Pasaman Sulap Kawasan Taman Equator Jadi Ikon Baru Wisata Sumbar, Target Rampung

Pasaman Sulap Kawasan Taman Equator Jadi Ikon Baru Wisata Sumbar, Target Rampung

Dalam paparannya Sabar AS, menjelaskan Kabupaten Pasaman kedepannya akan menjadi pusat pelatihan pengembangan pariwisata berbasis budaya. Hal ini menjadi bentuk keseriusannya dalam membangun pengembangan wisata di Kabupaten Pasaman.

“Rencananya kita akan membangun 11 fasilitas di dalam kawasan equator, kita targetkan di tahun 2023 nanti telah rampung, saat ini kita sudah mengajukan anggaran APBD dan mengajukan proposal ke Pemerintah Provinsi,” ucap Sabar.

Dengan total anggaran sebesar Rp. 3 miliyar, fasilitas yang akan dibangun antara lain pembangunan tempat parkir, pusat kuliner, ruang ganti dan toilet, gazebo,  taman equator, pusat informasi pariwisata Bonjol, jalur perindustrian taman equator Bonjol, pemasangan lampu taman, dan pengerjaan renovasi bola dunia yang ada di kawasan equator.

“Kita juga akan bangun planetarium di kawasan bonjol sebagai program pembangunan prioritas, selain itu ada pula beberapa ikon utama yang akan kita bangun, yaitu kawasan wisata air hangat dan bukit tajadi,” sambung Sabar.

Sabar berharap, bahwa percepatan pembangunan dapat ditindaklanjuti secepatnya,  ia menargetkan di tahun di 2023 equator ini sudah siap untuk dikunjungi oleh wisatawan baik lokal maupun mancanegara.

Mendukung hal tersebut, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sumbar, Luhur Budianda, berbicara mengenai dana untuk pembangunan kawasan equator akan diperbincangkan.

“Mengenai dana akan segera kami diskusikan, selain itu kami juga akan berkolaborasi dengan perantau dari Pasaman untuk mempromosikan dan menggaet banyak wisatawan dari luar,” ujarnya.

BACA JUGA  Polres Pasaman Musnahkan 104 Kilogram Ganja, Dua Pelaku Diamankan

Menyambut baik wacana percepatan pembangunan Equator dan Kawasan Bonjol, Wakil Gubernur Sumbar, Audy Joinaldy membuktikan janjinya akan membuat konten menarik, untuk mempromosikan Pasaman. Konten tersebut adalah kegiatan beliau saat rafting di bonjol dan video animasi mengenai sejarah Tuanku Imam Bonjol.

Lebih lanjut, ia mengatakan dalam promosi pariwisata, dibutuhkan konten yang menarik sehingga dapat menggaet banyak wisatawan untuk mengunjungi Equator.

“Sekarang itu zamannya digital, contoh saja Tiktok, sekarang menjadi referensi orang-orang untuk mengunjungi tempat wisata,” kata Audy.

Ia juga menambahkan Pasaman mempunyai potensi yang sangat besar, ditambah dengan Pasaman sebagai kawasan equator city dan banyak yang tidak tahu Pasaman sebagai kampung kelahiran pahlawan nasional. Rel

Baca juga:

Facebook Comments

loading...
Artikulli paraprakPacu Jawi 2022 Dimulai, Lima Kaum Gelar Even Perdana
Artikulli tjetërKampus III Surau Tahfidzul Qur’an Jalikur Patanangan Diresmikan