SuhaNews – Liga Inggris sedang disetop. Penyetopan direncanakan sampai 30 April 2020. Para fan tidak bisa melepas kerinduannya pada tim pujaannya. Pelatih obati kerinduan fan dengan menelfonnya.
Merebaknya virus corona menjadi oenyebab tidak terobatinya keinginan fan untuk menyaksikan tim kesayangan di stadion. JIka kondisi belum pulih, bisa jadi penyetopan Liga Inggris diperpanjang.
Pelatih dan pemain memiliki cara tersendiri untuk mengobati kerinduan para fanna. bagaimanapun silaturahmi harus tetap terjaga, agar tim tidak kehilangan para pendukung setianya.
Itulah yang dilakukan klub Inggris, Everton misalnya. Carlo Ancelotti menelfon seorang fan Everton berusia 52 tahun yang mengidap penyakit neuron motorik. Ancelotti mengobrol banyak hal dari soal Netflix, virus Corona dan pertandingan-pertandingan klasik
Inggris sedang memberlakukan lockdown. Artinya, masyarakat dilarang keluar rumah demi memutus rantai penyerbaran virus Corona.
Jumlah korban meninggal akibat virus Corona di Inggris bertambah menjadi 335 orang. Jumlah total kasus virus Corona di Inggris saat ini mencapai 6.650 kasus.
Everton pun menjaga hubungan dengan para fan yang sedang di rumah. Demi mengobati rasa rindu, para pemain sampai manajernya Carlo Ancelotti menelfon para fan!
Klub-klub lain di Inggris pun melakukan hal yang serupa. Yang pasti, mereka ingin hubungan dengan para fan tetap terjaga dan saling menguatkan.
Arsenal Bayar Gaji Staf
Sekalipun Liga Inggris disetop, terkait pandemi virus Corona Arsenal berkomitmen untuk tetap memberikan gaji para staffnya.

Pandemi virus Corona membuat liga-liga sepakbola disetop sementara termasuk di Inggris. Disetop setidaknya sampai 30 April, tapi bisa jadi diperpanjang atau dihentikan di tengah jalan jika pandemi virus Corona makin berbahaya.
Dilansir dari AFP, bahkan Inggris sendiri sudah memberlakukan lockdown selama tiga pekan. Pengumuman lockdown ini disampaikan pada Senin (23/3) malam waktu setempat,
Dilansir dari Evening Standard, penyetopan Liga Inggris akan membuat keuangan klub dalam situasi sulit. Jelas, pihak klub tidak punya pemasukan.
Meski begitu tim asal London, Arsenal berkomitmen untuk tetap membayarkan gaji para staffnya.
“Kami benar-benar berterima kasih atas upaya luar biasa dari semua staf kami di klub setiap hari. Kami mengandalkan layanan mereka yang tak kenal lelah untuk memberikan pengalaman kelas satu bagi para fan di hari pertandingan dan non-pertandingan,” ujar Managing Director Arsenal, Vinai Venkatesham.
Venkatesham melanjutkan, pihak klub tetap memperhatikan para staff di masa karantina seperti ini. Pembayaran gaji dinilai akan meringankan para staff untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
“Tindakan ini kami lakukan untuk meringankan kekhawatiran para staff terkait finansial mereka kala liga ditangguhkan,” tutupnya.
Penyetopan Liga Inggris dan liga Eropa lainnya jelas membuat para fan berharap wabah virus corona cepat berlalu. Mereka rindu melihat tim kesayangannya kembali berman di lapangan hijau.
Sumber: detik.com
Baca Juga:Â



Facebook Comments