Arosuka, SuhaNews – HUT PGRI ke-75 dan Hari Guru Nasional tahun 2020 diisi dengan Seminar Nasional dam Workshop secara daring tentang Guru Milenial dan Dialog Lebih Dekat Dengan Bupati Solok, Gusmal.
“Kegiatan ini diikuti ribuan guru dari Kabupaten Solok, Kota Solok dan Solok Selatan,” ujar Ketua PGRI Kabupaten Solok, H, Asrinur, Senin (3011) di Hotel Emersia Batusangkar.
Kegiatan ini diikuti oleh Bupati Solok H. Gusmal, Ketua Bunda Paud Kab. Solok Desnadefi Gusmal, Ketua PGRI Sumatera Barat, Rektor UNP Prof. Ganefri, Ketua PGRI, Kota Solok, Kab. Solok dan Solok Selatan, serta Kakanmenag Kabupaten Solok.
Pada tahun 2017, Bupati Solok H. Gusmal menerima anugerah Dwija Praja Nugraha. Sebuah penghargaan tertinggi dalam bidang pendidikan dari PGRI Pusat. Penghargaan ini dipandang sangat bergengsi karena Bupati Solok merupakan satu-satunya kepala daerah dari Provinsi Sumatera Barat yang datang dalam Peringatan HUT PGRI ke-72 dan Hari Guru Nasional 2017 di bekasi Provinsi Jawa Barat.
“Tanpa guru, saya tidak akan pernah menjadi bupati. Guru harus kita hormati meskipun guru itu tidak ingat lagi dengan kita,” ujar Bupati Gusmal.
Guru bagi saya, jelas Gusmal, adalah sebuah tempat bersandar, tempat berguru dan juga tempat bertanya. Karena itu menyampaian ucapan terima kasih kepada semua guru, baik guru waktu masih kecil dulu, saat di perguruan tinggi. Mereka semua telah mengantarkan saya menjadi Bupati Solok.
“Terima kasih juga kepada seluruh guru di Republik Indonesia yang sejatinya memulai dari selembar kertas putih, sehingga kita menjadi orang-orang yang berhasil,” jelas Gusmal.
Di tengah pandemi, tambah Gusmal, terjadi perubahan sangat drastis. Guru-guru dipaksa beradaptasi dengan cepat beralih menggunakan teknologi, mengubah metode belajar, bekerja sekuat tenaga agar anak-anak bisa tetap belajar dengan baik.
“Keterbatasan harus diatasi dengan kreativitas, membuat siswa belajar dengan antusias dan memotivasi siswa menjadi pembelajar yang mandiri,” jelas Gusmal. Wewe
Baca juga:



Facebook Comments