Semarak HUT ke-31 Ibukota Kabupaten Agam, Ratusan Jamba Diarak Meriahkan Makan Bajamba

Lubuk Basung, SuhaNews – Semarak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-31 perpindahan Ibukota Kabupaten Agam dari Bukittinggi ke Lubuk Basung diwarnai dengan arak-arakan ratusan jamba yang diarak oleh bundo kanduang Lubuk Basung.

Acara yang berlangsung pada Jumat (19/7) ini, diawali dengan arak-arakan jamba dari Kantor Bappeda Agam melintasi Kantor Bupati menuju rumah Dinas Bupati Agam, diiringi dengan alunan tambua tansa yang merdu.

Bupati Agam, Dr. H. Andri Warman, MM, Forkopimda Plus Kabupaten Agam, Kepala OPD dan tamu undangan turut menyaksikan kemeriahan arak-arakan jamba ini.

Ibukota

Sebelumnya, dalam rangka memperingati HUT ke-31 Lubuk Basung sebagai Ibukota Kabupaten Agam dan Hari Koperasi ke-77, Pemerintah Kabupaten Agam telah menggelar upacara di halaman Kantor Bupati Agam.

Menurut Kasman Zaini, Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kabupaten Agam, ratusan jamba yang diarak berasal dari OPD, Kecamatan, Nagari se-kecamatan Lubuk Basung, dan Sekolah se-Kecamatan Lubuk Basung.

“Setelah diarak, jamba kemudian disantap bersama dalam tradisi makan bajamba secara adat Minangkabau,” jelas Kasman.

Makan bajamba ini diikuti oleh Bupati Agam, Dr. H. Andri Warman, MM, Forkopimda Agam, Kepala OPD Agam, Camat se-Kabupaten Agam, Ninik Mamak dan Bundo Kanduang se-Kecamatan Lubuk Basung, serta masyarakat Lubuk Basung.

Tradisi makan bajamba ini, kata Kasman, merupakan kegiatan rutin yang dilakukan setiap tahun setelah upacara peringatan perpindahan Ibukota Kabupaten Agam dari Kota Bukittinggi ke Lubuk Basung.

Selain untuk memeriahkan HUT, tradisi ini juga bertujuan untuk melestarikan adat dan budaya Minangkabau serta memperkenalkannya kepada generasi muda.

Ibukota

Jamba adalah tradisi makan bersama dalam adat Minangkabau yang menggunakan wadah talam atau dulang. Biasanya, jamba berisi berbagai macam lauk pauk khas Minangkabau, seperti rendang, ayam gulai, ikan bakar, samba lado mudo, dan sayur-sayuran.

BACA JUGA  MTQN ke-41 Kabupaten Agam Resmi Ditutup, Tilatang Kamang Juara Umum

Tradisi makan bajamba ini memiliki makna kebersamaan, gotong royong, dan rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT. AMC/ Tori

Baca Juga : Agam Usulkan Jalan Simpang Gudang Manggopoh Jadi Jalan Nasional

Facebook Comments

Google News