Trip Report Palala E04 (3), Subuh di Palembang Makan Pagi di Lampung

SuhaNews – Bus Palala e04 aka Kasiko dan e06 aka Sakeso berhenti untuk solat Subuh di rest area Tol Trans Sumatera, tepatnya didepan kantor Hutama Karya Palembang tak jauh dari pintu tol Kramasan, Selasa (31/1), dari komentar netizen saat penulis posting di grup perjalanan kali ini termasuk cepat, biasanya solat Subuh didaerah Betung.

01 Palala k

 

Bus Palala e04 disusul e06 Berhenti jelang tengah malam pukul 21.55 WIB di rumah makan Simpang Raya Lubuk Linggau terasa nyaman disaat sebagian besar penumpang mulai terlelap. Selain rumah makan bersih, parkiran luas, ruang makan juga rapi dan nyaman. Bahkan toilet dan musala juga bersih sehingga penumpang dari dua bus Palala yang istirahat malam itu merasa nyaman.

Setelah menyantap nasi dan sepotong dendeng kering plus teh hangat, penulsi mengitari parkiran rumah makan yang luas dan juga bersih. Hanya ada dua bus, namun disisi lain parkiran tampak beberapa truk istrirahat di rumah makan yang juga menyediakan penginapan ini.

Terlihat juga beberapa masyarakat yang datang membeli nasi bungkus atau cuma sambal ke rumah makan ini, sebagai bukti bahwa ini bukan sekedar tempat istirahat bus semata.

Empat puluh menit istirahat penumpang diminta naik dan bus kembali melanjutkan perjalanan. Tak dapat menikmati suasana kota Lubuk Linggau malam itu karena kaca buram oleh embun malam. Samar terlihat lampu berbagai warna di rumah dan toko sepanjang jalan.

Bagusnya kondisi jalan di kota ini membuat perjalanan terasa nyaman, ditambah lagi alunan musik pop minang yang diputar oleg awak bus.

Pukul 23.05 bus berbelok ke kiri, karena malam penulis tak bisa melihat rambu-rambu ataupun tanda pertigaan ini, namun saat diintip ke google maps bus berbelok di simpang Muara Beliti menuju Sekayu.

Baca Juga :

Sama seperti perjalanan sebelumnya, meski sesekali ada goncangan dan getaran karena kondisi kondisi jalan, namun bisa diberikan penilaian kondisinya baik cuma lebar jalan yang mungkin sempit. Ini terlihat dari beberapa kali bus berhenti saat berpapasan baik sesama bus maupun dengan truk.

Sempat terlelap, namun jiwa petualang yang ingin tahu dan melihat pemandangan sepanjang jalan membuat penulis beberapa kali terjaga. Tapi pekatnya malam ditambah kaca buram berselimut embun keinginan tersebut tak terwujud.

BACA JUGA  Bawa Perantau, Puluhan Bus Sampai di Terminal Bareh Solok Siang Ini

Hingga bus berhenti untuk kembali mengisi solar di SPBU Sekayu pukul 02.30 WIB. Tak bisa melihat pemandangan, penulis lanjutkan tidur baru terbangun saat bus sudah berhenti di Palembang. Tak lama kemudian bus sudah sampai di gerbang tol Kramasan pukul 05.00 WIB waktu itu.

01 Palala b

Sepeluh menit kemudian bus menepi di masjid yang berada di rest area sekaligus kantor pengelola tol ini. Dua bus Palala e04 Kasiko dan e06 Sakeso parkir di depan masjid, penumpang disilahkan solat subuh.

Ada yang menarik disini, karena waktu subuh kebanyakan orang butuh waktu untuk buang hajat sehingga toilet yang ada jadi mengantri. Beberapa penumpang dari dua bus ini sudah selesai berwuduk dan berada dalam masjid

Saat akan mulai berjamaah, pak haji yag kemarin jadi imam solat Isya di Bangko masih mengantri di toilet. Pengemudi bus Palala menawarkan siapa yang akan jadi imam, dengan mantap seorang anak muda umur kisaran 20 tahunan menawarkan diri dan melangkah ke depan.

