SuhaNews. Upaya menumbukan kesadaran moderasi beragama menjadi tanggungjawab semua pihak. Fakultas Falsafah dan Peradaban Universitas Paramadina, Universitas Mahakarya Asia (UNMAHA) dan Paramasophia Universitas Paramadina turut berperanserta dengan menyelenggarakan rangkaian kegiatan lomba dan webinar bertema Pancasila dan Penyemaian Spirit Moderasi Beragama di Kalangan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia.
Dekan Fakultas Falsafah dan Peradaban Universitas Paramadina, Tia Rahmania, M.Psi., Psikolog menyatakan bahwa “Rangkaian kegiatan ini merupakan upaya menumbuhkan kesadaran beragama yang moderat, dan Pancasila merupakan dasar ideologis yang menjamin kebebasan beragama di Indonesia,” ujarnya dalam Audiensi dengan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Rabu (22/9).
“Tujuan audiensi ini adalah untuk mengajak BPIP berkontribusi dalam rangkaian kegiatan yang terdiri dari Lomba Nasional Esai untuk mahasiswa S-1/Sederajat, Lomba Nasional Video untuk Pelajar SMA/Sederajat, Pelatihan Menulis Populer oleh Bernas.id, dan Webinar Pancasila dan Penyemaian Spirit Moderasi Beragama di Kalangan Pelajar dan Mahasiswa.” Kata Tia.
Hadir dalam audiensi ini, Kepala Sub Direktorat Sosialisasi BPIP, Hotrun Siregar, S.Sos., M.Si.; Rektor UNMAHA, Ferro Ferizka Aryananda, M.Sc., MBA.; Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Paramadina, Dr. Fatchiah E. Kertamuda, M.Sc.; Wakil Rektor III (Bidang Kemahasiswaa, Alumni, Kerjasama) UNMAHA, Fransisca Diwati, S.H., M.M.; Dekan Fakultas Falsafah dan Peradaban Universitas Paramadina, Tia Rahmania, M.Psi., Psikolog; Direktur Kemahasiswaan Universitas Paramadina, Emil Rahadiansyah, M.Si.; Ketua Program Studi Falsafah dan Agama Universitas Paramadina, Dr. M. Subhi-Ibrahim, dan Kabag Kerjasama, Marketing dan Humas Universitas Mahakarya Asia, Kumuda.e
Rektor Universitas Mahakarya Asia (UNMAHA, Ferro Ferizka Aryananda, M.Sc., MBA. mengungkapkan, pluralisme adalah masa depan Indonesia dalam menghadapi masyarakat yang majemuk. “Saya merasa optimis bahwa Indonesia dapat menjadi contoh bagi negara-negara lainnya dalam menanamkan toleransi dan moderasi beragama.” Katanya.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Paramadina, Dr. Fatchiah E. Kertamuda, M.Sc. menambahkan, dalam nilai hidup Paramadina yang dibawa oleh Nurcholish Madjid yaitu mengenai Islam, Kemoderenan dan Keindonesiaan, sikap toleransi dan inklusifisme beragama merupakan syarat kemajuan bagi Indonesia.
“Oleh karena itu nilai-nilai tersebut perlu ditanamkan kepada para pelajar dan mahasiswa sebagai generasi penerus,” kata Fatchiah.
Dalam audiensi tersebut BPIP yang diwakili oleh Hotrun Siregar, S.Sos., M.Si menyambut baik rangkaian kegiatan yang diselenggarakan oleh Fakultas Falsafah dan Peradaban Universitas Paramadina, Universitas Mahakarya Asia dan Paramasophia Universitas Paramadina.
Lebih lanjut, BPIP menyatakan kesediaannya untuk berpartisipasi dalam pelaksanaan Webinar yang akan diselenggarakan pada 16 Oktober 2021 mendatang.
Webinar ini juga akan dihadiri oleh Wakil Ketua MPR RI, Dr. Drs. Ahmad Basarah, S.H., M.H. sebagai keynote speaker. **
Berita Terkait :
- Dubes Inggris: AUKUS Tidak Beri Australia Senjata Nuklir
- Diskusi Daring Universitas Paramadina, Tantangan dan Masalah Kritis Pendidikan di Masa Pandemi
- Diskusi Universitas Paramadina, Masa Depan dan Kesinambungan Failed State Afghanistan
- Misteri dan Serba Serbi Capres Dini, Diskusi Online Universitas Paramadina
- Webinar Universitas Paramadina; Dampak Pandemi COVID-19 terhadap Fondasi Ekonomi & Agenda Pembangunan di Indonesia
- Universitas Paramadina bersama PMI Dirikan Shelter Ruang Pulih Isolasi Mandiri OTG
- Terbuka untuk Umum, Universitas Paramadina Selenggarakan Vaksinasi Covid-19
- Webinar Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Paramadina, Siaga Satu Lingkungan Hidup Indonesia dan Solusi Green Economy
- Rencana Integrasi ASEAN Terpengaruhi Pandemi Covid-19
- Resmikan Lembaga Wakaf Paramadina, Jusuf Kalla: Langkah Awal Wakaf Produktif



Facebook Comments