Padang, SuhaNews – Wakil Gubernur Sumbar, Audy Joinaldy serahkan penghargaan Universal Health Coverage (UHC) Tahun 2022 kepada Wali Kota Solok, Zul Elfian Umar Selasa (22/11/22) di The ZHM Premier Hotel, Kota Padang.
Penghargaan ini diserahkan pada kegiatan Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) Tahun 2022 yang mengangkat tema “Mendekatlah Pelayanan Kesehatan Sampai ke Pelosok Nagari”.
Baca juga: Gubernur Sumbar Raih Penghargaan Kemnaker
Rakor ini dihadiri oleh Perwakilan Menteri Kesehatan RI, Kajati Sumbar, Yusron, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat, Lila Yanwar, beserta undangan lainnya.
UHC adalah suatu konsep reformasi pelayanan kesehatan yang mencakup beberapa aspek antara lain Aksesibilitas dan equitas pelayanan kesehatan, Pelayanan kesehatan yang berkualitas dan komprehensif yang meliputi pelayanan preventif, promotif, curatif sampai rehabilitatif dan Mengurangi keterbatasan finansial dalam mendapatkan pelayanan kesehatan bagi setiap penduduk.
“Terdapat tiga dimensi pada Universal Health Coverage,” ujar Audy Joinaldy.
Ketiganya yaitu Penerima manfaat pelayanan kesehatan-seluruh penduduk (beberapa referensi menyebutkan suatu negara dikatakan tercapai jika lebih dari 80 persen penduduk terlindungi oleh asuransi kesehatan).
Ketersediaan pelayanan esensial yang merata dan aksesibel, dan Cakupan perlindungan kesehatan-mulai dari pelayanan sederhana sampai pelayanan berbiaya mahal yang mencakup pelayanan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif.
“Terima kasih kepada Kementerian Kesehatan RI dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat yang telah memberikan penghargaan kepada Kota Solok,” ujar Wali Kota Solok, Zul Elfian Umar.
Ini merupakan sebuah penghargaan yang diberikan kepada kota yang telah memberikan jaminan sosial kesehatan kepada warga kotanya. Kota Solok telah melaksanakan itu.
“Kesehatan merupakan hal yang paling penting. Oleh karena itu, seluruh masyarakat Kota Solok hendaknya senantiasa menjaga kesehatan. mencegah penyakit lebih baik daripada mengobati,” ujar Zul Elfian Umar.
Meskipun masyarakat Kota Solok telah mendapatkan perlindungan dari pemerintah, mari kita tetap jaga dan pelihara kesehatan. Semoga Kota Solok akan semakin Berjuara (Berkah, Maju dan Sejahtera) dengan dukungan serta kerja kita bersama.
Lebih jauh dikatakan, berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Solok, lebih kurang 97 persen masyarakat Kota Solok sudah terakomodir dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui BPJS Kesehatan, oleh karena itu Kota Solok sudah tergolong dalam daerah Universal Healt Coverage (UHC).
“Alhamdulillah, sudah hampir seluruh masyarakat Kota Solok terjamin dalam layanan kesehatan,” tambah Zul Elfian.
Ke depan, harap Wako, jangan ada lagi masyarakat Kota Solok yang tidak terlayani kebutuhannya dalam pelayanan kesehatan, karena kesehatan merupakan kebutuhan dasar yang diperlukan masyarakat secara luas.
Pemerintah daerah bahkan memberikan subsidi melalui APBD bagi masyarakat yang belum terdaftar dalam BPJS, atau bagi masyarakat yang sebelumnya menunggak BPJS mandiri. “Baik masyarakat yang belum terdaftar, atau masyarakat yang sebelumnya menunggak, diakomodir ke layanan kelas tiga BPJS dan preminya dibayarkan melalui APBD Kota Solok,” jelas Zul Elfian Umar.
Kepesertaan BPJS kesehatan di Kota Solok, jelas Zul Elfian Umar, ada bantuan dari pemerintah pusat melalui program Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan ada dari pemerintah daerah, juga ada Jaminan Kesehatan Sumbar Sakato (JKSS).
“Kita membayar 80 persen dari premi kepesertaan masyarakat dan 20 persen ditanggung pemerintah provinsi, kemudian Jaminan Kesehatan Kota (Jamkesko), Kita membayar penuh nilai premi melalui APBD,” jelas Zul Elfian Umar.
Di samping itu, ada kepesertaan yang ditanggung oleh perusahaan, dan juga mandiri. Dinkes juga membuka pojok layanan untuk masyarakat yang terkendala dengan kepesertaan BPJS Kesehatan di kantor Dinkes Kota Solok.
Saat ini, Pemerintah Kota Solok juga tengah berpacu waktu untuk merampungkan RSUD yang dibangun di kawasan Banda Panduang. Pemko mengajukan pinjaman Rp100 miliar ke pemerintah pusat.
“Kota Solok satu-satunya daerah di Sumatera Barat yang tidak memiliki rumah sakit sendiri,” jelas Zul Elfian Umar. (Wewe)



Facebook Comments