“Rang Tangaya” di Kemenhaj R.I Berikan Manasik Haji di Islamic Center Kabupaten Solok

Koto Baru, SuhaNews | H. Ichsan Marsha, S.KOM.I, M.I.KOM, Tenaga Ahli Bidang Humas dan Media Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia, urang awak asal Saningbaka (Tangaya), tampil sebagai narasumber pada Manasik Haji di Masjid Agung Darussalam Islamic Center Koto Baru Kabupaten Solok, Sabtu (14/2).

Dalam kesempatan tersebut, Alumni SMAN 1 Singkarak ini menyampaikan tentang kebijakan Armuzna (Arafah, Muzdalifah dan Mina) yang merupakan puncak pelaksanaan ibadah haji.

Ichsan yang masuk dalam tim penyusun kebijakan Pereintah terhadap pelayanan jemaah haji ini memaparkan tentang Murur. “Murur adalah pergerakan jemaah haji dari Arafah dengan bus yang hanya melewati Muzdalifah tanpa turun dari kendaraan. Jemaah langsung melanjutkan perjalanan ke Mina untuk melakukan lontar jumrah dan mabit,” ujar Ichsan.

Disampaikan juga, secara fikih, mabit di Muzdalifah memang merupakan bagian dari wajib haji. Namun, dalam kondisi tertentu, seperti uzur fisik, lansia, atau alasan syar’i lainnya, jemaah dibolehkan tidak bermalam di Muzdalifah.

Sedangkan Tanazul adalah, setelah mabit di Muzdalifah, jemaah haji biasanya melanjutkan mabit di Mina. Namun, untuk menghindari kepadatan tenda dan demi kenyamanan, PPIH juga menerapkan skema tanazul, yakni pemulangan lebih awal ke hotel di Makkah setelah selesai lempar jumrah aqabah.

Ditambahkannya, Tanazul juga mengikuti pendapat Mazhab Hanafi yang menyatakan bahwa mabit di Mina hukumnya sunnah. Maka jemaah haji yang memilih langsung kembali ke hotel tidak terkena dam dan hajinya tetap sah

Menutup paparannya, Ichan berharap jemaah haji yang saat ini tengeh mempersiapkan diri berangkat ke tanah suci di bulan April 2026 nanti, untuk menjaga kesehatan fisik dan mental. Agar dapat melaksanaian ibadah dengan masimal dan khusuk sehingga meraih prediket Haji Mabrur saat kembali ke tanah air.

BACA JUGA  Kebakaran di Baso, Nenek 85 Tahun Meninggal Dunia

Kepala Kantor Kementerian Haji Kabupaten Solok, Sesmadewita, S.Sos, M.Ap mengatakan manasik yang diikuti oleh jemaah ini adalah bagian dari lima kali manasik yang diselenggarakan oleh Kemenhaj untuk jemaah tahun 1447 H / 2026 M ini. Nova | Fendi

Berita Terkait :

Facebook Comments

Google News