Virus Corona Juga Diantisipasi Perusahaan Bus

Perusahaan Bus Juga Mulai Antisipasi Corona
Ilustrasi. Bus Pariwisata, koleksi foto SuhaNews.
SuhaNews. Virus corona Covid-19 menjangkit beberapa warga Indonesia. Sampai kemarin, total kasus virus corona di Indonesia mencapai 96 kasus. Perusahaan bus sebagai layanan publik juga mengantipasi penyebaran virus ini.

Pencegahan penyebaran virus corona ini perlu dilakukan berbagai pihak. Salah satunya adalah operator bus yang berperan mencegah penyebaran virus di dalam armadanya.

PT Putera Mulya Sejahtera selaku salah satu perusahaan otobus di Indonesia mulai membersihkan armadanya. Pada 12 Maret 2020 lalu, PT Putera Mulya Sejahtera memulai penyemprotan disinfektan di seluruh armada secara bertahap di Terminal Terpadu Pulogebang.

Armada yang melayani jurusan Jakarta, Bogor, Tangerang, Tangerang Selatan, Bekasi menuju ke Semarang, Salatiga, Solo, Wonogiri, Pacitan, Kebumen, Purworejo, Yogyakarta dan Klaten dilakukan penyemprotan disinfektan.

“Penyemprotan disinfektan ini kami lakukan dalam rangka mendukung program pemerintah mencegah penyebarluasan Virus COVID-19,” tulis PT Putera Mulya Sejahtera di unggahan Facebook.

Tak cuma penyemprotan disinfektan, mereka juga menyediakan cairan pembersih tangan atau hand sanitizer yang secara bertahap dipasang di seluruh armada. Penumpang bus diminta membersihkan tangan dengan rutin.

“Mohon kiranya botol hand sanitizer tidak dipindahkan dan mohon cairan pembersih digunakan secukupnya, karena ini adalah fasilitas yang kami sediakan untuk kepentingan bersama. Khususnya, kepentingan mencegah penyebaran virus COVID-19 di armada bus kami,” tulisnya.

Sebelumnya, guna mencegah penyebaran virus corona di ruang publik, sistem transportasi umum di Tanah Air mulai melakukan tindakan. Contohnya, seperti yang dilakukan Perusahaan Otobus, di organisasi Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI), dengan lebih memperhatikan kebersihan kabin.

“Sebagai tindakan pencegahan di bus, kami menghimbau (kepada awak kabin-Red) untuk lebih sering mengelap interior bus pada saat bus istirahat, di perjalanan,” kata Ketua Umum IPOMI, Kurnia Lesani Adnan, kepada detikOto, Jumat (13/3/2020).

BACA JUGA  Organda Sumbar Tanggapi Himbauan Gubernur Larang Operasional Bus

Tak hanya itu, IPOMI juga mengimbau kepada anggotanya untuk menyediakan cairan antiseptik di dalam bus untuk membuat para penumpang tetap steril dari ancaman virus. Namun pengadaan cairan ini agak terkendala karena kondisinya yang langka.

Tindakan pencegahan lain adalah dengan memperhatikan lebih teliti kesehatan para awak kabin, dengan memonitornya lebih intensif. Red

Sumber : Detik.com

Baca Juga :

Facebook Comments

loading...