Peran MDTA Raudatul Jannah di Jorong Kubang Nan Duo Nagari Sirukam

Peran MDTA Raudatul Jannah di Jorong Kubang Nan Duo Nagari Sirukam

Penulis : Yulipa Yanti, Mahasiswa Program Pasca Sarjana IAIN Batu Sangkar

Pendidikan islam merupakan system Pendidikan yang melatih peserta didik untuk mempunyai akhlakul karimah sehingga dalam melakukan segala tindakan atau berbuat bahkan berkata-kata maka akan dipengaruhi oleh nilai – nilai spiritual dan sangat sadar akan nilai etik Islam.
Mentalnya di latih sehingga keinginan mendapatkan pengetahuan bukan semata-mata untuk memuaskan rasa ingin tahu intelektualnya saja atau hanya untuk memperoleh keuntungan material semata. Melainkan untuk mengembangkan dirinya menjadi makhluk nasional yang berbudi luhur serta melahirkan kesejahteraan spiritual, mental, fisik bagi keluarga, bangsa dan seluruh umat manusia.

Sistem pendidikan informal terutama yang berjalan dalam lingkungan keluarga sudah diakui kemampuannya dalam menanamkan sendi sendi agama dalam jiwa anak-anak. Anak-anak di didik dengan ajaran-ajaran agama sejak kecil dalam keluarga dan mereka di latih membaca al-Qur’an, melakukan sholat dengan berjama’ah, berpuasa di bulan ramadhan dan lain – lain.

Usaha-usaha pendidikan Islam dimasyarakat ini yang kemudian dikenal dengan pendidikan nonformal sebagai wujud pengembangan Pendidikan Islam Luar Sekolah sehingga muncul Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) yang ternyata mampu menyediakan kondisi sangat baik dalam menunjang keberhasilan pendidikan Islam dan memberi motivasi yang kuat untuk masyarakat.

Sebagaimana yang dikutip dari sebuah jurnal karangan (Zulfia Hanum Alfi Syahr Intizar, Vol. 22, No. 2, 2016 401) Hakikat fungsi  Madrasah Diniyah pada umumnya ada 3 (tiga) yaitu; pertama, sebagai media penyampai pengetahuan agama (transfer of Islamic knowledge); kedua, sebagai media pemelihara tradisi Islam (maintenance of Islamic Tradition); ketiga, sebagai media pencetak ulama (reproduction of ulama).

Fungsi Madrasah Diniyah inilah yang digunakan oleh sekolah-sekolah Islam modern saat ini yang dipandang oleh masyarakat sebagai sekolah elite muslim. Masyarakat memiliki pandangan demikian dikarenakan masyarakat melihat beberapa perbedaan dalam penyelenggaraan sekolah yang berbasis Islam ini baik yang formal ataupun nonformal.

Disamping itu, dengan tumbuhnya lembaga pendidikan Islam seperti Madrasah Diniyah menjadikan pilihan alternatif bagi orang tua yang tidak memiliki ilmu agama islam yang cukup untuk mendidik anak – anak mereka.

Sehingga, anak – anak yang sudah berumur 7 tahun mengikuti pendidikan Islam di Madrasah Diniyah. Salah satu Prndidikan Islam Luar Sekolah yang ada di Jorong Kubang Nan Duo nigari sirukam, Kec. Payung Sekaki yakni MDTA Raudhatul Jannah yang pada saat ini santrinya berjumlah 140 Orang yang terdiri dari 5 rombel dengan 6 tenaga pendidik ( Yulipa Yanti, S.Pd.I, Indria Suhesti, S.Pd.I, Febria Elmi Susanti, Ira Delfi Sofia, S.Pd.I, Liza Maulana Rofi, S.Pd.I dan Dwizarti Rahmadhani).

MDTA Raudhatul Jannah mempunyai peranan yang cukup besar dalam mengajarkan Pendidikan islam kepada peserta didik dan hal ini dapat dibuktikan dengan mata pelajaran yang diajarkan mencakup tujuh mata pelajaran agama islam yakni Al-Quran, Hadits, Fikih, Akidah, Akhlak, Bahasa Arab dan SKI, sehingga dengan adanya MDTA Raudhatul Jannah sangat membantu orang tua dalam memberikan pendidikan agama Islam kepada anaknya karena kesibukan orang tua di sini mayoritas adalah petani. Kadang kala orang tua berangkat anak masih tidur orang tua pulang pun anak sudah tidur. Dengan hal ini lah MDTA Raudhatul Jannah ini merupakan wadah untuk menanamkan nilai nilai spiritual kepada anak anak sejak dini. ***

Baca Juga :

Facebook Comments

loading...