Madinah, SuhaNews – Hari kedua berada di kota Madinah, jamaah Cordoba Tour dan Travel diajak berziarah di sekitar Masjid Nabawi. Salah makna dari kegiatan ini pesan kesederhanaan dari pelantikan Umar bin Khatab sebagai Khalifah hingga onggokan pasir dan batu nisan di Baki.
Sejak usai subuh Mutawif H. Firdaus Fuad menyampaikan agenda pagi Rabu (10/8) selesai sarapan ziarah disekitar masjid Nabawi. Yang pertama dikunjungi komplek pemakaman Baqi yang sepintas terlihat seperti lapangan dan onggokan pasir dengan beberapa batu nisan sebagai penanda makam.
Tak ada kuburan dengan tembok keramik apalagi marmer sebagai lambang kejayaan ahli kubur pemilik makam, atau simbol kebesaran keluarga ahli waris seperti yang lazim kita saksikan di Indonesia.
“Islam mengajarkan kesederhanaan bagi umat muslim, baik saat hidup hingga wafatnya, hanya berselimut tiga lapis kain kafan dan berbantalkna tanah di pembaringan dalam kubur, buat apa di pusara hraus dibangun semegah mungkin. Inidalah satu pesan kita berkunjung ke tempat ini,” Ujar H. Firdaus Fuad menjelaskan.
Meski hanya melihat dari kejauhan di balik pagar, onggokan pasir yang dihinggapi burung Merpati dengan bangunan megah di seberangnya, cukup menggetarkna hati. Bagaimana Rasulullah mengajarkna umatnya selalu bersikap sederhana.
Dari Baqi jamaah diajak ke Safiqah Bani Saidah atau As Safiqah yang merupakan tempat Abu Bakar dibaiat menjadi Khalifah. Taman asri dengan bermacam tanaman yang terlihat sekarang dahulunya ada sebuah bangunan beratap digunakan kabilah Bani Saidah, suku Khazraj.
Setelah Rasulullah wafat, Abu Bakar yang dipercaya menjadi Khalifah bukan langsung begitu saja, terjadi perdebatan antara kaum Anshor dan Muhajirin. Hingga keduanya sepakat menunjuk Abu Bakar.
Sambil menatap taman dari balik pagar jamaah pun mendengarkan keterangan yang disampaikan oleh Mutawif, tentang sejarah Khalifah Abu Bakar.
Beranjak dari tempat yang berada di barat daya Masjid Nabawi ini, sambil bershalawat jamaah menikmati suasana pelataran masjid menjelang siang. Ratusan burung Merpati terbang bersilweran, beberapa diantaranya mendarat hinggap dekat jamaah seakan mengucapkan selamat datang di kota Nabi.
Kembali satu situs disaksikan disini, yakni lokasi pertama kalinya Nabi Muhammad SAW memperbolehkan wanita atau muslimah mengikuti salat Idul Fitri, tempat ini menjadi salah satu tonggak sejarah umat muslim hingga kini.
Cerita hari ini di kota MAdinah belum berakhir, selain salat lima waktu di Masjid Nabawi, jamaah berkesempatan mengunjungi Raudhah, meski berdesakan hingga malam dan waktu kunjungan dibatasi, membuat jamaah takjub meski ingin berlama-lama berada disana.
Di Taman Syorga ini jamaah menyempatkan diri berdoa dan bershalawat untuk Rasulullah SAW, tak terasa air mata pun menetes haru karena tak menyangka berkesempatan sampai di tempat ini. Nova
Berita pelaksanaan ibadah Haji tahun 2022, dapat dibaca di SuhaNews dengan mengklik menu Haji di halaman utama website ini.
Berita Terkait :
- Jamaah Umrah Cordoba, Nikmati Subuh dan Tadarus di Masjid Nabawi
- Bagadincik Masuk Raudhah, Jadi Kenangan Manis Jamaah Kab. Solok di Kota Madinah
- Pimpin Pengucapan Talbiyah, Kakan Kemenag Kab.Solok Lepas Jamaah Umrah Pertama 2022
- Umrah Dibuka, Masyarakat Sambut Antusias Penuh Rasa Syukur
sederhana sederhana sederhana sederhana



Facebook Comments