Kakan Kemenag Pasaman Apresiasi Peran Penyuluh Agama Islam

Kakan Kemenag Pasaman Apresiasi Peran Penyuluh Agama Islam
Pasaman, SuhaNews — Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Pasaman Gusman Piliang mengapresiasi akan eksistensi dan keaktifan Penyuluh Agama Islam (PAI) Non PNS Kabupaten Pasaman disamping dalam menjalankan tusi juga menyelenggarakan kegiatan rapat koordinasi (rakor) setiap bulan.

Disamping itu, dalam Rakor PAI Non PNS Kabupaten Pasaman di Masjid Pusaka Cubadak Kecamatan Dua Koto Kamis (4/11), substansi dari arahan Gusman Piliang mengingatkan para penyuluh agama itu ada dan berada dalam tubuh Kemenag. Mendukung program-program keagamaan dan menjaga nama baik lembaga di tengah masyarakat khususnya Pasaman.

Lanjutnya, segala kebijakan-kebijakan yang telah diterbitkan oleh Pemerintah dan Menteri Agama hendaknya disikapi dan difahami dengan baik, seperti halnya berkenaan dengan pembatalan pemberangkatan haji dan moderasi beragama.

Pesannya,selaku penyuluh tentunya harus menyampaikan kepada masyarakat dengan benar bukan turut serta dengan menyampaikan penafsiran sendiri maupun menebar persepsi yang berbuntut hoax dan merusak nama instansi.

Kakan juga berpesan, agar penyuluh-penyuluh agama terus berupaya meningkatkan kompetensi diri dan keilmuan guna mewujudkan profesionalitas dalam menjalankan peran dan tusi yang diamanahkan.

Menurutnya, secara umum tugas penyuluh itu melaksanakan dan mengembangkan kegiatan bimbingan dan penyuluhan agama kepada masyarakat binaan dan mensukseskan program-program pembangunan melalui pintu dan bahasa agama. Program yang terintegrasi dengan pemerintah yang menjadi tangan panjang untuk mensosialisasikan dan melaksanakan pembangunan hingga masyarakat paling bawah.

Ia juga mengatakan tugas penyuluh agama Islam masa kini di hadapkan pada masyarakat yang heterogen, perkembangan teknologi dan informasi yang semakin pesat dan tidak terbendung lagi. Disini penyuluh harus melek teknologi untuk menjawab tantangan ini, penyuluh harus akrab dengan media sosial untuk menangkis isu isu miring yang tidak benar, seperti halnya hoaxs, hate speech, ujaran kebencian, sara, radikalisme, intoleransi dan lainnya guna menciptakan kondisi masyarakat yang moderat dalam kehidupan beragama.

BACA JUGA  H.Fuadi Kembali Pimpin KPRI Syariah Kemenag Kab. Solok

Ketua Forum Komunikasi PAI Non PNS Dedi Fadli menginformasikan, disamping rakor juga penyuluh mendengarkan info-info dan ketentuan penting dari Bawaslu kabupaten Pasaman seputar pemilihan umum kepala daerah.

“Harapan mereka PAI turut serta mensukseskan penyelenggaraan”, ungkap penyuluh yang pernah sukses lima besar dalam penilaian PAI Non PNS teladan tingkat nasional itu. Yusuf | Moentjak

Berita Terkait :

Facebook Comments

loading...
Artikel sebelumyaPemko Solok Gandeng BWS V Sumatera Kembangkan SDA
Artikel berikutnyaBekerjasama dengan Polres Agam, Nagari Geragahan Gelar Gebyar Vaksinasi