Payo, Kota Solok Jadi Kawasan Wisata dan Pembibitan Bunga Krisan

251
kota solok
Bunga Krisan
Solok, SuhaNews – Dinas Pertanian Kota Solok melatih petani Bunga Krisan di Payo Kelurahan Tanah Garam, Kota Solok. pelatihan ini dimaksudkan untuk mengurangi ketergantungan  bibit, yang biasanya dispulai  doleh Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi) di Cianjur Jawa Barat.

“Bunga Krisan telah mulai dikenalkan ke masyarakat Payo sejak tahun 2006,” jelas Kepala Dinas Pertanian Kota Solok,Kepala Ikhvan Marosa, Senin (15/6/2020).

dDinas Pertanian Kota Solok, jelas Ikhvan Marosa, selalu mendampingi.  Bahkan pada a2017 telah dibangun Screen House untuk budidaya krisan.

“Dinas Pertanian tidak akan berhenti berkontribusi dalam pengembangan Bunga ini,” ungkap Ikhvan Marosa.

kota solok
pembibitan

Dinas Pertanian Kota Solok telah melatih petani setempat tentang cara pembibitan bunga krisan. Hal itu  menjadi salah satu target kegiatan dari Dinas Pertanian Kota Solok untuk menciptakan petani krisan yang terampil melakukan budidaya tanaman krisan dan mampu membuat pembibitannya secara mandiri.

“Di dalam budidaya tanaman baik tanaman setahun maupun tanaman semusim, ketersediaan bibit merupakan salah satu sarana produksi yang tidak bisa diabaikan,” jelas Ikhvan Marosa

Penanaman Tanaman hias (florikultura) khususnya bunga krisan, jelas Ikhvan Marosa, harus berkelanjutan. Karena itu ketersediaan bibit harus terjaga.

“Dinas Pertanian sudah melatih salah satu petani krisan di kawasan Agrowisata Batu Patah Payo. Yosa,” tukuk Ikhvan Marosa.

Sementara Yosa mengatakan bahwa dirinya mencoba membuat pembibitan krisan ini setelah mengikuti pelatihan dan  berdiskusi dengan Edi Haryanto, Kepala Seksi Tanaman Hortikultura, Dinas Pertanian Kota Solok.

“Uji coba penanamannya dibantu oleh petugas pendamping kegiatan Krisan, Rama Agusta,” jelas Yosa.

Saat ini, luas rumah bibit kurang lebih 3.5 x 5 m. Dari lahan ini nisa dipanen bibit krisan sekitar 150-an stek per dua minggu;

“Kalau dibuat untuk krisan pot, baru mampu memproduksi sekitar 50 krisan pot tiap bulannya,” jelas Yosa.

Keberhasilan ini, jelas Yosa, merupakan salah satu keberhasilan kelompok tani. Karena sebelumnya hanya menanam atau membudidayakan krisan potong dan krisan pot.

“Alhamdulillah sejak  Maret 2020 kelompok tani sudah bisa mencoba membuat krisan pot dari pembibitan sendiri,” ungkap Yosa.

“Dinas Pertanian Kota Solok akan menganggarkan kegiatan magang para petugas dan petani krisan di Payo ke Balai Penelitian Tanaman Hias di Jawa Barat,” jelas Ikhvan Marosa.

Dinas Pertanian sudah ada MoU dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementan RI. Di samping itu sudah meresmikan Agrowisata Payo pada tanggal 5 Desember 2018 silam.

“Agrowisata ini akan terus dijaga  dan dikembangkan sesuai harapan Dirjen Hortikultura Suwandi dan Walikota Solok, Zul Elfian,” ungkapnya.

Keberlanjutan Agrowisata Payo, jelasnya, telah diusahakan Dinas Pertanian, secara teknis di bawah tim yang dikomandoi Kepala Bidang Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan, Yubidarlis.

Pengembangan Krisan terus dilakukan secara rutin melalui olah lahan, penanaman, perawatan, panen dan pasca panen serta pembinaan kelembagaan juga terus dilakukan oleh penyuluh setempat.

Kini bukan saja pembibitan krisan yang berhasil, kawasan Payo tumbuh dan berkembang menjadi kawasan wisata baru. Nyaris setiap hari, kawasan ini ramai dikunjungi wisatawan.

Reporter: Mindok      Editor: Wewe

Baca Juga:

Facebook Comments

loading...