Padang, SuhaNews – Bupati Solok Jon Firman Pandu didampingi Kepala Bapelitbang Nafri ST, MT, M.Sc dan Direktur PDAM Febri Fauza S.Pt, MM, melakukan audiensi dengan Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) Sumatera Barat, Selasa (23/12/2025).
Kedatangan Bupati disambut oleh Kepala BPBPK Maria Doeni Isa, Kepala Satker dan PPK Air, serta perwakilan dari PT. Wijaya Karya. Kunjungan ini untuk berkoordinasi terkait perbaikan sarana prasarana umum pasca bencana alam.
Baca juga: Bupati Solok Koordinasi dengan Balai Penataan Bangunan Prasarana dan Kawasan
Bupati Jon Firman Pandu menyampaikan usulan Pemerintah Kabupaten Solok terkait perbaikan infrastruktur yang rusak akibat bencana hidrometeorologi, terutama sektor pemukiman dan Sistem Perbaikan Air Minum (SPAM) yang merupakan salah satu kebutuhan vital masyarakat.
“Kami menyampaikan usulan terkait perbaikan infrastruktur dan fasilitas umum yang rusak akibat bencana banjir dan longsor yang melanda hampir di sebagian besar wilayah Kabupaten Solok,” ujar Jon Firman Pandu.
Kepala Bapelitbang Kabupaten Solok, Nafri menyampaikan bahwa, Pemerintah Kabupaten Solok memperoleh dukungan anggaran sebesar Rp145 Miliar. Sebelumnya anggaran yang diberikan adalah sebesar Rp137 Miliar.
“Pemerintah Kabupaten Solok telah memperoleh dukungan anggaran untuk perbaikan sarana air bersih sebesar Rp145 Miliar, meningkat dari perolehan awal sebesar Rp137 Miliar. Ada penambahan anggaran pada perbaikan Pamsimas di 16 Lokasi dengan total anggaran Rp8 Miliar,” ucap Nafri.
Adapun rincian SPAM yang mendapat dukungan anggaran adalah sebagai berikut SPAM Saniang Baka Rp. 80 Miliar, SPAM Kubung Rp. 10 Miliar, SPAM Guguak Rp. 15 Miliar, SPAM Talang Babungo Rp. 5 Miliar, SPAM Paninggahan Rp. 3 Miliar, SPAM Surian – Lolo Rp. 24 Miliar, PAMSIMAS 16 lokasi dengan total anggaran Rp. 8 Milyar.
Bupati Solok menegaskan bahwa bantuan ini sangat strategis dalam memastikan keberlanjutan pelayanan air minum bagi masyarakat di Kabupaetn Solok, sekaligus mendukung pemulihan sosial dan ekonomi daerah pascabencana. Wewe
Baca juga: Balai Penegakan Hukum Kehutanan Hentikan Aktivitas Penebangan Hutan di Sariek Bayang



Facebook Comments