Iqra’, Cinta Pertama Allah kepada Manusia

Iqra', Cinta PErtama Allah kepada Manusia

Oleh: Asep Ajidin (Wakil Ketua PW Persatuan Islam Sumatera Barat)

Menurut Edgar Hamas dalam buku Belajar Dari Negeri Para Nabi (2017) disebutkan bahwa kala kita mencintai seseorang, dan tiba suatu masa ketika kita dipertemukan dengannya untuk menyatakan rasa cinta pada kali yang pertama, tentu kita akan memilih kalimat terindah yang bisa mewakili seluruh rasa itu padanya. Lantas, jika kita bawa perumpamaan itu pada cita rasa cinta Allah kepada manusia, apa yang Allah pilih untuk menjadi kata cinta pertama-Nya bagi seru sekalian alam?
Iqra’ adalah kata cinta pertama Allah kepada manusia sebelum Dia menyatakan cinta-cinta yang lain. Allah Sang Maharaya menyuguhkan iqra’ karena dengannya Dia hendak mendidik kita untuk mengilmui segala sesuatu agar diujungnya terbit rasa cinta kepada-Nya yang tumbuh karena ilmu dan kepahaman, karena harap dan rasa taat yang berkobar-kobar.

Untuk itulah narasi ini disuguhkan untuk mengingatkan kita pada nikmat cinta itu, yaitu “membaca”. Membaca setiap lembar ilmu bagai meneguk air segar di tengah padang pasir zaman yang gersang. Membaca manusia dan apa yang mereka pikirkan, apa yang mereka tanyakan, apa yang mereka cari, agar kemudian kita bisa mengarahkan jiwa-jiwa itu pada deras aliran cintanya yang tidak pernah surut. Membaca peristiwa, membaca gagasan, membaca ide, membaca umat, hingga membaca bangsa, agar semakin tunduk jiwa ini dalam ketenteraman penghambaan kepada Allah ‘azza wajalla.

Benar adanya, iqra’ merupakan “cinta pertama” Allah kepada seru sekalian alam sehingga ayat yang pertama turun pun adalah Surat Al-‘Alaq ayat 1-5 yang kalimat pertamanya adalah iqra’ seperti firman-Nya:

Iqra` bismi rabbikallażī khalaq. Khalaqal-insāna min ‘alaq. Iqra` wa rabbukal-akram. Allażī ‘allama bil-qalam. ‘Allamal-insāna mā lam ya’lam.

BACA JUGA  Ini 5 Amalan Penambah Pahala di Bulan Syawal

Artinya:”Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Mahamulia. Yang mengajar (manusia) dengan pena. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.” ***

Baca Juga :

Facebook Comments

loading...