Potensi Udang Vanamei di Provinsi Riau Dibahas BEM FPK-UNRI Dalam Webinar

Pekanbaru – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau (FPK-UNRI), melalui Dinas Kajian Srategis atau kastrat,mengadakan Webinar Kajian Strategis dengan tema “Potensi Udang Vanamei di Provinsi Riau”.
Webinar yang gelar BEM FPK-UNRI ini terbuka untuk umum ini dilaksanakan pada tanggal 17 Juni 2021, hari Kamis yang lalu.  Acara yang diadakan semi online ini diikuti hampir 200 orang, melalui zoom dan youtube BEM tersebut.

Webinar yang dibuka pada jam 08.45 WIB ini dimulai dengan pembukaan oleh pembawa acara yakni Fadel Willy Hertafiano yang juga merupakan anggota dari Dinas kajian strategis, dan dilanjut dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Mahasiswa.

Sambutan dimulai dengan Ketua Pelaksana yakni Singgih Siswoyo, yang merupakan kepala Dinas Kajian Strategis BEM FPK UNRI, dalam sambutannya beliau berharap acara ini berjalan lancar dan bermanfaat serta ucapan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat.

028 webinar unri a

Dilanjutkan dengan sambutan gubernur mahasiswa periode 2020/2021 yakni Ishlahul Fikri, dalam sambutannya beliau mengatakan maksud dan tujuan diadakannya webianr ini adalah untuk menggali potensi serta informasi yang ada dengan melibatkan instansi terkait yaitu dinas kelautan dan perikanan provinsi Riau, guru besar fakultas perikanan dan kelautann Universitas Riau yang bisa memberikan pandangan secara akademisi dan dari petambak udang serta praktisi dari petambak udang vanamei sendiri.

Acara dilanjutkan dengan sambutan oleh dekan fakultas perikanan dan kelautan universitas riau, yakni Prof. Dr. Ir. Bintal Amin, M.Sc. dalam sambutannya beliau mengucapkan terima kasih kepada para pemateri, serta kepada panitia yang telah berusaha mengadakan webinar ini. Dilanjutkan bahwa udang vanamei merupakan salah satu potensi didaerah pesisir Riau, dan pihak pemerintah telah menyadari potensi ini dan dikembangkan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat disekitar pesisir Riau ini. Diakhir sambutannya, beliau membuka acara webinar ini dengan resmi.

BACA JUGA  Gubernur: Prospek Tambak Udang Harus Ddiiringi dengan Kepedulian Lingkungan

Acar pembukaan webinar berakhir dengan pembacaan doa oleh Esty Nur Rahayu.  Acara diskusi ini diambil alih oleh moderator diskusi yaitu Tamara Fransisca, yang juga merupakan sekretaris Dinas Kajian Strategis BEM FPK UNRI.

Pemateri pertama dalam webinar ini adalah Kepala DKP Provinsi Riau yakni Ir. H. Herman Mahmud, M.Si. dari pemaparannya, potensi dan pemanfaatan perikanan budidaya tahun 2020, potensi perairan payau yang berada di Riau sebesar 45.812,07 hektar dengan pemanfaatan hanya sebesar 759.28 hektar.

028 webinar unri c

Sedangkan potensi perairan tawar yang berada di Riau sebesar 114.177,05 hektar dengan pemanfaatan hanya sebesar 2.418,38 hektar , dan potensi perairan laut yang berada di Riau sebesar 126. 430,00 hektar dengan pemanfaatan hanya sebesar 3,30 hektar. Kesepakatan pengembangan komoditas unggulan udang vanamei yakni pada kabupaten Indragiri Hilir, Kepulauan Meranti, Rokan Hilir, dan Dumai.

Pemateri kedua dari webinar kajian strategis ini adalah Guru Besar FPK : Prof. Dr. Ir. Usman M Tang, MS, dengan pembahasan mengenai peran perguruan tinggi dalam menyiapkan SDM yang berpotensi dalam biduidaya udang vanamei. Dalam penyampaiannya, beliau memaparkan peluang yang tinggi terhadapudang ini, seiring bagaimana cara membudidaya, mengenai kulaitas air, biaya oprasional dalam membudidaya, disertai permasalahan dalam membudidaya udang vanamei ini.

Melalui perguruan tinggi, peran dalam menyiapkan SDM adalah memberikan perkuliahan yang berkaitan erah dengan teknologi budidaya hingga teori bisnis, riset dosen atau mahasiswa, serta pengabdian.

Pemateri selanjutnya adalah, M. Muzamil yaitu pengusaha budidaya udang vanamei, menjelaskan bahwa titik fokus yang utama dalam mengembangkan usaha adalah niat, tidak hanya mencari keuntungan tetapi juga menjaga lingkungan. Dilanjut dengan komunikasi.

Dalam asosiasi ini, hal yang utama diperhatikan adalah Supllier, dilanjut dengan proses atau pelaku, dan hilir yakni bagaimana pembuangannya. Akhir akhir ini, dalam pantauan asosiasi ini, terpantau Bengkalis 2 bulan terakhir,  telah berhasil mengeluarkan hasil panen petambak sekitar 100 hingga 250 ton sebulannya. Dan turut menyampaikan bahwa perlunya akademisi untuk edukasi lebih lanjut kepada pembudidaya.

BACA JUGA  Bertemu Sejumlah Pimpinan UPT-KKP RI, Gubernur Bahas Pemaksimalan Potensi Kelautan dan Perikanan Sumbar

Pemateri terakhir adalah Amril Fakhri, menyampaikan bahwa kendala dari kantor Dinas Terpadu Kabupaten Bengkalis,mengenai perizinan dan persyaratan perizinan yakni audit lingkungan.

Berakhirnya pemateri, moderator membuka sesi pertanyaan serta saran kepada audien webinar ini. Kesimpulan dari Webinar Kajian Strtegis ini disimpulkan oleh moderator. Prov. Riau memiliki potensi perairan baik air tawar, payau, maupun air asin yg sangat besar untuk budidaya, terkhusus budidaya udang vaname. Udang vaname merupakan salah satu komoditas unggulan daerah yg layak untuk dikembangkan. Usaha budidaya udang vaname memiliki nilai ekonomi yg tinggi.

Salah satu faktor penghambat dalam budidaya ini adalah sumber benur yg harus dikirim dari luar riau. Perguruan tinggi memiliki peran yg sangat penting dalam pengembangan udang vaname terkhusus dalam penerapan tri dharma perguruan tinggi. Peran akademisi diharapkan mampu membantu pembudidaya skala kecil untuk dapat memberi edukasi kepada para pembudidaya. pemerintah juga diharapkan untuk mengupayakan pemanfaatan lahan yang ada sehingga pengembangan hatchery boleh maksimal dan kualitas udang yang dihasilkan juga berkualitas tinggi. Fikri | Moentjak

Berita Terkait :

 

Facebook Comments

Google News