spot_img

Tangani Covid-19, Bupati Solok Ikuti Rakor Bersama Gubernur

Arosuka, SuhaNews – Bupati Solok didampingi Kepala Dinas Kesehatan, Kalaksa BPBP dan Direktur RSUD Arosuka mengikuti rapat koordinasi dengan Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) wilayah Sumbar, dengan Pemda Sumbar dan Kabupaten/Kota, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) untuk Penanganan Covid-19, Selasa (22/9) dari Guest House Arosuka.

Rakor yang dilaksanakan secara virtual ini diikuti juga Bupati Solok H. Gusmal, Kepala Dinkes dr. Maryeti Marwazi, Kalaksa BPBD Armen AP, dan Dirut RSUD Arosuka drg. Yones Indra.

Sementara di provinsi bergabung Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, Kepala Dinkes Prov. Sumbar Arry Yuswandi, Skm. Mkm, Kalaksa BPBD Erman Rahman,Ketua PERSI Sumbar Dr. dr. Yusirwan, SpB. SpBA. (K) Mars., Wakil Rektor II Unand Dr. dr. Wirsma Arif Harap, SpB (K), Kepala Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi FK Unand Dr. dr. Andani Eka Puta, M.Sc., Dirut RS Pemerintah dan Swasta se-Sumbar, serta Ketua IDI wilayah dan cabang se-Sumbar.

“Rakor ini untuk membahas perkembangan dan penanganan covid-19 di Sumbar,” jelas Gubernur Irwan Prayitno.

Dari rakor ini, jelas Gubernur, diharapkan adanya hasil yang bisa ditindaklanjuti dalam rangka meminimalisir erupsi pasien covid-19 dan kesiapan RS menanganinya.

“Kita akan memaksimalkan RS yang ada di Sumbar untuk menanggulangi covid-19,” tambah Irwan Prayitno.

“Semua elemen agar selalu menghimbau masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan demi keamanan dan kenyamanan bersama,” kata Gubernur.

Untuk pelaksanaan isolasi, papar Gubernur Irwan Prayitno, sudah disiapkan mulai dari provinsi hingga tingkat nagari. Seluruh Dirut Rumah Sakit  di Sumbar selalu menjalin komunikasi dan koordinbasi dalam menangani covid-19, terutama berkaitan dengan pasien.

covidPemerintah Daerah, jelas Gubernur,  sudah melakukan beberapa upaya pencegahan dan penanggulangan Covid-19,  diantaranya mengeluarkan Perda mengenai covid-19, peningkatan kapasitas testing dan percepatan waktu tunggu, pembatasan antardaerah, skrening ketat dibeberapa fasilitas umum seperti bandara serta peningkatan partisipasi nagari.

BACA JUGA  Lepas Kafilah MTQ, Wako Fadly Amran Doakan Raih Hasil Terbaik

“Hingga saat ini masalah erupsi pasien penderita pandemi wabah covid-19 ini meningkat hingga 300%,” ujar Ketua Persi Sumbar Dr. dr. Yusirwan.

PERSI mengajak pemerintah daerah dan RS agar mampu mencari solusi sehingga kasus pandemi covid-19 ini dapat diatasi atau diminimalisir. Pihak RS / PERSI juga akan melakukan seting ulang terhadap kondisi atau sistem pada RS.

“Sistem rujukan pasien covid-19 juga akan dipelajari dan dievaluasi kembali agar tidak ada lagi isolasi mandiri, sebab hal tersebut hanya akan menambah kluster baru (kluster rumah),” tambah Ketua Persi ini.

Isolasi mandiri, ujarnya, dinilai memiliki potensi yang lebih kuat dalam menyebar covid-19, sebab kurang terkontrol dan kontak dengan lingkungan sekitar tetap terjadi.

“Kasus yang ada saat ini belum puncaknya, artinya masih akan berlanjut dan belum diketahui akhirnya,” jelas Yusirwan.

Hal senada disampaikan Kepala Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi FK Unand. Menurutnya pengendalian dan penanganan yang kurang optimal akan menghasilkan angka kematian yang bertambah tinggi.

“Kontro yang kurang pada pasien terkonfirmasi akan menyebabkan penyebaran yang semakin luas,” jelasnya.

Sementara Bupati Solok H. Gusmal mengatakan jika  Pemerintah Daerah akan terus berusaha melakukan berbagai instruksi dan arahan dari pemerintah provinsi dan pusat dalam rangka menanggulangi wabah covid-19.

“Rumah Sakkit Arosuka sudah memiliki ruang isolasi, namun masih belum terlalu memadai dan mencukupi,” aku Gusmal.

Bupati berharap agar Pemerintah Provinsi, PERSI atau instansi terkait lainnya dapat mengevaluasi kembali sistem rujukan pasien terkonfirmasi agar lebih jelas dan memudahkan RS daerah untuk melakukan rujukan. Wewe

Baca juga:

Facebook Comments

Google News