P2TP2A Bukittinggi Gelar Webinar Berjarak

bukit
Bukittinggi, SuhaNews. Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Bukittinggi menggelar seminar secara online atau yang lebih dikenal dengan Webinar, yang bertemakan Berjarak yang berarti Gerakan Bersama Jaga Keluarga Kita, Sehat Fisik dan Mental Menghadapi Covid-19, Selasa (12/5).

Webinar yang digagas oleh Ketua P2TP2A Kota Bukittinggi Ny.Yesi Ramlan tersebut menghadirkan nara sumber Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan KB Tati Yasmarni, Ketua HIMPSI Sumbar Zera Mendoza, M.Psi dan Ketua IDI Kota Bukittinggi dr.Romi Yusardi, S.PM dengan peserta webinar peserta sekolah keluarga, anggota PKK Kota Bukittinggi, forum anak, Satgas P2TP2A dan Satgas Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM).

Ny.Yesi Ramlan mengatakan dimasa pandemi ini merupakan masa yang tidak normal, dimana harus tinggal di rumah sebagai upaya pemutusan mata rantai penyebaran covid ini, apabila adanya rasa kekhawatiran yang timbul adalah suatu hal yang wajar namun bagaimana kita bisa bersahabat dengan covid tersebut.

“dimasa yang tidak normal ini bagaimana kita bisa bersahabat dengan covid ini sehingga aktifitas bisa berjalan seperti hari ini, walau tidak bisa bertemu dalam suatu ruangan sebagaimana yang kita lakukan tetapi hari ini kita masih bisa bertemu melalui media”, jelas Yesi.

Kemudian Yesi menjelaskan bahwa kondisi yang dialami ini adalah tidak hanya di Bukittinggi atau Indonesia saja, tetapi adalah dialami oleh dunia, dan kejadian ini adalah tentunya atas izin Allah SWT, untuk itu harus sabar dan bisa menyikapinya. Kata kunci yang harus kita sikapi dalam masa pandemi ini adalah jangan pernah stress, karena stress akan menurunkan imun tubuh, untuk itu kita harus patuh dengan himbauan – himbauan pemerintah, ucapnya.

Selanjutnya dikatakan bahwa, “untuk mencegah penularan virus corona pada kelompok rentan seperti perempuan dan anak adalah dengan tetap menjaga sistim imun tubuh dengan melakukan pola hidup sehat dan bagaimana saat ini hatinya PKK itu betul – betul ada manfaatnya, makan makanan yang bergizi seimbang dan yang harus kita lakukan adalah bagaimana bersih – bersih, PHBS kita harus berjalan, apabila tidak ada hal yang penting jangan keluar rumah”, ungkapnya.

Sementara itu Kepala Dinas P3APPKB Tati Yasmarni mengatakan, bahwa gerakan Berjarak yang mempunyai sasaran anggota keluarga yang meliputi perempuan, anak, lansia dan penyandang disabilitas ini mempunyai prinsip mengaktifkan relawan dalam mengalirkan informasi dari masyarakat kepada pemerintah atau sebaliknya. Dengan cara itu diharapkan bisa meningkatkan efisiensi dan efektifitas pesan – pesan pemerintah tentang penanganan Covid-19 dan sebaliknya pemerintah juga memperoleh informasi terkini tentang kondisi aman bagi perempuan, anak dan keluarga.

bukit

“adapun sepuluh aksi berjarak tersebut adalah, aksi tetap dirumah, aksi hak perempuan dan anak terpenuhi, aksi alat perlindungan diri tersedia, aksi jaga diri, keluarga dan lingkungan, aksi membat tanda peringatan, aksi menjaga jarak fisik, aksi mengawasi keluar masuk orang dan barang, aksi menyebarkan informasi yang benar, aksi aktivasi media komunikasi online dan aksi aktivasi rumah rujukan sehingga perempuan, anak dan keluarga tetap bersemangat dirumah saja dan terpenuhinya hak – hak dasar perempuan dan anak”, ungkapnya.

Webinar yang dipandu oleh moderator Emalia dari Dinas P3APPKB ini dimulai pada pukul 09.00 Wib berakhir pada pukul 11.30 Wib yang ditutup dengan sesi Tanya jawab antara peserta dengan nara sumber.

reporter : Yal editor : Moentjak

Baca Juga :

Facebook Comments

loading...