Trip Report NPM V53 Solok-Jakarta (Bagian-1), Karupuak Jariang Saat Macet

Trip Report NPM V53 Solok-Jakarta (Bagian-1), Karupuak Jariang Saat Macet
Terminal Bareh Solok, Jumat (5/11) berselimut mendung ketika bus NPM V53 datang dari keberangkatan di Payakumbuh pukul 11.05 WIB. Setelah menaikan penumpang dan menyelesaikan administrasi, bus dengan julukan Badan Diri kembali melanjutkan perjalanan.

Trip Report NPM V53 Solok-Jakarta (Bagian-1), Karupuak Jariang Saat Macet 1

Pukul 11.25 WIB NPM V53 meninggalkan Terminal Bareh Solok melaju di jalan Natsir Sutan Pamuncak / By Pass kota Solok menuju Jakarta. Dari informasi yang disampaikan Randu, salah satu petugas di perwakilan NPM Solok, hari Jumat tersebut dijadwalkan berangkat 5 unit bus menuju Jabodetabek dan Bandung.
Bus pun meliuk diliku jalan Sungai Lasi hingga Silungkang, penumpang yang duduk dibangku produksi Rimba Kencana dimanjakan dengan dinginnya AC, meski sebelumnya bus ini adalah bus pariwisata Vircansa (Grup NPM), sejak dijadikan armada reguler semua fasilitas sudah standar bus NPM kelas Executive termasuk toilet dan USB charger yang tersedia disamping AC.

Menariknya, USB yang terpasang di samping kisi AC, seperti masker oksigen yang tersedia di pesawat saat para penumpang memakai fasilitas ini. Ditengah kemajuan zaman, saat orang disibukan dengan gadget ditangan, maka kebutuhan akan USB charger menjadi prioritas utama bagi calon penumpang.

Tanpa basa basi bus dengan livery Kaluak Paku dengan tiga warna ikonik perusahaan ini terus melaju melewati tikungan jalan di nagari Silungkang, nagari yang juga terkenal dengan sukses perantaunya. Sedangkan di kampung, nagari yang sekarang masuk wilayah administratif kota Sawahlunto juga terkenal dengan usaha tenun dan songketnya. Sehingga banyak ditemukan kios dan toko yang memajang produk sepanjang rute berliku ini.

Bus juga menaikan penumpang di Loket Padang Sibusuk pukul 12.05 WIB hingga kemudian terhenti karena adanya buka tutup pekerjaan jalan disekitar Sijunjung. Disini crew bus memberi kesempatan kepada pedagang asongan mencari nafkah. Jadilah penjaja Tahu hingga Karupuak Jariang (kerupuk Jengkol) menawarkan dagangannya kepada penumpang.

Trip Report NPM V53 Solok-Jakarta (Bagian-1), Karupuak Jariang Saat Macet 2
Pedagang asongan menawarkan karupuak Jariang kepada penumpang bus

Saat bus melaju, dari seat paling depan hingga belakang terlihat untaian kabel disetiap tempat duduk. Untuk trip kali ini penumpang NPM V53 boleh dikata, didominasi anak-anak muda, sampai sopirnya sempat berkelakar melihat banyak yang main game, bagaimana kalau diadakan kompetisi game jelang sampai di Jakarta.

BACA JUGA  Polres Solok Kota Gelar Operasi Patuh 2021

Bus melaju tenang dikelok jalan antara Muaro Kalaban hingga perbatasan Dharmasraya. Sesekali terdengar suara dari per Mercedes Benz 1526 yang menjadi basic bus ini. Perjalanan beberapa kali terhenti akibatnya adanya buka tutup jalan di daerah Sijunjung dan Pematang Panjang.

Di rute ini, beberapa kali bsu terguncang karena kondisi jalan yang bergelombang, menikung disertai kondisi rusak dibeberapa titik. Namun itu salah satu seninya naik bus.

Pukul 14.15 sat melintas didepan SPBU Sialang, berpapasan dengan iring-iringan bus dari Jakarta, diantaranya NPM dan ANS. Hingga sampai di depan kantir Bupati Dharmasraya, beberapa kali berpapasan dengan bus termasuk beberapa unit ANS Patriot yang melaju kencang menuju Sumbar. NPM V53 melintas jembatan yang menjadi icon Sungai Dareh pukul 14.30 WIB.

Trip Report NPM V53 Solok-Jakarta (Bagian-1), Karupuak Jariang Saat Macet 3
Dererat bus NPM di rumah makan Umega Gunung Medan Dharmasraya

Bus pun masuk ke rumah makan Umega Gunung Medan pukul 14.30 WIB. Tidak ada bus lain saat NPM V53 masuk parkiran rumah makan. Tak lama kemudian disusul oleh bus NPM lainnya, yakni V40, V51, V53 dan V42.

Saluang dan dendang yang jadi hiburan live music di rumah makan legenda ini tak ada sore itu. Hanya ada seorang wanita dengan giring-giring sebagai alat musik ditangannya berdendang menghibur pengunjung di teras yang dijadikan temlat istirahat para penumpang bus dan pengunjung rumah makan ini.

Sebelum berangkat, awak bus mengecek penumpang seraya menanyakan kawan sebangku yang duduk disamping kiri atau kanan. Ini menjadi nilai tambah kala melakukan perjalanan. Dimana kawan sebangku akan menjadi akrab dalam waktu singkat dari yang sebelumnya tidak kenal bahkan beda kota.

