Solok dan 3 Kota di Sumbar Kena Pengetatan PPKM Mikro

PPKM Mikro, Solok dan 3 Kota di Sumbar Kena Pengetatan
Solok, SuhaNews. Solok dan 3 Kota Lainnya di Sumbar Kena Pengetatan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro untuk wilayah di luar Pulau Jawa-Bali mulai tanggal 6 hingga 20 Juli mendatang.

Selain Solok, kota lainnya di Sumbar yang masuk daftar pengetatan tersebut adalah Padang, Bukittinggi dan Padang Panjang.

Langkah ini dimabil Pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran Covid 19 yang beberapa waktu terakhir ini mengalami peningkatan.

Salah satunya, Pemerintah memutuskan untuk kembali memperpanjang penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro untuk wilayah di luar Pulau Jawa-Bali mulai tanggal 6 hingga 20 Juli mendatang terhadap 43 kabupaten/kota yang berada pada asesmen COVID-19 di level 4.

“Tadi sudah melapor ke Bapak Presiden terkait perpanjangan PPKM mikro tanggal 6- 20 Juli 2021 untuk di luar Pulau Jawa. Ini diatur perpanjangan yang selaras dengan PPKM Darurat di Jawa dan Bali,” kata Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers daring, di Jakarta, Senin ( 5/7 2021)

Dengan asesmen level 4 ini maka di 43 kabupaten/kota di 20 provinsi diluar Jawa dan Bali dilakukan pengetatan penerapan PPKM Mikro. Diantaranya Kota Padang, Bukit tinggi, Solok dan Padang Panjang di Sumatera Barat.

Adapun pengetatan tersebut adalah :

1. Perkantoran wajib bekerja di rumah (WFH) sebanyak 75% sehingga WFO hanya 25%.
2. Kegiatan belajar mengajar dilakukan secara online.
3. Sektor esensial bisa tetap beroperasi 100% dengan pengaturan jam oerasional dan protokol kesehatan.
4. Untuk makan (dine in) di restoran dibatasi hanya 25% dan maksimal sampai pukul 17.00. Sementara untuk take away dibatasi sampai pukul 20.00.
5. Mal tetap boleh buka sampai maksimal pukul 17.00 WIB dengan kapasitas 25%.
6. Proyek konstruksi bisa beroperasi sampai 100%
7. Kegiatan keagamaan di rumah ibadah ditiadakan.
8. Semua fasilitas publik ditutup sementara.
9. Seluruh kegiatan seni dan budaya ditutup.
10. Seluruh kegiatan seminar dan rapat ditutup.
11. Untuk Transportasi umum akan diatur oleh Pemda untuk kapasitas dan protokol kesehatan.

BACA JUGA  Gubernur Sumbar: "Jadikan Nagari Tertinggal Menjadi Nagari Maju Dan Mandiri"

Menko Airlangga menambahkan, terkait pelaksanaan shalat Idul Adha yang daerah berada di level 4 dilaksanakan ditempat masing masing, sedangkan untuk level lainnya mengikuti surat edaran masing masing daerah.

Inilah daftar 43 kota yang dikenakan pengetatan PPKM Mikro.

1 Aceh Kota Banda Aceh
2 Bengkulu Kota Bengkulu
3 Jambi Kota Jambi
4 Kalimantan Barat Kota Pontianak
5 Kalimantan Barat Kota Singkawang
6 Kalimantan Tengah Kota Palangkaraya
7 Kalimantan Tengah Lamandau
8 Kalimantan Tengah Sukamara
9 Kalimantan Timur Berau
10 Kalimantan Timur Kota Balikpapan
11 Kalimantan Timur Kota Bontang
12 Kalimantan Utara Bulungan
13 Kep. Riau Bintan
14 Kep. Riau Kota Batam
15 Kep. Riau Kota Tanjung Pinang
16 Kep. Riau Natuna
17 Lampung Kota Bandar Lampung
18 Lampung Kota Metro
19 Maluku Kepulauan Aru
20 Maluku Kota Ambon
21 NTT Kota Mataram
22 NTT Lembata
23 NTT Nagekeo
24 Papua Boven Digoel
25 Papua Kota Jayapura
26 Papua Barat Fak Fak
27 Papua Barat Kota Sorong
28 Papua Barat Manokwari
29 Papua Barat Teluk Bintuni
30 Papua Barat Teluk Wondama
31 Riau Kota Pekanbaru
32 Sulawesi Tengah Kota Palu
33 Sulawesi Tenggara Kota Kendari
34 Sulawesi Utara Kota Manado
35 Sulawesi Utara Kota Tomohon
36 Sumatera Barat Kota Bukittinggi
37 Sumatera Barat Kota Padang
38 Sumatera Barat Kota Padang Panjang
39 Sumatera Barat Kota Solok
40 Sumatera Selatan Kota Lubuk Linggau
41 Sumatera Selatan Kota Palembang
42 Sumatera Utara Kota Medan
43 Sumatera Utara Kota Sibolga.

Oca|Moentjak

Berita Terkait : 

Facebook Comments

loading...
Artikel sebelumyaTanpa Penonton, Festival Pesona Adat Nagari di Puncak Pato
Artikel berikutnyaMenteri Agama Persilakan Asrama dan Rumahsakit Haji Untuk Pasien Covid-19