SuhaNews | Bus Antar Kota Antar Propinsi (AKAP) yang melayani rute Jakarta – Sumbar saat ini semuanya tergolong bus non ekonomi, sehingga tarif yang ditetapkan tidak harus mengacu pada aturan tuslagh Kemenhub, tetapi lebih pada fasilitas yang ditawarkan masing-masing operator.
Untuk kelas terendah saat ini adalah bus kapasitas 40 seat yang dilengkapi AC, Toilet dengan konfigurasi bangku 2-2. Sedangkan yang tertinggi adalah Presiden Class yang merupakan kelas sleeper berada dibagian atas kabin kemudi dengan konfigurasi 1-1. Yang dominan saat ini, adalah kelas legrest yang memiliki nama berbeda disetiap perusahaan dan merupakan layanan premium. ekonomi ekonomi ekonomi ekonomi ekonomi ekonomi
Berikut pilihan bus Antar Kota Antar Propinsi (AKAP) yang melayani rute Sumbar – Jabodetabek – Bandung

PO. NPM, sang legenda dari Padang Panjang
Perusahaan bus yang sekarang dikelola oleh generasi ketiga ini, merupakan operator yang memilki armada paling banyak saat ini. Selian dominan di rute Sumbar – Jabodetabek Bandung, PO. NPM juga merambah rute Riau – Jakarta Bandung dengan kelas layanan Sutan Class.
Saat ini PO. NPM memiliki dua kelas layanan yakni Executive Plus dan Sutan Class. Untuk Executive plus, masing-masing armada memiliki kapasitas 40 seat yang dilengkapi AC, Toilet, smoking area dengan konfigurasi seat 2-2 dilengkapi smoking area. Armada menggunakan mesin mercedes Benz OH1525 dan OH1526. Sedangkan Sutan Class memakai mesin Mercedes Benz OH1626 Air Suspensions, kelebihan dari kelas executive plus seat menggunakan legrest serta selimut.
Memperkuat identitas sebagai pemain lama, PO. NPM menghadirkan dua unit khusus dengan livery lawas, selian livery dua unit ini juga memakai transmisi matic.

PO. ANS, senior yang pernah menempuh rute Banda Aceh hingga Denpasar
Bertahan dalam masa-masa sulit bisnis bus AKAP akibat gemouran tiket pesawat murah, PO. ANS bangkit dengan corak biru sebagai identitas baru. Awal bangkit pada tahun 2018, hadir menggunakan mesin OH1526 memakai body Grand Tourismo. Unitnya terus bertambah hingga sekarang.
Salah satu tonggak kebangkitannya adalah pada akhir tahun 2020 merilis kelas layanan Royal class. Masih menggunakan konfigurasi seat 2-2, namun telah dilengkapi legrest dengan kapasitas per unit hanya 30 seat. Selain itu armada menggunakan chasis Mercedes Benz OH1626 Air Suspensions dengan body model Patriot.
Setelah seat dengan legrestnya ditiru oleh kompetitor, PO. ANS membuat gebrakan baru dengan layanan yang diberi nama Luxury Class, yakni yang hanya diisi oleh 26 seat yang setiap tempat duduk memiliki dua legrest untuk selonjoran.
Saat ini PO. ANS memiliki tiga kelas layanan, yakni Executive 36 seat, Royal Class 30 Seat dan Luxury Class 26 seat..

