Tiga Desa di Pariaman Selatan Dicanangkan Sebagai Desa Cantik 2026

Pariaman, SuhaNews | Wakil Wali Kota Pariaman, Mulyadi mencanangkan 3 (tiga) Desa Cinta Statistik (Desa Cantik), sekaligus membuka kegiatan Pembinaan Statistik Sektoral Tahun 2026, Rabu (15/7) di Balairung Pendopo Walikota Pariaman. 

Pencanangan Desa Cantik ini ditandai dengan penandatanganan piagam perencanaan Desa Cantik antara Pemko Pariaman yang tandatangani oleh Wakil Wali Kota Pariaman, Mulyadi,  Kepala Dinas Kominfo Kota Pariaman, Yalviendri dan Kepala BPS Kota Pariaman, Riqadli.

Baca juga: Dihadiri Wabup Solok, BPS, STAI Solok Nan Indah dan STIE El Hakim Solok Tandatangani MoU

“Ada 3 desa yang dicanangkan sebagai Desa Cantik 2026, yaitu Desa Sunuah, Desa Kampuang Apa dan Desa Sungai Kasai, Kecamatan Pariaman Selatan” ujar Mulyadi.

Data adalah aset utama dalam membangun ekonomi dan menyusun kebijakan daerah. Melalui integrasi data yang berkualitas, kita dapat memastikan program pembangunan di Kota Pariaman berjalan tepat sasaran, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi.

Wawako Pariaman, Mulyadi menyampaikan bahwa pencanangan Desa Cantik dan pembinaan statistik sektoral ini merupakan langkah strategis dalam mewujudkan implementasi Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia.

Program Desa Cantik kerjasama Pemko Pariaman dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pariaman ini merupakan inisiatif krusial untuk memperkuat kapabilitas desa/kelurahan dalam mengelola dan memanfaatkan data secara mandiri.

Secara umum, pemerintah daerah termasuk pimpinan Kota Pariaman menaruh harapan besar pada keberhasilan program ini demi mendorong pembangunan yang lebih terarah.

“Dengan adanya Desa Cantik ini hendaknya setiap desa mampu mewujudkan Pembangunan Berbasis Data (Data-Driven Decision Making) agar perencanaan pembangunan dan pengentasan kemiskinan di tingkat desa/kelurahan dapat diambil berdasarkan data riil yang akurat, mutakhir, dan akuntabel,” tambah Mulyadi.

BACA JUGA  Perdana, Bahas RPJMD, Wakil Walikota Pariaman Mulyadi Pimpin Rapat

Tidak hanya itu, Program Desa Cantik ini hendaknya menjadi fondasi kuat untuk menyukseskan program Satu Data di tingkat daerah dan kepada desa yang ditunjuk sebagai pelopor, semoga pencapaian mereka dapat menjadi role model atau percontohan bagi seluruh desa dan kelurahan lain di wilayahnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pariaman, Riqadli menjelaskan bahwa sesuai dengan UU No. 16 Tahun 1997 tentang Statistik dan Perpres No. 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia, BPS berkomitmen penuh menjalankan peran sebagai Pembina Data Statistik di Tingkat Daerah.

“Desa dan kelurahan adalah ujung tombak aliran data nasional. Jika data dari tingkat desa berkualitas, maka kebijakan pembangunan yang dirumuskan oleh pemerintah daerah hingga pusat akan jauh lebih presisi,” ujar Riqadli.

Melalui program Desa Cantik ini, kita ingin meningkatkan literasi dan kapabilitas aparatur desa dalam mengelola data, sehingga desa tidak lagi sekadar menjadi objek dinamis, melainkan subjek aktif pembangunan.

Pencanangan ini juga menjadi momentum untuk mengoptimalkan aliran data sektoral. Data sektoral ini sangat vital karena menjadi bahan baku utama dalam penghitungan PDRB (Produk Domestik Regional Bruto), baik dari sisi Lapangan Usaha maupun Pengeluaran.

Baca juga: Wako Hendri Septa Canangkan 3 Kelurahan Cantik di Padang

Facebook Comments

Google News