Sang Ibunda Rahmah El-Yunusiyyah, Rafi’ah (1872-1 Juli 1948),

In Memoriam Sang Ibunda Rahmah El-Yunusiyyah: Rafi'ah (1872-1 Juli 1948)
In Memoriam Sang Ibunda Rahmah El-Yunusiyyah: Rafi’ah (1872-1 Juli 1948)
Kamis, 1 Juli, 1900 menapak tahun ke-48. Wajah Rafi’ah secerah mentari pagi. Murid-murid Perguruan Diniyyah Puteri pun bergirang hati. Sepekan lagi Ramadan, libur empat puluh lima hari.

Murid-murid pulang kampung dibelai Rafi’ah yang berpakaian anggun. Sepatah nasihatnya mengalun. Hanya angin yang mendengar desahan doa Rafi’ah dalam usia 76 tahun.

Jika angin mampu berkata, murid-murid itu tak ingin pergi.
Rahmah El-Yunusiyyah akan mendekapnya sepanjang hari.

Kamis, 1 Juli, sebelum tenggelam mentari.
“Huda, Gaek sekarang sudah bersih, tidak ada daki lagi di seluruh badan Gaek. Segala kotoran yang terselat-selat sudah terangkat semua,” lirih Rafi’ah terdengar cicitnya. Cicit pertamanya yang masih berumur setahun mungkin hanya tahunya disuruh mandi.

Malam hari, semilir angin mengabarkan batuk Rafi’ah di kamar mandi.
Mariah, anak perempuan tertuanya, terperanjat memandang Ummi.
Batuk tak terkendali, suara Rafi’ah terbawa angin dan tak mampu berucap lagi.

Sungguh, Tuhan lebih mengerti.
Lunglai di atas kasur, suara Rafi’ah hanya tertinggal, “Laa ilaaha illallaah.”

Malam Jumat, 1 Juli 1948.
Rafi’ah telah pergi.
Namun, peninggalannya terus berarti.
Apa pun, hartanya, jiwanya, tanahnya!

Di atas tanahnya, Rahmah mendidik beribu-ribu perempuan.
Di atas tanahnya, Indonesia mempertahankan kemerdekaan.
Di atas tanahnya, murid-murid Perguruan Diniyyah Puteri tetap berseri menawan.

Kamis, 1 Juli 2021. Adakah Rafi’ah, kita kenang?

(Hendra Sugiantoro)

Tulisan ini, hanya cuplikan perjalanan kisah Rahmah el Yunussiyah yang ditulis oleh Hendra Sugiantoro dalam bukunya “Mengenal Rahmah el Yunusiyyah, Ibu Pendidikan Indonesia”.

Buku setebal 272 halaman tersebut ditulis Hendra Sugiantoro pemerhati sejarah yang menyebut dirinya Bukan orang Minang, Hanya mencintai Indonesia, agar generasi muda bangsa ini, mengetahui perjalanan dan sepak terjang Rahmah dalam memajukan pendidikan di Indonesia khususnya kaum hawa.

BACA JUGA  Covid-19 Kab Solok: 3 ASN Asal Kinari Terkonfirmasi Covid-19

Untuk dapat memiliki buku terbitan Matapadi ini bisa menghubungi penulisnya di nomor whatsapp 0813-2872-7040. Moentjak

 

Artikel Terkait :

Facebook Comments

loading...
Artikel sebelumyaPeduli Perantau di Padang, PKPS Bagikan 2,5 Ton Beras
Artikel berikutnya6 Ekor Sapi, Kurban di Yayasan PSA Sulit Air