Ditambah lagi, sekarang memesan tiket bus juga bisa dilakukan secara online, sehingga sangat memungkinkan kawan sebangku bisa dari kota yang berbeda. Misalnya kursi nomor 11 dinaiki oleh penumpang dari Bukittinggi, sedangkan kursi nomor 12 yang berdampingan dalam satu seat adalah penumpang dari kota Solok.

Pukul 15.24 WIB bus kembali melanjutkan perjalanan, kemudi diambil alih sopir dua. Bus terus melaju hingga perbatasan Sumbar dan Jambi. Selain gapura di Sungai Rumbai yang berada di tanjakan jadi penanda perbatasan dua propinsi ini, ada pabrik karet di tepi sungai yang jadi salah satu pengingat perbatasan.

BACA JUGA  Periksa Efektivitas Pengelolaan Sampah Rumah Tangga, BPK RI Kunjungi Kota Solok

Mesin gilas tua yang dipajang menjadi monumen di depan pabrik seakan mengingatkan bagaimana dulu jalan Lintas Sumatera ini dibangun, begitupun di sungai masih terlihat bekas pondasi jembatan lama yang lebarnya cukup kecil. Jika masih dipakai sekarang, terbayang berapa banyak kendaraan yang antri untuk melewatinya.

Tak terasa, pukul 17.00 bus masuk terminal type A Muaro Bungo. Setelahnya bus langsung belok kiri arah ke Muaro Tebo u tuk terus menuju Lintas Timur. Di rute ini perjalanan kembali melambat karena banyaknya iringan truk besar yang juga menuju arah Muaro Tebo.

Ditambah jalan banyak tikungan, sehingga sulit bagi kendaraan lain untuk mendahului iring-iringan truk ini, termasuk bus NPM v53 dan ada beberapa bus lain dari Pekan Baru via Kiliran Jao.

Trip Report NPM V53 Solok-Jakarta (Bagian-1), Karupuak Jariang Saat Macet 4

Masuk waktu Magrib, bus berhenti disalah satu masjid sebelum pusat kota Tebo. Yang membuat tenang para penumpang, selain bus berhenti tepat waktu salat sehingga bisa ikut berjamaah. Pengemudi yang mengenakan kaos putih lengan panjang dan topi putih itupun bergegas berwudhu usai memarkirkan kendaraannya.

Sopir ini pun berdiri di saf depan bersama penumpang dan jamaah lainnya. Ada rasa nyaman bagi penumpang melihat hal ini. Ia pun menjamak salatnya, baru kemudian balik ke kemudi menunggu penumpang lain yang masih salat.

Bus terus melaju melewati Muaro Tembesi hingga sampai di Muaro Bulian ibukota Kabupaten Batang Hari Propinsi Jambi sekitar pukul 21.45 WIB. Belok kiri, bus mengambil rute Tempino untuk menuju Bayung Lencir di Lintas Timur.

Baca Juga  : Launching Armada Baru, NPM Undang Bismania Kopi Darat di Mifan

Baru saja memasuki jalur ini, jalan rusak parah hingga membuat bus harus berbelok-belok menghindari lubang dan membuatnya oleng menjadi sensasi bagi penumpang. Beberapa kali bus berhenti usai melintasi lubang, karena adanya bagian di bus yang rusak.

Trip Report NPM V53 Solok-Jakarta (Bagian-1), Karupuak Jariang Saat Macet 5

Bus pun berhenti untuk istirahat di rumah makan Wisata Minang tempino pukul 23.20 WIB. Saat berhenti, ada satu unit bus dari Pekanbaru yang telah lebih dahulu sampai. Hingga bus kembali melanjutkan perjalanan pukul 00.20 WIB NPM yang berangkat beringingan masih belum sampai, mungkin juga lambat karena melintasi jalan rusak.

BACA JUGA  Santri Asal Kota Solok Terkonfirmasi Positif Covid-19

Karena berhenti sudah tengah malam, tak banyak penumpang yang makan, walau sudah tersedia aneka sambal dan lauk hingga sop panas. Tersedia juga sebagai pilihan pengganti makan dan aneka minuman panas untuk menghangatkan badan.

NPM V53 berhenti untuk salat Subuh di masjid Al Firdaus Betung – Sumatera Selatan. Saat sampai, sudah da satu unit ANS Grand Tourismo yang juga berhenti salat Subuh serta beberapa kendaraan pribadi. Ada juga yang nomor polisinya BA dari Sumatera Barat, tak lama kemudian 4 unit bus NPM lainnya juga berhenti untuk salat Subuh.

Yang sedikit mengusik saat subuh disini adalah, adanya motor modifikasi tak lazim milik pecinta scuter yang ikut parkir didepan masjid bersama kendaraan lain. Walau saat itu cuma satu yang terlihat ikut salat, setidaknya ini ikut merubah imej tentang komunitas mereka.

Usai salat bus melaju santai menuju kota Palembang, sebelum masuk kota, mengisi solar dulu sekitar pukul 06.25 WIB di tempoat yang sama dengan pompa berbeda juga ada ANS Patriot sedang menyolar, kemungkinan ANS / Kasose, tidak terlihat jelas karena kaca bus masih diselimuti embun pagi itu.

Sebelum masuk tol, bus singgah di terminal kota Palembang yang pagi itu terlihat sepi. Tak banyak aktivitas hanya terlihat beberapa bus Trans Palembang yang bersiap melaksanakan tugas. Moentjak

Bersambung…

Baca Juga :

 

Facebook Comments

loading...
Artikulli paraprakTemu Bisnis di Riau, Dekranasda Agam Kunjungi Rumah Tenun Tempuk Manggis
Artikulli tjetërWalikota Pariaman Buka Kejuaraan Tarung Derajat Senior dan Junior