PO. Gumarang Jaya, pemain lama yang punya pelanggan setia
Pernah juga menyandang status Po bus yang memiliki armada terbanyak, hingga harus membagi dua dengan nama Lampung Jaya, PO Gumarang Jaya bangkit dan terus berbenah melakukan peremajaan pada armadanya.
Teranyar, peremajaan pada unit kelas Executive memakai mesin Hino yang disematkan body Legacy SR3. Sedangkan unit Maunjua Class yang menjadi kelas tertinggi menggunakan chasis Mercedes Benz OH1626 matic transmision. Dari sisi livery, untuk membedakan kedua kelas ini, PO. Gumarang Jaya menyematkan siluet kuda warna putih pada unit Mauunjua Class.
PO. Transport Express, dari utara hingga ke Sukabumi
Termauk pemain lama di lintas Sumatera – Jawa, PO. Transport Express juga mengikuti tren penumpang. Dikahir tahun 2025 lalu baru saja menghadirkan dua unit bus dengan livery lawas berwana silver, warna yang menjadi kelas tertinggi dari PO ini saat kelas super excutive 2-1 menjadi kelas utama di bisnis bus AKAP Sumbar.
Kini livery lawas itu dipakai pada unit Kudo Gadang yang menjadi kelas teringgi saat ini. Kelas yang berisikan 30 seat yang dilengkapi legrest ini juga barusaja membuat gebrakan dengan berangkat malam dari Sumbar tujuan Bandung dan sebaliknya dengan memilih jalur lintas tengah. Sebuah terobosan disaat semua armada AKAP Sumbar tujuan Jakarta memakai rute Lintas Timur via Tol Trans Sumatera.
PO. Transport Express saat melayani rute Lubuk Basung – Medan dan Lubuk Basung – Jakarta – Bandung menyediakan dua kelas layanan, yakni Ninik Mamak 40 seat dan Kudi Gadang 30 seat legrest. ekonomi ekonomi ekonomi

PO. Family Raya Ceria, rute terpanjang hingga ke Jogjakarta
Menjadi pemain lintas sumatera yang memiliki rute terpanjang dari Sumbar saat ini, membuat PO. Family Raya Ceria sangat selktif dalam memiluh armada. Namun bukan berarti perusahaan yang memulai debutnya dengan bisnis rumah makan ini tak memiliki armada anyar dan kekinian. Di rute Padang – Jambi, kemewahannya menjadi pilihan utama. Begitu juga demgan armada medium dan Hi Ace di rute Bangko – Jambi, FRC tmpil mempesona.
Namun untuk rute jauh Pesisir Selatan – Jogjakarta, Family Raya tampil santai, karena pelanggan setianya di jalur lintas tengah telah menunggu kehadirannya.
PO. MPM, tampil khas dengan mesin Hino dan simbol rumah gadang
Pertama kali muncul pada lebaran 2018 silam, dengan armada AC non toilet yang rumornya saat itu armada merupakan kontrak / kerjasama dengan salah satu operator bus pariwisata. Namun melihat respon pasar yang bagus, akhirnya PO. Mutia Putri Mulia membeli armada sendiri sekaligus livery sendiri dengan siluet rumah gadang warna merah sebagai ciri khasnya.
Ciri khas lainnya dari perusahaan ini adalah memakai mesin dan chasis Hino yang mampu tumbuh dan bersaing dengan kompetitor yang menggunakan mesin dan chasis Mercedes Benz. Untuk body dominan menggunakan produk karoseri Laksana, namun ada beberapa unit yang menggunakan produk karoseri Adiputro dengan model Jetbus3.
Selain itu, PO yang dimiliki oleh pengusaha asal Simabur Kabupaten Tanah Datar ini juga memiliki rumah makan sendiri yakni di Kabupaten Dharmasraya Sumatera Barat dan Kalianda propinsi Lampung.
Untuk kelas layanan juga menyediakan seat yang dilengkapi legrest serta executive 2-2 yang dilengkapi AC, Toilet.