Pengemudi yang belakangan diketahui bernama Buyung dari id carnya langsung melafazkan Iqamat. Kewajiban dua rakaat selesai ditunaikan. Penulis mencoba mengabadikan momen dua bus parkir didepan masjid, namun lampu luar masjid sudah dimatikan karena hari mulai terang. Jadi tak ada view kubah dengan led yang dapat pagi itu.

Perjalanan dilanjutkan pukul 05.45 WIB, dengan sabar pengemudi seluruh penumpang menyelesaikan “urusan pagi” nya tak ada panggilan yang menyegerakan seperti biasanya saat menumpang bus.

01 Palala c

Perjalanan dua Palala pagi itu di Tol Tran Sumatera pagi itu diwarnai iring-iringin dua bus dari karoseri yang berbeda. Palala e04 memakaai body SR2 Single Glass buatan karoseri Laksana sedangkan e06 Sakeso memakai bodyu Jetbus 3 Single Glass dari karoseri Adiputro.

Tak terasa, pukul 06.30 WIB bus Palala e04 sudah melewati perbatasan Sumatera Selatan dengan Lampung. Penulis pindah duduk ke bangku kernet didepan untuk melihat  langsung pemandangan disepanjang tol ini serta mncova hunting bus.

Namun tak banyak yang ditemui, hanya beberapa micro bus Isuzu Elf dan Canter serta Toyota Hiace yang terlihat. Mungkin ini AKDP sekitar Lampung atau Palembang. Baru di SPBU rest area km 163 menuju Palembang terlihat satu unit ALS body JB2 tengah mengisi solar. tak lama kemudian juga berpapasan dengan beberapa bus Rosalia Indah dan Putra Remaja.

01 Palala e

Laju bus di tol kali ini tidak maksimal karena banyaknya pekerjaan pemeliharaan tol yang baru beroperasi diakhir tahun 2020 lalu.

BACA JUGA  Mau Liburan ke Jakarta, Ini Pilihan Bus dari Sumbar dan Kelas Layanannya

Saat melaju beberapa kali bus “seakan terbang” akibat jalan bergelombang serta melambat mengikuti truk karena penyempitan jalan yang diperbaiki.

Namun demikian bus masuk lebih awal di tempat istirahat rumah makan Bukit Indarung setelah keluar tol Gunung Sugih pukul 08.05 WIB dan sampai di rumah makan lima menit kemudian.

Tak hanya penumpang yang cuci muka kemudian makan, kedua bus Palala yang istrirahat pagi itu juga menjaalani ritual cuci muka.

Pukul 09.00 WIB kedua bus Palala berangkat meninggalkan rumah makan Bukit Indarung dan lima menit kemudian kembali masuk gerbang tol Gunung Sugih.

Semula penulis menduga bus ini akan sampai di pelabuhan Bakauheni sekitar pukul 10.00 WIB. Namun tidak, hal disebabkan laju bus sering tertahan akibat penyempitan jalan yang diperbaiki dan pagi itu juga banyak truk yang menuju pelabuhan.

01 Palala g

Pukul 10.35 WIB baru masuk pelabuhan, di dermaga eksekutif sudah parkir bus ANS berjulukan Bukit Lantiak. Sementara kapal eksekutif yang akan ditumpangi belum merapat.

Tak lama kemudian kapal Port Link III merapat dan menurunkan kendaraan dari pelabuhan Merak. Bus Palala e04 dan saudaranya e06 serta kendaraan lain masuk kapal pukul 11.15 WIB. Bersama Kasiko juga berlayar salah bus asal Sumbar yang mengalamai kecelakaan beberapa waktu lalu. Dengan kondisi yang rusak parah hancur di bagian depan bus ini berbaris didalam kapal.

