Desa Wisata Kubu Gadang Kembali Menggeliat

desa
SuhaNews. Selain Minang Fantasi (Mifan), Lubuk Mata Kucing, Masjid Asasi dan sebagainya, tempat wisata di Padang Panjang, juga ada Desa Wisata Kubu Gadang atau yang juga disebut Pasar Digital.
Desa ini berlokasi di jalan H Miskin, Kelurahan Ekor Lubuk, Padang Panjang Timur. Sepanjang jalan menuju Desa Wisata Kubu Gadang ini ada pemandangan sawah di kiri dan kanan, suasananya adem dan asri.

Desa wisata ini ada sejak tahun 2015. Mulanya menjadi tempat pelatihan Dinas Pariwisata setempat. Pasar Digital Kubu Gadang ini diresmikan Kementerian Pariwisata RI bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2018.

Inisiator yang membuka wawasan terhadap desa wisata ini, adalah Yuliza Zen sekaligus pengelola. Dimana ketika ditanya darimana ia mendapatkan ide untuk menciptakan tempat wisata ini, ternyata berawal dari ilmu atau pengalaman yang ia dapat dari pelatihan tentang bagaimana menata potensi daerah hingga bisa mengangkat ekonomi masyarakat melalui pariwisata.

Desa Wisata Kubu Gadang ini hadir setiap Minggu dengan atraksi Silek Lanyah atau Silat Lumpur yang dilakukan di sawah yang telah panen.

Tidak hanya itu, desa wisata ini juga menghadirkan kuliner yang jarang ditemui pada saat sekarang, yaitu kue kacimuih, kue talam, tumang, lompong sagu, karupuak kuah, kalamai oyak, lamang tapai, dll nya.

Keunikan lainnya ialah suasana klasik, ibu-ibu yang menjual menggunakan baju khas Minang, baju kuruang, dengan penutup kepala tingkuluak tanduak.

Jual beli menggunakan koin kayu sebagai alat tukar.

Hingga kini tidak masyarakat Padang Panjang dan sekitarnya saja yang berkunjung ke Desa Wisata ini. Tamu juga berasal dari daerah lain dan luar negeri, seperti Jepang dan Malaysia.

Tamu atau wisatawan tidak hanya sekedar menikmati indahnya pemandangan. Tetapi juga bisa merasakan bagaimana kaki terendam lumpur, lalu ikut bertanam padi, belajar mamasak masakan tradisional, membajak sawah, melihat bahkan belajar menari, bermain musik dan juga silat di sanggar yang sudah ada.

Bahkan untuk menginap pun, ada disediakan 16 rumah warga yang berhadapan langsung dengan sawah dan dijadikan homestay. Siap menampung dengan rata-rata ada 3 kamar dan maksimal bisa diisi 8 orang, dengan harga yang masih sangat terjangkau berkisar dari Rp. 500-900 ribu..

desa

Desa wisata kubu gadang ini, dipromosikan dengan di sosial media. Yuliza Zen sebagai pengelola selalu meminta dukungan kepada komunitas-komunitas yang aktif di Padang Panjang seperti Generasi Pesona Indonesia (Genpi), Forum Pegiat Literasi (FPL), Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI), Ruang Baca Rimba Bulan dan lainnya. Rel | Moentjak

BACA JUGA :

Facebook Comments

loading...