PO. Palala, satu kelas layanan sebagai ciri khasnya
PO. Palala Muncul tahun 2022 dengan satu kelas layanan yakni Panorama Class, bus besutan pengusaha muda asal Ampang Kualo kota Solok ini mencuri perhatian penumpang bus di Sumatera Barat. Karena kemewahan yang disajikan, mulai dari legrest serta AVOD di setiap seat serta bad cover sebagai selimutnya.
Peusahaan yang diawalnya mengoperasikan empat bus di rute Kuranji / Payakumbuh – Jakarta – Klari / Kerawang ini tumbuh dengan salah satu layanan yang menggebrak yaitu mewajibkan semua unit berhenti saat solat Subuh, Magrib dan solat Jumat. Yang kemudian menginspirasi dan diikuti oleh para kompetitor meski bukan mewajibkan. ekonomi ekonomi ekonomi
PO. Miyor, punya banyak armada dan banyak pilihan layanan
Mulai beroperasi pada lebaran tahun 2024 lalu dengan armada anyar dari karosri Laksana, karoseri Adiputro serta karoseri Tentrem, PO. MIYOR tampil sebagai bus mewah dengan menjadikan seat legrest kelas terendah dan dream class / sleepr sebagai kelas tertinggi.
Perusahaan ini terus tumbuh dan menambah armada dengan memakai produk karoseri Morodadi Prima dan karoseri New Armada, dengan demikian produk unggulan dari karoseri ternama menjadi koleksi perusahaan yang mengusung tagline Sawahlu nto Pride ini.
Selain itu PO. Miyor juga terus mengembangkan rute, selain Sumbar – Jabodetabek juga merambah Jambi dan Bengkulu dengan Dream Class / Bagolek Class, yang di rute ini MIYOR menjadi pemain tunggal bagolek class. ekonomi ekonomi ekonomi

PO. Alhijrah, tawarkan kemewahan mesin Volvo
Muncul pada lebaran 2024, langsung menawarkan kemewahan dari armada premium didukung chasis Scania dan Mercedes benz O500R 1836. PO. Alhijrah juga yang pertama menggunakan bus tronton di lintasan Sumbar – Jakarta.
Dalam perjalanannya, PO. Alhijrah mendapat kepercayaan dari masyarakat, armadapun ditambah dengan menghadirkan chasis Volvo B410R Euro5. Chasis tronton ini mampu menjadi idola baru penumpang Ranah Minang. Ini terbukti dari jumlah keberangkatan setiap hari yang stabil. Terbaru, Alhijrah suite combi juga dilengkapi dengan presiden class.
PO. TAM, pemain baru dengan layanan Non Stop
Beroperasi diawal bulan ini, meski masih sepi, perusahaan yang memulai debutnya sebagai angkutan cargo ini komitmen tetap berangkat dan setiap bus tidak boleh menaikan penumpang dijalan.
Memulai perannya di lintas Sumbar – Jabodetabek, PO. TAM menghadirkan sepuluh unit bus dengan chasis Mercedes Benz 1626 Air Suspensi dengan body buatan karoseri Adiputro dan karoseri Tentrem, masing-masing memiliki 30 seat legrest yang dinamakan Pewe Class dan 2 seat president class. Moentjak
Berita Terkait :
- Nyaman Holiday Pimpim 100 Bus Pulang Basamo Nasional 2026
- Tak Hanya Transit, Ini Bus AKAP Yang Star dari Terminal Bareh Solok
- Efek Sepi, Penumpang Bus Ditransfer di Terminal Bareh Solok
- PO. NPM Tak Lagi Keramatkan Angka 4
- PO. Family Raya Ceria, Bus AKAP Sumbar dengan Rute Terjauh Saat Ini
- Naiknya Sampai 300 Ribu, Kenapa Ada Tuslagh saat Mudik Lebaran
- PO. Miyor Jual Tiket Armada Tambahan Tarif Terjangkau
- PO. NPM Mulai Operasikan Armada Tambahan Jelang Lebaran 2026
- Rasakan Mewahnya Bus Tronton Volvo, Ini Tarif Lebaran PO Alhijrah Menuju Sumbar
- Mudik ke Sumbar Naik Bus Tronton MIYOR, Ini Tarif Lebaran 2026



Facebook Comments