Koto Baru, SuhaNews. Ada yang berbeda pada apel pagi Selasa (4/2) di green campus MAN 1 Solok. Usai apel siswa putra tidak dibenarkan masuk kelas, tetapi disuruh tinggal dilapangan untuk mengikuti razia rambut yang digekar mendadak.
Kemudian beberapa guru pria memeriksa siswa yang telah membentuk barisan khusus ini. Beberapa diantaranya ditarik untuk membuat barisan terpisah.
“Mereka yang barisannya terpisah ini adalah siawa yang model rambutnya tidak sesuai dengan peraturan madrasah atau rambutnya mulai gondrong,” jelas Lastrion Wakil Kepala Bidang Kurikulum MAN 1 Solok.
Lastrion menambahkan saat mendaftar ulang sebagai siswa, kepada mereka sudah dijelaskan tentang peraturan madrasah yang harus diikuti termasuk model rambut. Selain razia seperti saat ini, secara berkala juga diingatkan tentang rambut ini.
“Diharapkan denga razia mendadak dan tindakan mencukur rambut yang melanggar ini dapat meningkatkan disiplin siswa,” tutup Lastrion.
Kepala MAN 1 Solok Yulfentri di temat terpisah menyebutkan bahwa razia dan tindakan yang dilakukan oleh guru ini sebagai bentuk pembinaan bagi siswa.
“Kita tahu masa remaja yang telah dilalui oleh siswa adalah masa yang penuh ingin tahu, mencoba dan meniru. Tapi kita tidak ingin siswa meniru yang bukan budaya kita dan ciri khas pelajar madrasah,” ujar Yulfentri.
Untuk itulah sebagai salah satu bentuk pembinaan, rambut siswa yang melanggar kita potong dan kepadanya diminta untuk memperbaiki model rambutnya, tutup Yulfentri.
reporter :Â Budiman | Hengki editor :Â Moentjak
Baca Juga :
- Melalui UKS Ibnu Sina MAN 1 Solok, Puskesmas Selayo Bagikan Tablet FE
- MAN 1 Solok Kembangkan Adiwiyata Dalam Kegiatan PBM
- MAN 1 Solok Awali Semester Baru Dengan Thaharah



Facebook Comments