menag juga mengajak masyarakat memperbaiki cara pandang terhadap kehidupan dengan memperkuat hubungan spiritual dengan Tuhan. “Perbaiki pandangan hidup kita. Hiduplah dengan penuh kemelekatan dengan Tuhan,” pesan Menag.
Kuliah subuh yang digelar di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya dihadiri sekitar 1.000 jamaah dari berbagai kalangan masyarakat. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Menag dalam penguatan keagamaan selama Ramadan. (*)
Berita Terkait :
- Menag Nasaruddin Umar Minta Maaf Terkait Pernyataan Zakat
- Menag Nasaruddin Umar Harap Iman dan Taqwa jadi Fondasi Birokrasi Bersih
- Menag Nasaruddin Umar Jelaskan pada KPK Kunker ke Sulsel pakat Jet Pribadi
- Menag Dorong Mahasiswa Perkuat Tradisi Akademik di Tengah Dinamika Era Digital
- Penguatan Bahasa Inggris Guru Madrasah Kunci Daya Saing Global



Facebook Comments