Tuah “Plat BA” Beberapa Operator Bus AKAP Mengalah di Jalur Sumbar – Jakarta

SuhaNews | Bagi pengusaha angkutan darat (bus) Antar Kota Antar Propinsi (AKAP) di rute Sumbar – Jakarta / Bandung harus berfikir keras melihat kenyataan selama ini, penumpang fanatik dengan armada yang menggunakan plat nomor BA.

Sejak awal tahun 2000an sampai saat ini sudah banyak operator yang menggunakan bus dengan plat nomor non BA yang tumbang dan tidak bertahan lama di rute Panas, meski di awal meraka bisa merebut simpati penumpang dengan kualitas layanan dan kualitas armada, namun secara perlahan memudar hingga berhenti beroperasi.

Sebut saja, PO. LORENA yang terkanl dengan kualitas layanan dan armadanya, masuk ke Sumbar pada tahun 1998 hanya sanggup bertahan sampai tahun 2016, setelah itu operator ini hadir tiap kali lebaran saja hingga akhirnya benar-benar meninggalkan rute Sumbar – Jakarta Bandung.

Bersamaan dengan Po. Lorena, PO. Bintang Permata Sari juga pernah mencoba peruntungan di jalur ini dengan menghadirkan layanan executive lebih bervariasi yakni AC Non Toilet, AC Toilet 2-2 dan Super Executive 2-1. Tak lama setelah Bintang Permata Sari berhenti di jalur Sumbar – Bandung, masuk Laju Prima yang juga memanjakan penumpang dengan kemewahan dengan standar Hiba Utama Group di tahun 2002.

Bus dengan livery biru merah dan kuning ini juga tak bertahan lama. Operator besar yang mengusung tagline Safety dulu baru fulus, PO. Handoyo juga pernah tampil di jalur Sumbar – Jakarta bahkan memberikan kemudahan untuk penumpang yang hendak langsung menuju berbagai kota dio Jawa Tengah.

Po. Sari Mustika yang menggunakan plat nomor H (Semarang) juga pernah mengisi jalur Sumbar – Jakarta, selain memberikan pilihan kelas manenggang agar penumpang dapat merasakan layanan bus ber AC namun harga yang rekatif murah, kehadirannya juga tak bertahan lama

BACA JUGA  Hebat, Atlet Tapak Suci Pontren Kauman Raih 22 Medali Kejuaraan Kemenpora Riau

Po. Madu Kismo, beberapa tahun lalu selalu rutin hadir tiap kali lebaran di rute Sumbar – Jakarta, namun tak diketahui pasti apakah operator ini juga memiliki izin trayek ke Sumbar atau hanya menjadi armada bantuan.

PO. Kramat Djati juga pernah meramaikan rute yang disebut panas ini, bahkan perusahaan yang setia dengan livery telur terbang ini pernah mengisi rute Padang Jambi sekitar tahun 2015 lalu.

Terbaru, PO. Sembodo yang menghentikan operasinya pada Juni 2025 lalu. Padahan operator ini dikenal sebagai perintis layanan sleeper dan suite combi untuk bus Antar Kota Antar Propinsi (AKAP) jurusan Sumbar – Jakarta. Selain menggebrak dengan bagolek class operator ini juga dikenal loyal dalam peremajaan armada, hal ini terlihat dari armada-armada baru yang diberikan untuk rute Sumbar – Jakarta Bandung.

Melihat fenomena tersebut, beberapa pemain baru yang memahami kebiasaan penumpang langsung menghadirkan layanan menggunakan bus dengan nomor polisi BA yang dianggap bertuah untuk berkembang dan tahan lama di bisnis bus AKAP Sumbar – Jakarta. Diantaranya PO. Alhijrah yang berpusat di Jepara, dalam penambahan armada langsung memakai plat nomor kota Pariaman, begitu juga armada perintis yang sebelumnya menggunakan plat nomor K dimutasi ke kota Pariaman.

Yang menarik PO. TAM, selain menggunakan bus dengan plat nomor BA, operator yang sebelumnya dikenal dengan nama Trans Antarnusa Mulya menggunakan nama Trans Andalan Minang.

Operator besar yang dikenal sebagai pemain lawas ada juga yang menggunakan plat nomor luar Sumbar. Sebut saja Gumarang Jaya, sejak dulu sampai sekarang konsisten dengan armada menggunakan plat nomor Lampung  / BE, begitu juga saat perusahaan ini menghidupkan Po. Lampung Jaya, tetap dapat berkembang dan boleh dikata menguasai pasar.

BACA JUGA  Kopi Robusta Pabasko MTL Wanginya Bertahan Hingga Kini

PO. ANS dimasa keemasan tahun 90an juga pernah mengguanakan armada dengan plat nomor luar Sumbar yakni BM / Riau dan B / Jakarta terutama untuk armada Super Executif 2-1

Sekarang PO. NPM juga memiliki beberapa armada menggunakan plat nomor BM / Riau yang merupakan unit Pariwisata sebelumnya dan mendapatkan peremajaan, jadi unit lama dijadikan reguler Po. NPM namun masih menggunakan plat nomor Riau. Moentjak

Berita Terkait :

Facebook Comments

Google News