Arosuka, SuhaNews. Satu warga nagari Paninggahan dimakamkan dengan protokol Covid-19 pada Sabtu (2/5), Walau hasil rapid testnya negatif. Hal ini dilakukan karena sebelumnya almarhum mengalami gejala mirip Covid-19 dan memiliki riwayat perjalanan dari luar daerah.

Disampaikan oleh Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kab. Solok Syofiar Syam, terhadap almarhum telah dilakukan rapid test dan swab test. Untuk rapid hasilnya negatif dan untuk swab test masih menunggu, karena spesimen pasien sudah dikirim ke labor Fakultas Kedokteran Unand di Padang.
Disampaikan juga, sebelumnya almarhum yang berprofesi sebagai sopir truk ini baru pulang dari Medan pada Selasa (28/4) yang lalu. Kemudian pada Jumat (1/5) kondisi kesehatan almarhum memburuk dengan keluhan sesak nafas dan demam, keluarga meminta bantuan Bidan Desa.
Oleh dokter Puskesmas Paninggahan, korban dijemput dengan ambulan serta petugas dengan APD lengkap untuk dirujuk ke rumah sakit. Saat dokter dan petugas tiba pukul 19.40, almarhum telah meninggal dunia.
Selain almarhum, satu anaknya laki-laki usia 9 tahun juga mengalami demam dan sebelumnya sudah berobat ke dokter. Atas kondisi ini keduanya diambil spesimen untuk swab test.
Rapid test juga dilakukan pada anggota keluarga lain sebanyak 8 orang yang hasilnya seluruhnya negatif. Namun demikian keluarga diminta untuk melakukan isolasi mandiri. WeweÂ
Baca Juga :Â





Facebook Comments