SuhaNews | Operator bus Antar Kota Antar Propinsi Sumatera Barat (AKAP) yang melayani rute Sumbar – Jabodetabek – Bandung dan sebaliknya memberlakukan kenaikan tarif (tuslagh) mulai 9 Maret 2026 mendatang.
Kenaikan setiap PO bervariasi mulai dari seratus lima puluh ribu rupiah sampai tertinggi tiga ratus ribu rupiah), begitu juga dengn masa berlaku yang bertingkat dan berlawanan arah.
Beetingkat diberlakukan mulai 9 Maret sampai H+1 Idul Fitri dengan tiga tingkatan, dan sebagai perusahaan ada yang memakai pola dua tingkatan.
Sedangkan berlawanan arah, tuslagh diberlakukan dari Jabodetabek menuju Sumbar mulai 9 Maret 2026 sampai H+1, sedangkan dari Sumbar menuju Jakarta tarif normal masih berlaku. Begitu juga sebaliknya. Tarif tertinggi dari Sumbar diberlakukan sejak H+1 secara menurun akan normal kembali pada 5 April 2026 mendatang.
Banyak pihak yang mempertanyakan, kenapa tarif tuslagh bus AKAP tujuan Sumbar ini naiknya sampai setinggi itu. Jawabannya, karena semua bus yang melayani rute ini kelasnya Non Ekonomi. Yang diatur oleh Kementerian Perhubungan dalam penetapan tarif angkutan lebaran adalah bus ekonomi.
Salah satu pengurus perwakilan PO bus di terminal Bareh Solok yang biasa dipanggil Mamak kepada SuhaNews mengungkapkan, besaran tarif yang ditetapkan masing-masing perusahaan mempertimbangkan banyak hal selama arus mudik dan arus balik. Salah satunya meningkatnya operional yang juga menyebabkan cost meningkat, baik di armada yang berjalan, kantor hingga pool.
“Saat armada sibuk putar balik secara nonstop, yang berkurang istirahatnya bukan cuma awak bus dan sparepart mobil, tetapi juga petugas loket, petugas di kantor yang menagtur jadwal dan awak bus, sampai mekanik di pool yang mempersiapkan armada sebekum keberangkatan, semua kami juga lembur, kenaikan ongkos itulah pembayar lembur kami, agar kami bisa pula merasakan hari raya seperti pekerja lainnya dengan adanya tambahan gaji,” ujar Mamak. tuslagh
Dikatakannya, selama ini masyarakat sering menuding, penumpang sudah melimpah kenapa mesti dinaikan lagi ongkosnya. Mereka lupa dengan bertambahnya operasional costnya juga bertambah. Moentjak
Berita terkait :Â
- PO. Miyor Jual Tiket Armada Tambahan Tarif Terjangkau
- PO. NPM Mulai Operasikan Armada Tambahan Jelang Lebaran 2026
- Mudik ke Sumbar Naik Bus Tronton MIYOR, Ini Tarif Lebaran 2026
- Ini Tarif Tiket Lebaran 2026 dari PO. MPM
- Persiapkan Armada Tambahan, PO. TAM Rilis Harga Tiket Lebaran 2026
- Rayo di Kampung Naik Bus ANS, Ini Tarif Lebaran 2026
- Rutenya ke Medan Hingga Sukabumi, Ini Tarif PO. Transport pada Lebaran 2026



Facebook Comments