Koto Baru, SuhaNews | Sebanyak 450 murid Raudhatul Anfal (RA) se Kabupaten Solok mengikuti wisuda yang digelar oleh Ikatan Guru Raudhatul Anfal (IGRA), Kamis (4/6) di GOR Batu Batupang Koto Baru.
Acara yang diikuti oleh 20 Raudatul Anfal (RA) se Kabupaten ini di byuka oleh Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Solok yang diwakili oleh Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Lizi Virma Surianti.
Ketua Panitia, Yulida Hafnel dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan wisuda ini merupakan salah satu program Tahunan Ikatan Guru Raudhatul Anfal (IGRA) Kabupaten Solok dalam rangka menutup tahun pelajaran 2025/2026, yang diikuti oleh seluruh murid dari 20 RA yang ada di 14 kecamatan dan pelaksanaannya dipusatkan di satu lokasi yang untuk tahun ini di GOR Batu Batupang.
“Prosesi wisuda dilakukan, karena selama pendidikan anak didik kita sudah belajar membaca Iqra selain membaca dan menulis, selian itu juga diajarkan menghafal surat-surat pendek yang dipakai sebagai bacaan sholat dan doa. Kami berharap setelah tamat nanti nanada kita tetap didampingi dan ditingkatkan kemampuan membaca Al Qur’annya serta hafalannya,” ujar Yulida Hafnel.
Menutup laporannya, Yulida Hafnel mengucapkan terima kasih kepada pengelola, tenaga pendidik di RA seta semua pihak yang telah mendukung terlaksananya kegiatan ini. Istimewa pada orangtua yang senantiasa memberikan pendampingan dari materi dan pelajaran yang diberikan di RA untuk mengulang dan melatihnya di rumah.
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Solok yang diwakili Kasi Pendidikan Madrasah dalam sambutannya mengucapkan selamat pada 450 murid Raudhatul Anfal di Kabupaten Solok yang telah menyelesaikan pendidikannya.
Ia menyebut RA merupakan madrasah yang pendidikan dini sebelum anak-anak menerima pendidikan dasar di SD maupun Madrasah Ibtidaiyah yang bertujun mengenalkan dasar-dasar ilmu pengetahuan kepada anak terutama ilmu agama.
“Kami berharap orangtua terus memberikan pendampingan dan mematankan ilmu yang telah didapat selama menjadi murid Raudhatul Anfal sebagai bekal mereka tumbuh dan berkembang menjadi generasi penerus masa depan negara ini, agar dimasa yang akan datang mereka menjadi bagian dari Indonesia emas,” ujar Kasi Penmad.
Kasi Penmad juga mengucapkan terima kasih kepada para guru dan tenaga pendidik Raudhatul Anfal atas dedikasi mereka mengajar, mendidik dan melatih para murid.
“Mendidik anak usia dini, tidaklah mudah dan gampang, selain butuh ilmu ada skil dan trik agar mereka dapat mengikuti semua program dengan mudah, karena anak usia dini butuh perhatian dan tindakan khusus dalam belajar, semoga semua yang ustadzah dan ibu guru lakukan menjadi ibadah dan berkah bgai para murid,” tutup Kasi Penmad.
Usai pembukaan yang dilanjutkan dengan wisuda. Fendi
Berita Terkait :



Facebook Comments