Dalam kapal ini, selain dua Palala, juga ada bus ANS, bus NPM dan beberap bus lain dari Riau, Jambi dan Palembang. Pelayaran terbilang sepi, karena lantai satu tidak terisi seluruhnya, begitu juga lantai dua untuk kendaraan pribadi dan sepeda motor hanya terisi separoh. kapal mulai berlayar pukul 11.55 WIB.

Tak lama kapal berlayar, azan berkumandang dari masjid kapal. Ruangan yang yang difungsikan untuk masjid ini tidak terlalu besar namun sesak oleh jamaah yang diantaranya juga penumpang dan pengemudi bus Palala. Kembali dilakukan jamak solat Ashar dengan imam pak haji yang juga penumpang bus Palala.

Perjalanan 90 menit dari Bakauheni menuju Merak pun berakhir. Bus Palala e04 keluar kapal pukul 13.30 WIB beriringian dengan bus lainnya yang langsung menuju gerbang tol Jakarta Merak yang lumayan padat siang itu.

Pukul 14.30 WIB keluar tol untuk mengantar penumpang ke terminal Poris Plawad tangerang. Sebelumnya mengisi solar dulu, disaat yang sama juga ada bus Pandawa 87 warna hijau tengah nyolar juga.

BACA JUGA  Wali Kota Mahyeldi Raih Penghargaan Green Leadership Nirwasita Tantra dari KLHK

01 Palala i

Tepat pukul 15.00 WIB bus Palala e04 berhenti di depan loket Palala terminal Poris. Tak terlihat adanya bismania, mungkin karena hari dan jam kerja. Setelah e04 disusul e06 dan bus dari Sumbar lainnya diantaranya ANS.

Sambil menunggu penumpang turun dan mengambil bagasi, penulis sempatkan hunting. Banyak bus kelas premium yang tengah perpal, termasuk dua bus milik pengusaha urang awak yang melayani rute ke Jawa Timur tengah perpal, KymTrans warna hitam bergambar Hello Kitty.

Meninggalkan poris, kembali masuk tol kedua bus Palala melanjutkan perjalanan menuju terminal Pondok Pinang dan terus menuju terminal Kampung Rambutan.

Di Pondok Pinang tidak lama, karena hanya 1 penumpang yang turun, bus menjadi sepi karena sudah banyak penumpang yang turun. Tol dalam kota menuju Kampung Rambutan berjalan pelan dan tersendat karena padatnya arus lalu lintas saat jam pulang kerja.

Penulis mengakhiri trip kali ini di terminal Kampung Rambutan pukul 17.10 WIB. Secara umum pelayanan bus Palala memuaskan, testimoni yang disampaikan penumpang benar adanya. Pelayanan ramah dan kenyamanan bus benar adanya.

01 Palala j

Namun sedikit catatan dari perjalanan kali ini, USB port yang ada di setiap seat banyak tidak berfungsi termasuk di seat 5d yang penulis duduki, untuk cas HP dari port USB AVOD yang pengisiannya lambat,.meski wajar untuk angkutan umum karena banyak yang memakai, sebagai penumpang berharap ini menjadi perhatian oleh manajemen Palala.

Sedangkan untuk tempat makan mantap kategori rumah makan pemberhentian bus  dan untuk tempat istirahat bus terbilang lumayan dibanding beberapa rumah makan di perjalanan yang pernah penulis coba. Sedikit saran bagi pengelola rumah makan Umega, karpet dan sajadah musalanya sudah kurang nyaman digunakan.

Terima kasih PO. Palala dan crew e04 serta loket resmi Solok atas pelayanannya, semoga bisa menjadi referensi calon penumpang untuk selalu menggunakan bus kebanggaan orang Solok ini.

Tamat

Berita Terkait :

Facebook Comments

Google News