UNP Berlakukan WFH dan Pelayanan Daring Mulai Hari Ini,

Prodi Informatika dan Animasi, Dihadirkan UNP Untuk Kaum Milenial
Gedung Rektorat UNP
SuhaNews. Menindaklanjuti Surat Edaran Sekjen Kemendikbud Riset Teknologi Nomor 11 Tahun 2021 tanggal 2 Juli, Universitas Negeri Padang (UNP) mulai Senin (5/7) memberlakukan bekerja dari rumah work from home (WFH)  dan mengutamakan pelayanan secara daring. Hal ini dilakukan untuk mencegah penularan virus Corona yang terus meningkat beberapa waktu terakhir ini.

Demikian disampaikan oleh Rektor Universitas Negeri Padang Prof. Ganefri, Ph.D. malam ini, Minggu (5/7) kepada wartawan portal beritaminang.com melalui pesawat telepon.

Lebih lanjut Rektor Prof. Ganefri, Ph.D. meminta semua pimpinan universitas, pimpinan fakultas, pimpinan jurusan dan program studi, pimpinan lembaga, biro, unit penunjang teknis tetap melakukan pelayanan akademik dan masyarakat secara optimal dengan mengutamakan pelayanan secara daring.

“Kepada para pimpinan di Universitas Negeri Padang diminta mengatur pelayanan secara maksimal dan jika diperlukan dapat ditunjuk petugas piket dengan tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19 secara ketat,” tambah Prof. Ganefri, Ph.D.

Menurut Rektor Prof. Ganefri, Ph.D., nantinya mahasiswa Universitas Negeri Padang yang nantinya akan mengikuti perkuliahan juga akan dilakukan vaksinasi. Kata Rektor, hal sangat penting untuk antisipasi penyebaran pandemi Covid-19 tersebut.

Selain itu, kata Rektor Prof. Ganefri, Ph.D., kegiatan penting yang sudah diprogramkan seperti kegiatan mendukung Program MBKM atau akreditasi internasional dapat dilakukan dengan jumlah tidak melebihi 30 peserta dapat dilaksanakan dengan izin Rektor dan mematuhi protokol kesehatan Covid-19 secara ketat. Namun Rektor, mengajak seluruh sivitas akademika melakukan kegiatan dan aktivitas secara daring.

Pada kesempatan itu, Rektor Prof. Ganefri, Ph.D. menjelaskan isi surat edaran Sekjen Kemendikbud Riset Teknologi Republik Indonesia adalah (1) memberlakukan bekerja dari rumah (BDR) secara penuh selama 12 (dua belas) hari kerja mulai tanggal 5 Juli 2021 sampai dengan 20 Juli 2021 dan akan dievaluasi lebih lanjut sesuai dengan situasi dan kondisi; (2) pengaturan BDR di kantor Unit Pelaksana Teknis, Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi, dan Perguruan Tinggi Negeri diatur oleh pemimpin satuan kerja masing-masing berdasarkan kebijakan PPKM Darurat atau PPKM Mikro dan/atau kebijakan yang dikeluarkan oleh Satuan Tugas penanganan Covid-19 setempat serta melaporkannya kepada Sekretaris Jenderal melalui Kepala Biro Sumber Daya Manusia.

BACA JUGA  Wako Pariaman Imbau Wisatawan Menjaga Ekologi Pulau Angso Duo

Lebih lanjut Rektor menjelaskan bahwa Sekjen Kemendikbud Riset Teknologi menyatakan bahwa selama pemberlakuan PPKM Darurat: a. kegiatan kedinasan ke luar daerah ditiadakan/ditunda; b. kegiatan tatap muka (fisik) di hotel ditiadakan/ditunda; c. kegiatan agar dilakukan secara daring; d. dilarang menerima tamu dari luar daerah; e. kegiatan tatap muka (fisik) dalam rangka memenuhi undangan dari
pihak luar Kemendikbudristek diutamakan untuk dilakukan secara daring, kecuali yang bersifat penting dan sangat mendesak, dengan
mematuhi protokol kesehatan secara ketat.

Rektor Prof. Ganefri, Ph.D. juga mengajak sivitas akademika Universitas Negeri Padang untuk mematuhi imbauan Sekjen Kemendikbud Riset Teknologi yakni wajib melaksanakan pola hidup bersih dan sehat serta menerapkan prinsip 3M, yaitu (1) menggunakan masker dengan benar ketika berada di luar rumah tanpa terkecuali; (2) mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau menggunakan hand sanitizer; (3) menjaga jarak aman termasuk membatasi mobilitas, tidak keluar rumah kecuali untuk kegiatan yang penting, dan menghindari kerumunan misalnya ke tempat perbelanjaan, objek wisata, dan tempat umum lainnya yang berisiko penularan Covid-19. (ET)

sumber : BeritaMinang.com

Berita Terkait :

Facebook Comments

loading...
Artikel sebelumyaDisdikpora Kab.Solok Gekar Bimtek Penyusunan Kurikulum SMP
Artikel berikutnyaBahas Mubes IV, IKLA Riau Temui Bupati Agam, Andri Warman