MTsN 1 Bukittinggi Gelar Lokakarya Implementasi Kurikulum Merdeka

MTsN 1 Bukittinggi Gelar Lokakarya Implementasi Kurikulum Merdeka
Bukittinggi, SuhaNews – Lokakarya Implementasi Kurikulum Merdeka lingkungan MTsN 1 Bukittinggi dilaksanakan selama dua hari di Mifan Padang Panjang, 20-21 Juni 2022. Kegiatan tersebut mendatangkan pembicara yang ahli dibidangnya dengan tema “Melalui Lokakarya dan Rapat Kerja Kita Tingkatkan Kinerja dan Prestasi”. Hal ini seperti yang disampaikan Hj. Eva Angraini, Selasa (21/06).

Kakan Kemenag Kota Bukittinggi H. Eri Iswandi saat memberikan arahan menyampaikan apresiasi kepada tenaga pendidik dan kependidikan di MTsN 1 Bukittinggi atas atas kecintaan terhadap Madrasah. “Kalau tidak cintanya kepada Madrasah mungkin bapak/ibuk tidak mau mengikuti kegiatan ini dengan suasana kekeluargaan apalagi kegiatan diadakan diluar lingkungan madrasah,” kata H. Eri Iswandi mengawali arahannya.

Selanjutnya kata Kakan Kemenag ini. “Kedepan kalau bisa madrasah dapat melakukan kegiatan yang lebih luas seperti Family Gathering yang dikemas sebagai ajang silaturrahmi, menambah keakraban dan persaudaraan serta yang tak kalah penting menambah wawasan sehingga outputnya dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat terkait pendidikan,” katanya lagi

Dalam pengembangan madrasah kedepan ada program yang tidak bisa di elakan yaitu digitalisasi pendidikan atau pembelajaran berbasis digital. “Kita harus siap mengikuti setiap perkembangan teknologi. Kedepan kita harus mencari dan menyusun kisi-Kisi pembelajaran berbasis digital sesuai tuntutan zaman saat ini. Mandiri dan berprestari kekuatannya ada  di Madrasah. Berusaha bersama  masyarakat menjadikan Madrasah mandiri, disamping itu guru harus ditingkatkan Kompetensinya yaitu  Kompetensi  Pedagogik, Profesional, Kepribadian, Sosial dan juga meningkatkan prestasinya. Diantara ciri Kurikulum Merdeka, PTK mampu beradaptasi dengan Perubahan, tidak ada pemaksaan terhadap peserta didik, dan Guru (Ustadz/Ustadzah) yang ahli dibidangnya serta menjadi Pendidik Teladan (Rol Model) serta berfikir jauh kedepan (progresif),” ujar Kakankemenag ini.

Menjadi pendidik teladan bukan hanya tugas seorang guru, tapi juga orang tua dirumah ditambah lingkungan, hal inilah yang harus dibahas dalam kegiatan lokakarya. Tak lepas dari perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi bagaimana menjadikan pendidikan kedepannya menjadi lebih baik lagi.

BACA JUGA  Siswa SLB Ikhlas Bukittinggi Ikuti Khatam Al Qur'an

“Dalam mendidik harus ada kolaborasi antara pendidik dan kependidikan sesuai pepatah Minangkabau nan buto pahambuih lasuang, nan pakak palapeh badie, nan lumpuah pahuni rumah, nan kuek paangkuik baban, nan jangkuang jadi panjuluak, nan randah panyaruduak, nan pandai tampek batanyo, nan cadiak bakeh baiyo, nan kayo tampek batenggang. Saciok bak ayam sadanciang bak basi,” Katanya lagi. Yal

Berita TErkait :

Facebook Comments

loading...
Artikulli paraprakSudah 9 Jamaah Haji Meninggal di Tanah Suci, 1 dari Sumbar
Artikulli tjetërCerita Alumni Universitas Pertamina: Raih Beasiswa Hingga Kerja di Perusahaan Ternama