Wakili Tanah Datar, Pathi Engla Mairoza Jadi Peserta Terbaik Wokshop ILTB dan TPT 2022

Wakili Tanah Datar, Pathi Engla Mairoza Jadi Peserta Terbaik Wokshop ILTB dan TPT 2022
Batusangkar, SuhaNews – Mewakili kabupaten Tanah Datar pada workshop manajemen program Infeksi Laten Tuberkulosis (ILTB) dan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) tahun 2022 di hotel Axana 22-25 Mei 2022, Pathi Engla Mairoza menjadi peserta terbaik.

Peserta sebanyak 309 orang ini terdiri dari Kepala Dinas/ Kepala Bidang P2P, Wasor/ Pengelola Program TBC, Pengelola farmasi TBC, Technical Officer (TO) TBC, Finance Administration (FA) TBC, Asisten Finance Administration (AFA) TBC, asor/pengelola program TBC dan pengelola farmasi TBC, dr Spesialis Paru, dr Spesialis Anak, dr Spesialis Penyakit Dalam, dr. Umum.

Kegiatan bertujuan untuk Peningkatan kapasitas manajemen penanganan ILTB/ pemberian TPT kepada pengelola program TBC/ petugas kesehatan di puskesmas/RS dan sektor terkait di wilayah 14 kabupaten/kota terpilih dan dari Kementrian Kesehatan Pusat.
Peserta Terbaik kegiatan ini.

Keluar sebagai peserta terbaik pertama Pathi Engla Mairoza, SKM – Wasor TB Dinas Kesehatan Kab. Tanah Datar, terbaik dua Zukmardi Agus, SKM Wasor TB Dinas Kesehatan Kab. Pasaman dan Pengelola Program TB Puskesmas Rokan Hulu Riau.

Kegiatan yang dilaksanakan sejak hari Minggu s.d Rabu / 22 – 25 Mei 2022 membahas tentang Tuberkulosis masih menjadi masalah kesehatan global hingga sekarang. Sebagai penyakit menular, TBC menjadi pembunuh yang paling mematikan di dunia. Berdasarkan Global TB Report WHO 2021, Indonesia merupakan negara dengan beban Tuberkulosis (TBC) tertinggi ketiga di dunia.

Diestimasikan terdapat 824.000 kasus TBC baru setiap tahunnya dengan angka kematian mencapai 93.000. Estimasi jumlah kasus TBC anak pada tahun 2020 sebesar 99.000, dengan demikian kasus TBC anak memiliki presentase 12% di antara jumlah kasus TBC seluruhnya di Indonesia yakni 824.000.

Ditambah, beban Infeksi Laten TBC (ILTB) didunia pada tahun 2014 ada sekitar 1,7 milyar orang yang diperkirakan memiliki ILTB dan berisiko berkembang menjadi penyakit TBC aktif seumur hidup. dimana 35% diantaranya berasal dari wilayah Asia Tenggara.

BACA JUGA  Curah Hujan Tinggi, Pemko Padang Turunkan TRC PUPR

Berdasarkan review sistematis yang dilakukan terhadap 11 penelitian di Asia Tenggara menunjukkan 24,4% sampai 69,2% anak dibawah umur 15 tahun berkontak dengan orang TBC aktif dan 3,3% sampai 5,5% diantaranya akan berkembang menjadi TBC aktif. Indonesia merupakan negara Asia Tenggara dengan beban masalah TBC aktif terbanyak di dunia maka ada banyak penderita yang mengalami TBC aktif didalamnya akibatnya banyak populasi yang berisiko terkena ILTB.

Diketahui bersama bahwa, cakupan pemberian TPT di Indonesia pada setiap kategori usia masih jauh dari target yang diharapkan. Pada kontak serumah per Desember 2021 anak usia <5 tahun cakupannya hanya sebesar 1,2%, sedangkan pada anak usia 5-14 tahun dan lebih dari 14 tahun cakupannya tidak mencapai 1%. Sama hal nya dengan Total kontak serumah cakupan pemberian TPT sebesar 0,2%.

Komitmen Global dan Nasional dalam mengakhiri Tuberkulosis dituangkan dalam End TBC Strategy pada tahun 2030 hanya dapat dicapai dengan mengkombinasikan upaya pengobatan TBC aktif secara efektif dan upaya pencegahan TBC dengan pemberian TPT pada kasus ILTB. Indonesia turut menyatakan komitmennya untuk memberikan TPT pada 1,5 juta orang hingga tahun 2022.

Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) merupakan program Pengendalian Tuberkulosis (P2TB) Nasional dalam penanganan kasus ILTB. Program ini sudah diperkenalkan sejak tahun 2016 sesuai dengan sasaran populasi yang tertuang dalam Permenkes nomor 67 tahun 2016 tentang Tuberkulosis. Namun, masih terbatas pada populasi anak kontak usia dibawah 5 tahun dan ODHIV.

Pada tahun 2020, Program pengendalian TBC Nasional yang tertuang dalam Strategi Nasional menjelaskan bahwa sasaran populasi tidak hanya anak kontak dibawah 5 tahun ODHA, melainkan kontak serumah diatas 5 tahun dan kelompok risiko lainnya (WBP, pasien immunokompremais, petugas kesehatan, barak militer, sekolah berasrama, pengguna narkoba suntik dll). Pada tahun 2021, diharapkan program sudah berjalan sesuai dengan petunjuk teknis penanganan ILTB.

BACA JUGA  Ketua GOW Tanah Datar Bagikan Paket Lebaran di Batipuh dan Pariangan

Tenaga kesehatan yang berada di Fasilitas Pelayanan Kesehatan memegang peranan penting untuk peningkatan cakupan dan keberhasilan pemberian TPT. Oleh karena itu, sejalan dengan salah satu prioritas masalah kesehatan di Indonesia penanggulangan ILTB, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyelenggarakan Workshop Manajemen ILTB sebagai upaya peningkatan kapasitas terkait manajemen penanganan ILTB/ pemberian TPT kepada pengelola program TBC/ petugas kesehatan di puskesmas/RS dan sektor terkait di wilayah 14 kabupaten/kota terpilih. Andra

Berita Terkait :

tanah tanah tanah tanah 

Facebook Comments

loading...
Artikulli paraprakGenius Umar Resmikan Rumah Restorative Justice Desa Kampung baru
Artikulli tjetërSekda Medison Pimpin Rapat Evaluasi Pengendalian Pembangunan