Padang Panjang Miliki Wahana Permainan Ala Militer “Area 55”

panjang
SuhaNews. Setelah terkenal dengan kota pendidikan yang kemudian juga pariwisata budaya, alam dan wisata air, kini kota Padang Panjang juga memiliki wahana wisata ala militer bernama “Area 55”.

panjang

Baru-baru ini beberapa pemuda di Tanjuang, Kelurahan Gantiang menawarkan arena permainan Paintball.

Permainan ala militer ini ditawakan untuk memenuhi keinginan pemuda-pemudi Padangpanjang yang sedang gila-gilaan bermain PUBG di dunia maya. Perbedaannya hanyalah antara dunia maya dan dunia nyata.

Permainan paintball ini menggunakan senjata mirip dengan senapan laras panjang. Pelurunya berupa sebuah bola kecil yang berisi pewarna makanan. Ketika terkena tembakan, peluru akan pecah dan cat akan membasahi pakaian yang dikenakan. , setiap pemain wajib mengenakan helm pengaman atau google masker dan body protecktor yang disediakan.

Permainan inipun dimainkan secara kelompok agar lebih seru., pemain bebas memilih aturan dan misi yang akan dimainkan.

Pengelola menyediakan tempat yang cukup unik, dengan sensasi peperangan ala perang gerilya diarea persawahan., dengan bentangan alam yang indah dan tidak jauah dari jalan raya.

Peserta bisa bersembunyi di beberapa bunker untuk mencari dan memenangkan pertempuran. Tameng persembunyian dan ban bekas juga dipajang untuk persembunyian.

Paintball, dimainkan dengan sistem beregu, minimal tiga orang anggota. Dalam permainan ini masing-masing regu akan memperebutkan bendera atau benteng lawan. Kontak fisik dilarang keras selama permainan. Manajemen melarang keras penggunaan rokok dan alkohol di lokasi, saat bermain, peserta juga tidak boleh membuka masker.

Lokasi wisata Paintball ini terletak di Desa Tanjuang, Kelurahan Gantiang Kota Padangpanjang.

panjang

Harga permainan ini juga dapat terjangkau. Masing-masing orang hanya dikenakan biaya 55 Ribu Rupiah setiap orangnya dengan beberapa fasilitas yang diberikan.

Mulia Mitra Hadi, sang pengelola mengatakan bahwa tujuannya membuka wisata paintball ini adalah untuk memberikan kesempatan kawula muda untuk belajar hidup dengan gaya survival. Serta meningkatkan naluri kemanusiaan yang saat ini sedang direnggut oleh tekhnologi.

“Kita menghadirkan sesuatu yang berbeda dari apa yang dihadirkan orang-orang. Sengaja kita buka wisata ini demi menumbuhkembangkan kreatifitas pemuda-pemudi dalam memecahkan masalah-masalah kehidupan serta memberikan alternatif lain bagi generasi muda agar tidak terlalu bergantung pada permaianan yang ditawarkan oleh teknologi digital.Di area ini kita ingin setiap yang bermain mendapatkan pelajaran berharga bahwa untuk mencapai suatu kesuksesan mesti ingat dengan kerjasama tim, strategi dan kedisiplinan. Yang terpenting menyerah kepada kehidupan adalah bentuk pengkhianatan terhadap hidup itu sendiri,” tutupnya. Rel | Moentjak

BACA JUGA :

Facebook Comments

loading...