SuhaNews. RSUP M. Djamil Padang menerapkan standar Covid-19 untuk pelayanan instalasi Gawat Darurat (IGD), mulai Senin (4/5) ini. Langkah dini disambut baik Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, sebagaimana dilansir oleh Topsatu.com.
Hal ini diungkapkan Gubernur saat melakukan kunjungan ke IGD RSUP M. Djamil Padang, Minggu (3/5). Karena manfaatnya akan luar biasa, karena kematian itu banyak karena penyakit bawaan, yang namanya comorbid (riwayat) bukan karena COVID-19.
“Kalau belum dilakukan dari IGD seleksi dan skrining, itu bisa gawat nanti, kematian akan tinggi jumlahnya. Dengan adanya IGD yang langsung menangani COVID-19, insyaallah langsung tertangani secara terpadu,” sebut Irwan Prayitno.
Ditambahkannya, mudah-mudahan langkah ini bisa mengurangi kematian, dan memperbanyak kesembuhan dan pelayanan bisa terasa dengan baik.
“Konsekwensinya karena protokol COVID-19, Alat Pelindung Diri (APD), masker N95, dan hand sanitizer mesti banyak, itu kita upayakan untuk terpenuhi,” ujarnya.
Bagi Irwan, pengadaan APD yang level 3 medis, masker N95 menjadi prioritas, termasuk untuk lima rumah sakit lain yang mengurus COVID-19, seperti RSUD Ahmad Muchtar Bukittinggi, RSUD Pariaman, RSUD Rasyidin, Semen Padang Hospital, dan RS Unand.
Sementara itu, Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Padang Yusirwan mengatakan, pertama IGD saat ini dalam kasus-kasus yang comorbid itu yang dikirim tidak didukung data lengkap, sehingga gonjang-ganjing dan opor-oporan antara IGD dengan skrining di belakang.
“Nampaknya terjadi keterlambatan penanganan awal untuk pasien-pasien yang sebetulnya commorbite-nya yang menjadi penyebab. Kedua di IGD itu sendiri banyak yang Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Orang Tanpa Gejala (OTG), sementara standar penanganan petugas sangat rendah, sehingga memungkinkan untuk tertular,” katanya.
Yusirwan menambahkan, kalau petugas kita lumpuh, akan lumpuh pelayanan kita, maka Senin (4/5/2020), ini kita jadikan standar pelayanan itu baik pengamanan dari petugas maupun untuk pasien itu dengan COVID-19.
“Sehingga kita berharap, seandainya datang COVID-19 petugas tidak tertular dan untuk pasien lain juga bisa terhindar,” tutupnya.
editor : Moentjak sumber : Klikpositif
Baca Juga :



Facebook Comments