5 CJH Pasaman Urus Kembali Paspor Yang Jatuh Tempo

5 CJH Pasaman Urus Kembali Paspor Yang Jatuh Tempo
Pasaman, SuhaNews. 5 Calon Jamaah Haji (CJH) Kab. Pasaman mengurus kembali paspor yang telah jatuh tempo / expired, sebagai persiapan keberangkatan tahun 2021 / 1442 H ini.

Informasi yang disampaikan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Pasaman Dedi Wandra dan Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah Edy Ridwan Kamis (25/2) ini menindaklanjuti surat Direktur Jenderal Penyelenggara Haji dan Umrah nomor : B-03042/DJ/Dt.II.II.2/Hj.00/02/2021 tanggal 3 Februari 2021 tentang penyelesaian dokumen jemaah haji.

BACA JUGA  2 Tersangka Curanmor Diringkus Polres Dharmasraya

Dikatakan Edy Ridwan, setelah dilakukan pemeriksaan berkas atau dokemen dari sebanyak 241 CJH Pasaman, ada lima CJH yang paspornya harus diurus kembali ke Unit Pelayanan Kerja (UPK) Imigrasi Kabupaten Pasaman disebabkan expired tertanggal 14 Januari 2022.

“Kita telah surati CJH untuk segera mengurus paspornya kembali”,terangnya.

Seterusnya, Edy juga mengabarkan pihaknya telah melakukan proses pelimpahan porsi haji tahun 2021 dikarenakan ada lima CJH telah wafat dan dilimpahkan kepada ahli warisnya.

Sementara Dedi Wandra menjelaskan mengenai paspor expired itu ditentukan berdasarkan regulasi bahwa dokumen perjalanan seseorang harus memiliki masa kadaluarsa minimal enam bulan setelah waktu perjalanan atau keberangkatan.

“Kalau penyelenggaraan ibadah haji tahun 2021 jadi dilaksanakan, maka Insya Allah pemberangkatan pertama jemaah haji Indonesia, sesuai hasil RDP Menteri Agama dengan DPR-RI Komisi VIII beberapa waktu lalu, dijadwalkan 15 Juni 2021. Artinya, kalau dihitung enam bulan setelah pemberangkatan, maka jatuh tempo masa kadaluarsa atau expired paspor Jemaah haji Indonesia adalah pada tanggal 14 Januari 2022”,terangnya.

BACA JUGA  Main Togel, Team Opsnal Satreskrim Polres Tanah Datar Ciduk BI

Lanjutnya, ketentuan batas minimal kadaluarsa paspor Jemaah haji bukan hanya sekedar regulasi tertulis dalam surat edaran tetapi juga sudah tersetting dalam aplikasi SISKOHAT.

Dedi Wandra membeberkan perihal pelimpahan porsi yang diatur dalam Keputusan Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji Dan Umrah Nomor 130 Tahun 2020 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pelimpahan Nomor Porsi Jemaah Haji Meninggal Dunia Atau Sakit Permanen, hanya dapat dilakukan kepada suami, istri, ayah, ibu, anak kandung, atau Saudara kandung yang ditunjuk melalui surat kuasa pelimpahan nomor porsi Jemaah haji meninggal dunia yang disepakati secara tertulis oleh keluarga dan/atau melalui surat kuasa pelimpahan nomor porsi Jemaah haji.

reporter : Yusuf editor : Moentjak

Baca Juga :

Facebook Comments

loading...