Nagari Minangkabau Panen Raya, Gubernur Puji Ketangguhan Petani

155
minangkabau
Batusangkar, SuhaNews – Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno bersama Kapolda Irjen Pol Toni Hermanto, Bupati Tanah Datar diwakili oleh Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi dan Pembangunan Nusirwan melakukan panen raya  Rabu, (08/07/2020) di Sawah Padang, Nagari Minangkabau, Kecamatan Sungayang, Tanah Datar.

Kegiatan panen raya ini dihadiri oleh Forkompinda, Kepala Dinas Pertanian Tanah Datar Yulfiardi dan undangan lainnya.

Sektor pertanian di Sumatera Barat tetap mampu bertahan dalam kondisi sulit dan menjadi penyangga utama ketahanan pangan masyarakat,” ujar Gubernur Sumbar Irwan Prayitno.

Tanah Datar, jelas Irwan Prayitno, bisa panen raya pada masa pandemi Covid-19. Ini membuktikan bahwa sektor pertanian di Sumatera Barat mampu swadaya beras, bahkan sebagai pemasok beras ke provinsi tetangga.

minangkabauSementara Wali Nagari Minangkabau Imhar,mengatakan bahwa mayoritas penduduknya adalah petani. Untuk meningkatkan hasil pertanian masyarakat, Nagari Minangkabau membutuhkan dukungan pemerintah baik dari pemerintah provinsi, pusat maupun pemerintah kabupaten.

“Indeks Penanaman (IP) di nagari Minangkabau mencapai 2,7 per tahun,” jelas Imhar.

Panen raya dengan varietas Bujang Marantau di areal kelompok Tani Sawah Padang ini seluas 5 ha dengan potensi panen 60 ha.

Untuk meningkatkan IP menjadi 3,0, sebut Imhar, nagari Minangkabau mengharapkan perbaikan saluran irigasi dan ketersediaan pupuk bersubsidi bagi masyarakat.

“Petani di nagari Minangkabau telah memberikan kontribusi nyata terhadap upaya peningkatan produksi dan produktivitas padi di kabupaten Tanah Datar,” ujar Bupati Tanah Datar diwakili Staf Ahli Bupati Bidang Ekobang Nusyirwan.

Saat ini provinsi Sumatera Barat, jelas Nusyirwan, merupakan salah satu lokasi proyek prioritas pangan pada RKP tahun 2020. Karena itu, Pemkab Tanah Datar berharap dapat dijadikan sebagai lokasi pelaksanaan proyek nasional ketahanan pangan untuk mewujudkan swasembada pangan.

“Kalau hal ini dapat direalisasikan, tentu akan  sejalan dengan program pemerintah kabupaten Tanah Datar dalam upaya menjadikan sektor pertanian sebagai andalan di samping sektor pariwisata,” ujar Nusyirwan.

Gerakan pengembangan pemberdayaan pertanian, jelas Nusyirwan, adalah upaya membangun swadaya dengan mendorong dan memotivasi serta membangkitkan kesadaran masyarakat akan potensi yang ada. Hal ini untuk mengembangkan sektor pertanian dan ekonomi kerakyatan di kabupaten Tanah Datar.

“Tanah Datar adalahh daerah agraris karena kita memiliki lahan pertanian yang luas yang menjadi penyangga produksi pangan dan sebagai modal kesejahteraan masyarakat,” kata Gubernur  Irwan Prayitno.

Provinsi Sumatera Barat, jelas Irwan, termasuk 9 daerah penyangga supply pangan terbesar yang mengirimkan pasokan pangan keluar provinsi.Tanah Datar merupakan salah satu sentra produksi pertanian di Provinsi Sumatera Barat.

“Pendapatan Domistik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Tanah Datar 30 persen bersumber dari pertanian, dengan rata-rata produksi, 5,7 ton,’ tambah Irwan Prayitno.

Ada daerah yang bisa mencapai 8 ton hingga 12 ton. Inilah yang perlu lebih ditingkatkan dengan perbaikan teknologi, penyediaan bibit unggul, pupuk, perbaikan irigasi,  atau cetak sawah baru, dan mencegah alih fungsi lahan.

minangkabau“Indeks Pertanaman (IP) di Tanah Datar mencapai 2,7. Hal ini di atas rata-rata provinsi Sumatera Barat yakni sebesar 1,8,” jelas Irwan Prayitno.

Ini merupakan suatu hal yang sangat menggembirakan. Hal ini akan berpengaruh pada kesejahteraan petani. Provinsi Sumatera Barat tidak terlalu terdampak dengan bencana pandemi covid 19, yang lebih banyak menyasar sektor industri,” tambahnya.

Gubernur Irwan Prayitno mengapresiasi para petani, yang tetap bekerja meskipun dalam situasi pandemi .

“Kita tetap bekerja, tetap panen, dan tetap produktif, tentunya dengan mengikuti protokol kesehatan di masa new normal ini,” jelas Irwan Prayitno.

Reporter: Dajim      Editor: Wewe

Baca Juga:

 

Facebook Comments

loading...