12 Santri Ikuti Karantina Tahfizh LPTQ Nagari Sulit Air

12 Santri Ikuti Karantina Tahfizh LPTQ Nagari Sulit Air
Sulit Air, SuhaNews. Untuk memaksimalkan hafalan 12  santri Pondok Tahfiz, LPTQ nagari Sulit Air menggelar karantina selama 30 hari, mulai Selasa (31/8).

Ketua LPTQ Nagari Sulit Air, Idramis, S.Ag Dt. Malakewi dalam laporannya menyampaikan bahwa karantina yang diikuti 12 santri ini dimaksudkan untuk memaksimalkan hafalan mereka.

“12 santri ini merupakan perwakilan siswa tingkat SLTP dan SLTA se Nagari Sulit Air, nantinya mereka akan di karantikan selama 1 bulan lamanya mulai tanggal 1 september sampai dengan 30 september 2021 nantinya,” jelasnya.

Idramis berharap karantina ini menjadikan santri lebih fokus dan bisa berkonsentrasi mengahafal Al-Quran, serta menjadikan nagari Sulit Air menjadi pusat tahfiz di kecamatan X Koto Diatas., dalam kegiatan ini para hafiz diakomadasi 100% oleh LPTQ melalui sumbangan donatur Tahfiz.

Disampaikan juga, bahwa pondok Tahfiz di nagari Sulit Air sudah berjalan sejak 2016 silam. Saat itu bersama wali nagari Hj. Alex Suryani,S.Pd menggerakan program ini.

“Aktivitas ini didukung oleh perantau Sulit Air melalui SAS,” tutup Idramis.

Pembina yang juga mantan wali nagari Sulit Air, Hj.Alex Suryani yang ikut memberikan sambutan mengatakan, bahwa tidak menyangka kalau program ini dapat sambutan yang cukup baik dari perantau

Sehingga pembiayaan yang dikhawatirkan menjadi kendala  ternyata tidak jadi masalah, sampai sekarang donatur yang terbanyak memberikan sumbangannya adalah perantau dari Sidney -Australia, sehingga kegiatan tetap eksis sampai sekarang.

Pjs Wali Nagari Sulit Air, Bambang Hermanto, S.H, dalam sambutan sekaligus membuka kegiatan karantina tahfiz Al-Qur’an menyampaikan terima kasih kepada LPTQ dan pembina Tahfiz yang telah mengangkat kegiatan Karantina Tahfiz Quran tahun ini

“Kegiatan ini merupakan kegiatan pertama kalinya Nagari Sulit Air menyelenggarakan kegiatan, dengan tujuan menciptakan bibit penghafal Al-Quran di nagari Sulit Air, karantina yang di selenggarakan selama 1 bulan kedepan, semoga kegiata positif ini akan berlanjut, dan bisa menjadi motifasi dan penyemangat bagi anak nagari untuk menjadi hafizh Alquran,” harap Bambang.

BACA JUGA  PKK Nagari Sulit Air Gelar Lomba Senam Diabetes se Kecamatan X Koto Diatas

Sebagai pembina Pondok Tahfiz Nagari di ambil dari putra daerah Sulit Air sendiri yang berdomisi di Dumai, yakni Nasrullah,Lc  yang tamatan Mesir.

Nasrullah mengatakan, ia mau menjadi pembina Pondok Tahfiz ini merupakan wujud sumbangsih putra daerah untuk anak nagari, untuk mewujudkan cita-cita menjadikan Nagari Sulit Air sebagai Nagari penghasil Bibit penghafal Qur’an.

Untuk lokasi karantina ini, bertampat di rumah alm. H.Arfan. Menurut ketua MUN Sulit Air, H.Irdizon menyebutkan, almarhum H.Arfan pernah berwasiat agar rumah peninggalannya nanti imanfaatkan untuk kegiatan keagamaan. Untuk mewujudkan wasiatnya itu H. Irdizon menggunakannya sebagai karantina pondok tahfiz nagari.Hendrik | Moentjak

Berita Terkait :

Facebook Comments

loading...
Artikel sebelumyaCovid-19 Kabupaten Solok: Dua Warga Terkonfirmasi Meninggal Dunia
Artikel berikutnyaNelayan Tanjung Mutiara Hadang Cuaca Ekstrem Saat Melaut