Satu Keluarga Sembuh Dari Covid-19

275
sembu
SuhaNews – Warga terpapar covid-19 di Kota Padang terus bertambah. Rabu (13/5), Ibukota Provisnsi Sumbar ini kembali mencatkan diri sebagai daerah terbanyak positif covid-19 yakni 14 orang.

Kabar baiknya, pasien yang sembuh pun bertambah. Bahkan satu keluarga di Padang yang terdiri atas 6 orang, berhasiil sembuh dari covid-19. Ini tentu memotivasi yang lain, untuk cepat sembuh.

Satu keluarga poasitif corona yang beralamat di jl. Sawahan Dalam 4 No. 13, Kelurahan Sawahan, Kecamatan Padang Timur  itu dinyatakan sembuh, setelah menjalani test swab dua kali.

Dari 6 orang dalam satu keluarga tersebut, sang ibu Hj. Napisah (62) merupakan owner Ambasador Textil. Ia merupakan pasien pertama dari klaster Pasar Raya Padang yang terinfeksi covid-19, yang dinyatakan sembuh.

“Alhamdulillah, kita bersyukur kali ini di Kelurahan Sawahan satu keluarga telah sembuh dan sehat semua,” ujar Walikota Padang, H. Mahyeldi Ansharullah, Rabu (13/5/2020).

Dalam kunjungan ini, Walikota Padang didampingi oleh Camat Padang Timur Ances Kurniawan, Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Feri Mulyani, Unsur Forkompimca Padang Timur, Kepala Puskesmas dan Lurah beserta RT/RW setempat.

Menurut Mahyeldi, sebagaimana dilansir Prokabar.com,  Hal ini, di samping berkat kerja keras dan keyakinan mereka untuk sembuh dari virus ini, tentu juga berkat dukungan dan dorongan semua pihak terutama masyarakat sekitar.

“Hari ini Kelurahan Sawahan sudah berhasil kita hijaukan,” ucap Wako Mahyeldi sewaktu mengunjungi rumah keluarga pasien sembuh covid-19 itu, Rabu (13/5).

Atas nama Pemerintah Kota Padang, papar Wali Kota Padang H. Mahyeldi Ansharullah, ia bersyukur mengingat dari hari ke hari warga Kota Padang semakin banyak yang sehat dan pulih dari virus corona. Begitu juga kelurahan-kelurahan yang selama ini (merah-red), kini kembali masuk zona hijau.

“Pemerintah Kota Padang optimis untuk menjaga dan melindungi zona-zona yang putih (bebas covid-19) di Kota Padang dari penyebaran covid-19 dan sekaligus menghijaukan zona yang merah,” tekad Mahyeldi.

sembuGugus Tugas Covid-19 Kota Padang, jelas Wako Padang,  mengobarkan semangat perang terhadap covid-19 ini. Program akan diarahkan ke daerah-daerah yang positif untuk kita hijaukan. Kemudian daerah yang putih atau belum kena akan dilindungi akan tidak terinfeksi corona.

“Mudah-mudahan pada 29 Mei 2020 insya Allah Kota Padang dapat terbebas atau 0 (nol) kasus covid-19,” tambah Mahyeldi.

“Puji  syukur  kepada Allah SWT yang telah memberikannya kesembuhan dari positif corona yang menimpanya sekeluarga,” ujar Ilham (29) anggota keluarga yang sembuh dari covid-19 di Sawahan ini.

Kami sekeluarga, jelas Ilham,  mengucapkan terima kasih dan memohon maaf kepada warga sekitar. Mungkin untuk upaya isolasi mandiri kami waktu itu sempat meresahkan warga baik ada yang setuju atau pun sebaliknya.

“Alhamdulillah, karena usaha Ketua RT setempat, kami diterima melakukan isolasi di rumah sesuai protokol kesehatan. Begitu juga melakukan pemeriksaan yang dianjurkan oleh dokter selama masa isolasi,” ungkapnya.

“Alhamdulillah, kita sekeluarga sudah dinyatakan sembuh dan terakhir dua hari yang lalu mama saya Hj. Napisah dinyatakan sembuh setelah melalui serangkaian tes PCR,” ungkap pria yang merupakan salah seorang dokter di RSUP M. Djamil itu.

Awal mula proses masuknya covid-19 kepada dirinya dan keluarga, jelas Ilham, berdasarkan tracing dari Dinas Kesehatan. Ilham tidak tertular dari pasien di rumah sakit, namun kemungkinan dari salah satu anggota keluarganya.

“Jadi, waktu kami melakukan ‘screening’ terhadap semua residen di RSUP M.Djamil,  ternyata dari semua residen hanya saya yang dinyatakan positif covid-19 dan harus melakukan isolasi tepat sejak 28 Maret lalu,” ungkapnya.

Selanjutnya, jelas Ilham, pemeriksaan pun dilakukan kepada anggota keluarganya yang lain. Alhasil, 5 orang keluarganya termasuk sang ibu Hj. Napisah dinyatakan positif covid-19.

“Kami langsung melakukan isolasi mandiri selama 14 hari di rumah,” jelas Ilham.

Karena termasuk positif ringan dan rata-rata dari kami termasuk Orang Tanpa Gejala (OTG). Keluarga mendapatkan pengobatan intensif dari RSUP M. Djamil yang ditangani langsung dokter spesial paru.

“Semoga nama baik toko Ambassador kembali dipulihkan kepada publik,” harap Hj. Napisah.

Sebelumnya, ia mendengar ada yang mengatakan, untuk tidak berbelanja ke toko Ambassador karena pemiliknya dan karyawannya ada yang positif covid-19.

Sekarang, jelas Napisah, semua sudah sembuh. Karena itulah, ia berharap tokonya kembali baik.Insya Allah kami akan kembali membuka toko kalau sudah diizinkan pemerintah kota. Lebih kurang sudah dua bulan toko tidak beroperasi.

Editor: Wewe    Sumber: Prokabar.com

Baca Juga:

Facebook Comments

loading...