Surau Nurul Iman Talago Pulai Nagari Simawang Kembali Menggeliat

talago
Simawang, SuhaNews. Surau Nurul Iman Talago Pulai Nagari Simawang kab. Tanah Datar telah menggeliat kembali setelah sekian lama vakum dari aktivitas belajar mengaji dan sholat berjamaah beberapa tahun terakhir.
Hal ini dibuktikan dengan telah aktif nya aktifitas sholat berjamaah setiap waktu, pengajian bulanan, pendidikan TPA/TPSA dan ditunjuknya imam tetap mushala beserta pengurus dari generasi Muda kata Salah satu Tokoh masyarakat setempat Bapak Alimuhar St.Tunaro kepada Suhanews.co.id

Dahulunya kata Bapak Alimuhar, Belajar mengaji selepas magrib di surau (mushalanya) atau masjid adalah rutinitas yang sudah lama berlangsung di setiap sudut kampung di Ranah Minang. Mayoritas, llmu agama dasar dipahami generasi Islam bersumber dari guru mengaji sebelum berlanjut di pendidikan madrasah formal”,jelasnya

“Di era 80 hingga 90-an, mayoritas pemuda Islam di Minangkabau tidur di surau. Kreatifitas remaja kala itu lebih intens di rumah ibadah ketimbang keluyuran tidak jelas. Konon, aneh rasanya (saat itu), jika ada anak lelaki Minang yang memilih tidur di rumah dibandingkan di surau”, sebutnya.

“Usai mengaji, malamnya anak muda berlatih silat dan tidur di surau. Itu ciri khas generasi muda di kampung tempo dulu,” kata Sutan Tunaro dikediamannya.

Namun, seiring berjalan waktu, kebiasaan mengaji dan aktif di surau, kini kian ditinggalkan. Tak jarang, hanya anak-anak setingkat Sekolah Dasar (SD) yang masih rutin mengaji di kampung-kampung tiap Nagari. Atau paling tidak, aktifitas mengaji hanya ada TPA dan MDA Masjid.

“Kalau dulu, sampai SMA pun masih mengaji di surau. Kini, entah malu karena sudah besar, tidak ada lagi yang aktif mengaji apalagi sampai tidur di surau”, jelas tokoh masyarakat Simawang tersebut kepada media.

talago

kita khawatir, jika eksistensi mengaji di surau tidak terus digiatkan, bukan tidak mungkin, generasi muda Islam kelak tak pandai baca tulis alquran. Lemahnya akidah, akan berefek pada degradasi moral yang ujung-ujungnya bisa keliru memahami agama dan kehidupan dunia.

surau tidak saja rumah ibadah sekedar untuk belajar mengaji. Lebih dari itu, surau adalah rumah perajut kebersamaan generasi muda Islam. “Kalau aktif di surau, waktunya untuk hura-hara dan belajar yang tidak baik akan berkurang. Sebab, tantangan terberat generasi, ya pergaulan yang terus maju mengikuti zaman,” terangnya.

maka dari itu kita sangat senang sekali surau Nurul iman telah aktif kembali, dan berharap syiar syiar Islam di Talago pulai hidup kembali, anak anak di sekitar Talago Pulai ini sudah banyak sukses di negri orang, bahkan sudah ada yang berkuliah di luar negri, ini membuktikan kalau pendidikan agama itu sangat penting untuk pedoman hidup manusia”, pungkasnya.

kita juga bersyukur masih ada putra asli daerah di Talago pulai yakni DR. Mustafa Malin Batuah yang juga seorang Dosen dimanado ikut juga memberikan masukan dan saran sehingga surau kebanggaan kita bisa kembali aktif”, tutupnya.

Gindo Malin selaku bagian dari pengurus di mushala Talago Pulai juga ikut berkomentar dengan aktif nya Mushala Nurul iman ini, kedepannya kata gindo kita rancang bersama dengan ketua untuk membuat semacam program yang nantinya bisa melibatkan semua masyarakat terutama orang tua supaya Mushala kita ini dijadikan sebagai tempat pusat pendidikan dan tentunya kita minta dukungan semua”, jelasnya.

Bagi perantau yang telah sukses dan ingin membangun kampungnya atau ingin memberikan donasi bisa hub. pengurus melalui no hp 0821-7020-2260 (pito),0822-3307-9911(Gindo Malin)”,pungkasnya.

reporter : Dedi editor : Moentjak

BACA JUGA :

Facebook Comments

loading...