New Normal, Kabupaten Solok Fokuskan di Kecamatan dan Nagari

373
new normal
Arosuka, SuhaNews – Pemkab Solok lakukan sosialisasi pedoman pola kehidupan baru (New Normal) kepada Forkopimda, Camat, Wali Nagari, Rabu (3/6) di Ruang Solinda, Arosuka.

Kegiatan diikuti oleh Bupati Solok H. Gusmal, Assisten I Edisar, Kadis DPMN Feris Novel, Kasdim Solok, Kejari Solok, Kabag Ops Solok Arosuka, Kakan Kesbangpol Junaidi, Kabag Pemerintahan Syahrial, Kabag Kesra, Camat dan Wali Nagari se Kab. Solok.

“Pada tatanan kehidupan baru (New Normal), kehidupan masyarakat dari segi kesehatan maupun dari segi sosial ekonomi harus segera dipulihkan,” ujar Bupati Solok, H. Gusmal.

Yang perlu dilakukan adalah perubahan perilaku atau menerapkan kehidupan pola hidup baru dengan menjalankan protokol kesehatan covid-19. Mengembalikan kepercayaan diri masyarakat melalui perubahan perilaku dengan menerapkan pola hidup baru dalam beraktifitas.

“Dibutuhkan kreativitas dan inovasi guna melahirkan terobosan baru di bidang kesehatan dalam pencegahan penyebaran Covid 19,” jelas Bupati Gusmal.

Pembiasaan baru, sesuai dengan protokol kesehatan, jelas Gusmal, adalah dengan sering mencuci tangan pakai sabun pembersih, memakai masker, menjaga jarak, serta meniadakan budaya berpelukan dan bersalaman.

“Sudah sebulan lebih Kabupaten Solok melaksanakan PSBB dan akan berakhir pada 7 Juni 2020,” jelas Gusmal.

new normal
Peserta Sosialisasi New Normal di Gedung Solinda Arosuka

Pada Minggu, 7 Juni 2020, jelas Gusnal, kembali dilakukan video conference dengan Gubernur Sumbar bersama Bupati/Walikota se- Sumatera Barat untuk membahas PSBB, apakah diperpanjang atau memasuki fase new normal.

“Kalau PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) diperpanjang maka¬† ekonomi akan stagnan,” jelas Gusmal.

Tatanan baru atau New Normal, jelas Gusmal, intinya adalah memperlonggar PSBB. Aktivitas yang dilakukan aman dan harus menjalankan protokoler kesehatan.

“Setiap aktivitas harus disesuaikan dengan protokoler kesehatan,” jelas Gusmal.

Di Kabupaten Solok, papar Gusmal, basis new normal berada di kecamatan dan di nagari. Semua akan bekerja keras untuk menertibkan aktivitas.

“Pemerintah pusat menurunkan TNI, Polri sebanyak 340 ribu di 4 provinsi,¬† Provinsi DKI, Jawa Barat, Sumatera Barat dan Gorontalo untuk mendisiplinkan masyarakat,” papar Gusmal.

Camat, Wali Nagari diharapkan mengedukasi pengurus pasar, masjid dan tempat sosial lainya untuk menjalankan protokoler kesehatan dalam memasuki tatanan kehidupan baru atau fase new normal ini. Wewe

Baca Juga:

Facebook Comments

loading...