Tambang Emas di Solok Selatan Longsor, 8 Orang Ditemukan Meninggal

tambang
SuhaNews – Tambang emas di daerah Kimbahan Abai, Kecamatan Sangir Batang Hari, Kabupaten Solok Selatan, Sumatra Barat longsor, delapan pekerja ditemukan tewas. Para korban meninggal sudah dievakuasi. 

Delapan korban lainnya mengalami luka-luka, sementara satu korban lagi masih dalam proses pencarian.

“Proses pencarian akan dilanjutkan Selasa (11/5/2021) ini,” ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Solok, Richi Amran.

Baca juga: Polda Sumbar Tetapkan Oknum Wali Nagari dan 6 Lainnya Sebagai Tersangka Tambang Ilegal

Dilansir dari topsatu.com, Longsor di lubang tambang ini, jelas Richi, diduga akibat curah hujan yang terjadi. Sebelumnya, peristiwa kecelakaan kerja ini terjadi sekitar pukul 08.00 WIB, Senin (10/5/2021). Para pekerja tambang yang sedang beraktivitas di dalam lubang tidak dapat menyelamatkan diri akibat material longsor menutupi lubang tambang. Mereka tertimbun.

Richi Amran. menjelaskan bahwa pada Senin (10/5/2021) sekira pukul 08.00 WIB, intensitas hujan cukup tinggi yang mengakibatkan terjadinya longsor di Kimbahan Abai.

Sejumlah pekerja tambang dilaporkan tertimbun material longsor. Tim Reaksi Cepat (TRC)  BPBD Solsel langsung menuju lokasi, melakukan pencarian dan penyelamatan korban.

“TRC bersama dengan peraonil  TNI, Polri, anggota Pusdalop BPBD dan sejumlah tenaga kesehatan dari Dinas Kesehatan Solok Selatan, berhasil mengevakuasi sebanyak 12 korban. Sebanyak delapan orang diantaranya, meninggal dunia,” kata Richi.

Data sementara korban yang meninggal dunia adalah, Buyung (31) alamat Nagari Bidar Alam. Yasril (35) alamat Sungai Padi, Sangir. Zainal (31) alamat Sungai Rambutan, Sangir. Siat (45) alamat Sungai Rambutan. Nedi (20) alamat Kapalo Koto Abai. Catno (60) alamat Abai.

Sedangkan data, korban luka-luka, Nopa (46) alamat Bumi Ayu Sangir, dengan kondisi patah tangan. Tomi (38) alamat Timbulun juga menderita patah tangan. Ito (31) alamat Sungai Rambutan menderita patah pinggang. Eka Umur (30) alamat Bumi Ayu juga Patah Pingang. Mitro (25) alamat Abai, menderita luka-luka. Syafril (51) alamat Taratak Tinggi Pekonina menderita luka- luka.

BACA JUGA  Covid-19 Kabupaten Solok, Total 5 Orang Meninggal, 101 Sembuh

Tim masih akan melanjutkan pencarian korban Selasa ini, karena diduga masih ada korban yang terjebak di dalam lubang tambang tersebut. (*)

Baca juga:

Facebook Comments

loading...