SuhaNews – Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah membuka Musywarah Besar (Mubes) 2025 Ikatan keluarga Kacang (IKKA), Kamis 3 April 2025 di Solok Premier Hotel.
Turut hadir dalam kegiatan ini Bupati Solok Jon Firman Pandu beserta Ketua DPRD Ivoni Munir, Wali Kota Solok Rhamadani Kirana Putra beserta Ketua DPRD Fauzi Rusli, Forkopimda Kota Solok, Camat X Koto Singkarak Chrismon Dharma dan Forkopimcam serta Ketua KAN Kacang beserta Ninik Mamak dan tokoh masyarakat nagari Kacang.

Ketua Panitia Vidiawati SE dalam laporannya menyampaikan bahwa Musyawarah besar (Mubes) Ikatan keluarga Kacang (IKKA) ini diikuti oleh 150 peserta dari perwakilan IKKA seluruh Indonesia. Serta dihadiri oleh Dua Kepala Daerah yang akan dibuka oleh Gibernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah. gubernur gubernur gubernur
Ketua IKKA Drs H. Afdalisman Achmad dalam sambutannya menyampaikan bahwa salah satu agenda Mubes ini adalah memilih pengurus baru periode 2025-2030 yang nantinya akan bersinergi dengan pemerintah nagari dan tokoh masyarakat dalam memajukan pembangunan di nagari Kacang.
Disampaikan juga, saat ini ada sekitar 60.000 warga nagari Kacang yang tersebar di seluruh Indonesia hingga luar negeri, salah satu wadah untuk menjalin silaturrahmi adalah IKKA ini sekaligus wujud cinta ke kamoung halaman
Bupati Solok Jon Firman Pandu dan Walikota Solok Ramadhani Kirana Putra yang hadir turut memberikan sambutan. Bupati menyebutkan, ditengah efesiensi anggaran pemerintah saat ini, pembangunan tetap dilanjutkan dengan mengoptimalkan anggaran dan sumber daya yang ada.
“Namun demikian masukan dan aspirasi dari nagari tetap ita tampung untuk kita perjuangan, kita rencanakan dan Insha Allah kita realisasikan,” sebut Bupati Solok.
Sementara Walikota Ramadhani menyebut, keberadaan warga Kacang di Kota Solok merupakan salah satu kekuatan pembangunan dan salah satu kekuatan ekonomi di kota Solok. Karena perantau dari Kacang di Kota Solok mengisi semua lini ekonomi yang ada terutama sektor perdagangan.
Gubernur Mahyeldi yang terlambat sampai di lokasi acara mengawali sambutannya dengan permohonan maaf karena sebelumnya juga menghadiri acar Pualng Basamo Perantau nagari Tanjung Alai yang juga tetangga nagari Kacang.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Mahyeldi menya,mpaikan dengan adanya Undang-Undang nomor 17 tahun 2022 yang menyebutkan bahwa Sumatera Barat bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengakui semua budaya kultural, menjadikan posisi nagari dengan struktur masyarajat yang telah ada sejak dahulu semakin kuat.
“Termasuk peran tungku tigo sajarangan dalam menjawa adat basandi syarak basandi kitabullah semakin legal. Mari bersama kita dukung, kita pertahankan, budaya dan adat istiadat di nagari,” ujar Buya Mahyeldi.
Gubernur berharap dukungan dan peran serta perantau dalam membangun nagari melalui ide-ide dan tindak kreati dalam memajukan nagari terutama SDM dan ekonomi.

Wali Nagari Kacang Kacang Adrian dihadapan undangan dan peserta Mubes menyampaikan, adalah nagari yang tterkenal dengan Limau Kacangnya masuk dalam kecamatan X Koto Singkarak dan menjadi gerbang Kabupaten Solok dari sebelah utara.
Namun saat ini keberadaan Limau Kacang semakin berkurang dan yang banyak dihasilkan sebagai komiditi pertanian adalah buah Naga yang terus meningkat dan masyarakat yang menanannya juga bertambah sejak beberapa tahun terakhir. Moentjak
Berita Terkait :



Facebook Comments